Harhubnas 2026: Keselamatan Transportasi Jadi Sorotan Pemkab Kobar
- account_circle Kistolani Mangun Jaya
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah, SH, MH menyampaikan pesan keselamatan transportasi saat menjadi inspektur upacara Harhubnas 2026 di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kamis (17/9/2026). (Dok/Foto/Kistolani)
Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.
PANGKALAN BUN, HITV — Pemerintah Kabupaten Kobar menempatkan keselamatan sebagai salah satu fondasi utama dalam penguatan sektor transportasi dan konektivitas wilayah.
Pesan itu disampaikan Bupati Kobar Hj. Nurhidayah, SH, MH, saat menjadi inspektur upacara Harhubnas 2026 di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kamis (17/9/2026).
Upacara tersebut diikuti insan perhubungan serta sejumlah unsur yang berkaitan dengan sektor transportasi di Kabupaten Kobar.
Dalam sambutan Menteri Perhubungan yang dibacakannya, Nurhidayah menekankan bahwa keselamatan transportasi tidak semestinya hanya menjadi perhatian ketika terjadi kecelakaan. Keselamatan perlu dibangun sebagai budaya yang melekat dalam setiap penyelenggaraan dan pelayanan transportasi.
Karena itu, momentum Harhubnas sekaligus diarahkan untuk memperkuat kesadaran keselamatan secara berkelanjutan.
“Bulan September kita jadikan sebagai Bulan Keselamatan Transportasi, untuk membangun budaya keselamatan yang konsisten dan berkelanjutan sepanjang tahun,” ujar Nurhidayah.
Tak Cukup Hanya Terhubung
Penguatan transportasi, menurut pemerintah, tidak berhenti pada tersedianya sarana dan prasarana. Konektivitas harus berjalan beriringan dengan keselamatan, kualitas pelayanan dan keterpaduan antarmoda.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari pengembangan angkutan massal, integrasi antarmoda hingga pembenahan sistem logistik.
Hal itu penting karena transportasi memiliki posisi strategis dalam menggerakkan aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat serta membuka keterhubungan antarwilayah.
“Keberhasilan sektor transportasi diukur dari seberapa besar manfaat dan kemudahan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas,” kata Nurhidayah.
Pernyataan tersebut menempatkan masyarakat sebagai salah satu tolok ukur utama keberhasilan pembangunan sektor transportasi. Infrastruktur dan sistem transportasi pada akhirnya bukan sekadar soal konektivitas, tetapi juga mengenai keamanan dan kemudahan yang diterima pengguna.
Pelabuhan Kumai Punya Peran Strategis
Di Kobar, Pelabuhan Panglima Utar Kumai menjadi salah satu simpul penting transportasi laut. Keberadaan pelabuhan tersebut memiliki peran dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus konektivitas wilayah dan pergerakan barang.
Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan di sektor transportasi laut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat konektivitas daerah.
“Momentum Harhubnas 2026 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh insan perhubungan agar terus memperkuat profesionalisme, koordinasi dan pelayanan.
Tantangannya bukan hanya memastikan masyarakat dapat bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain, tetapi memastikan perjalanan tersebut berlangsung aman, nyaman dan didukung sistem transportasi yang terintegrasi.
Bagi Kabupaten Kobar, penguatan keselamatan dan konektivitas transportasi pada akhirnya berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat serta kelancaran aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah. (*/)
Sumber: HITV Kobar
Penulis: Kistolani Mangun Jaya
Editor: AYS
- Penulis: Kistolani Mangun Jaya






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.