Sabtu, 16 Mei 2026
light_mode

Negara Terlalu Bergantung pada Pajak, Sekjen LAKRI Soroti Gagalnya Pengelolaan Kekayaan Alam

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKRI), Ical Syamsudin, melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan ekonomi negara yang dinilai terlalu bergantung pada pajak rakyat sebagai sumber utama pendapatan nasional.

JAKARTA, HITV Menurut Ical, selama negara masih menjadikan pajak sebagai tulang punggung pembiayaan negara, hal itu menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola kekayaan alam Indonesia yang belum berpihak sepenuhnya kepada rakyat.

Ia menilai, siapapun presiden yang memimpin Indonesia belum dapat disebut berhasil apabila belum mampu mengurangi ketergantungan negara terhadap pajak masyarakat.

“Ketika sekitar 80 persen lebih pendapatan negara berasal dari pajak, itu berarti negara masih hidup dari rakyatnya, bukan dari optimalisasi kekayaan alam yang dimiliki,” ujar Ical dalam pernyataan tertulisnya yang dikirim ke meja redaksi Hitvberita.com, Sabtu, (16/5/2026).

Ia menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang selama ini ditopang mayoritas oleh penerimaan perpajakan. Sementara pendapatan negara bukan pajak (PNBP), yang semestinya dapat diperoleh dari pengelolaan sumber daya alam dan aset negara, porsinya dinilai masih jauh lebih kecil.

Dalam pandangannya, kondisi tersebut menjadi ironi bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam. Mulai dari nikel, emas, batu bara, gas bumi, hasil laut hingga perkebunan, seluruhnya dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

Ical menegaskan, tujuan utama negara sebagaimana amanat konstitusi adalah melindungi rakyat dan mewujudkan kesejahteraan sosial. Karena itu, menurut dia, negara seharusnya mampu mengelola kekayaan alam sebagai fondasi utama pendapatan nasional, bukan justru membebankan pembiayaan negara kepada masyarakat melalui pajak.

Ia juga mengkritik pola penanganan kemiskinan yang dinilai lebih banyak bersifat bantuan sosial jangka pendek dibanding penyelesaian akar persoalan ekonomi rakyat.

“Rakyat miskin sering hanya dijadikan objek politik. Bantuan sosial hadir setiap momentum politik, tetapi kemiskinan tidak benar-benar diselesaikan,” katanya.

Lebih jauh, Ical mempertanyakan implementasi Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menurutnya, banyak sektor strategis justru lebih banyak dikuasai kepentingan asing maupun kelompok tertentu, sehingga negara hanya memperoleh keuntungan terbatas dalam bentuk royalti, sementara nilai ekonomi terbesar mengalir keluar negeri.

Kondisi itu, kata dia, membuat negara akhirnya terus bergantung pada pajak dan utang untuk membiayai pembangunan maupun operasional pemerintahan.

Ical kemudian membandingkan Indonesia dengan sejumlah negara lain yang dinilai mampu menghadirkan kesejahteraan tinggi bagi rakyatnya. Ia mencontohkan Norwegia yang berhasil mengelola sumber daya alam untuk mendukung layanan publik, serta Singapura yang tetap mampu menjadi negara maju meski memiliki keterbatasan sumber daya alam.

Sementara di Indonesia, kata dia, masih banyak masyarakat yang hidup dengan penghasilan rendah di tengah melimpahnya kekayaan alam nasional.

Ia pun menilai pergantian kekuasaan melalui pemilu belum sepenuhnya membawa perubahan signifikan terhadap kehidupan rakyat kecil.

“Presiden berganti, pejabat berganti, anggota DPR berganti, tetapi kesulitan ekonomi masyarakat bawah sering kali tetap sama,” ujarnya.

Karena itu, Ical mengajak masyarakat untuk lebih kritis melihat arah kebijakan negara, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam dan ketergantungan terhadap pajak.

Menurut dia, persoalan tersebut bukan sekadar isu ekonomi, melainkan menyangkut masa depan bangsa dan keberlangsungan negara dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (\•/)

Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV DKI Jakarta

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Tegaskan Pentingnya Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset

    KPK Tegaskan Pentingnya Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Jakarta – Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto menegaskan tentang pentingnya Rancangan Undang Undang (RUU) Perampasan Aset, untuk memperkuat upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Tessa dalam keterangan tertulisnya kepada para Wartawan, pada hari Selasa 29 Oktober 2024 kemarin. “Pembahasan rancangan Undang Undang Perampasan aset,merupakan kebutuhan mendesak bagi Bangsa Indonesia, […]

  • Penasihat PHRI Bali Tegaskan, Isyu Hotel Beralih Fungsi Menjadi Rumah Kost adalah HOAX

    Penasihat PHRI Bali Tegaskan, Isyu Hotel Beralih Fungsi Menjadi Rumah Kost adalah HOAX

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM JAKARTA | Penasihat PHRI Bali Jro Mangku I Made Supatra Karang dan Dr Panudiana Kuhn menegaskan, bahwa Isyu yang muncul di Media Sosial, yang mengatakan bahwa Hotel hotel yang berlokasi di Kuta Badung Bali telah beralih fungsi menjadi Rumah Kost kost- an adalah tidak benar alias Hoax. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Jro Mangku […]

  • Yasmin Rubaya Thalib Diangkat Jadi Sekjen PP MIO INDONESIA, Bawa Semangat Baru di Era Digital

    Yasmin Rubaya Thalib Diangkat Jadi Sekjen PP MIO INDONESIA, Bawa Semangat Baru di Era Digital

    • 0Komentar

    Organisasi Media Independen Online (MIO) INDONESIA resmi mengangkat Yasmin Rubaya Thalib sebagai Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) MIO INDONESIA untuk masa bakti 2022–2027.   HITVBERITA.COM |Jakarta — Pengukuhan ini dilakukan dalam momentum Halal Bihalal bersama jajaran dewan organisasi MIO INDONESIA di Hotel Daily Inn, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025). Diketahui bahwa Yasmin Rubaya Thalib sebelumnya menjabat […]

  • Polres Belitung Laksanakan Pengamanan Kegiatan Cheng Beng Di TPU Hok Kian

    Polres Belitung Laksanakan Pengamanan Kegiatan Cheng Beng Di TPU Hok Kian

    • 2Komentar

    Hitvberita.com | Belitung – Personel dari Polres Belitung dan Polsek Tanjungpandan melaksanakan pengamanan kegiatan Cheng Beng (ziarah kubur) bagi etnis Tionghoa di Kabupaten Belitung, Kamis (3/04/2025). Acara tersebut berlangsung di TPU Hok Kian, Jl. Pilang Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, sekitar pukul 05.00 WIB hingga selesai dan berjalan dengan aman serta kondusif. Pengamanan ini dipimpin oleh KBO […]

  • Mengenal Lebih Dekat Aktor Lawas Harry Patakaki

    Mengenal Lebih Dekat Aktor Lawas Harry Patakaki

    • 0Komentar

    Bagi aktor lawas yang satu ini, memang patut diberikan acungan jempol. Pasalnya, sosok Harry Patakaki yang kendatipun lsudah tidak muda lagi, namun semangat serta perhatiannya untuk perkembangan dunia perfilman Nasional, tidak pernah surut dimakan usia. HITVBERITA.COM | JAKARTA- Kang Harry panggilan akrab Harry Patakaki, dikenal oleh para sahabat dekatnya, adalah sebagai sosok pribadi yang penuh […]

  • Mutasi ASN Asal Purwakarta Bedol Desa, BKD Jabar: Sistem Talent Scouting

    Mutasi ASN Asal Purwakarta Bedol Desa, BKD Jabar: Sistem Talent Scouting

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Fenomena mutasi sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Purwakarta ke lingkungan pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebagai ‘bedol desa’, mendapat tanggapan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat. HITVBERITA.COM | Bandung – Kepala BKD Jawa Barat, Dedi Supendi, mengatakan mekanisme mutasi sejumlah ASN dilakukan sesuai prosedur yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 […]

expand_less