Senin, 17 Agu 2026
light_mode

Negara Terlalu Bergantung pada Pajak, Sekjen LAKRI Soroti Gagalnya Pengelolaan Kekayaan Alam

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • print Cetak

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKRI), Ical Syamsudin, melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan ekonomi negara yang dinilai terlalu bergantung pada pajak rakyat sebagai sumber utama pendapatan nasional.

JAKARTA, HITV Menurut Ical, selama negara masih menjadikan pajak sebagai tulang punggung pembiayaan negara, hal itu menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola kekayaan alam Indonesia yang belum berpihak sepenuhnya kepada rakyat.

Ia menilai, siapapun presiden yang memimpin Indonesia belum dapat disebut berhasil apabila belum mampu mengurangi ketergantungan negara terhadap pajak masyarakat.

“Ketika sekitar 80 persen lebih pendapatan negara berasal dari pajak, itu berarti negara masih hidup dari rakyatnya, bukan dari optimalisasi kekayaan alam yang dimiliki,” ujar Ical dalam pernyataan tertulisnya yang dikirim ke meja redaksi Hitvberita.com, Sabtu, (16/5/2026).

Ia menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang selama ini ditopang mayoritas oleh penerimaan perpajakan. Sementara pendapatan negara bukan pajak (PNBP), yang semestinya dapat diperoleh dari pengelolaan sumber daya alam dan aset negara, porsinya dinilai masih jauh lebih kecil.

Dalam pandangannya, kondisi tersebut menjadi ironi bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam. Mulai dari nikel, emas, batu bara, gas bumi, hasil laut hingga perkebunan, seluruhnya dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

Ical menegaskan, tujuan utama negara sebagaimana amanat konstitusi adalah melindungi rakyat dan mewujudkan kesejahteraan sosial. Karena itu, menurut dia, negara seharusnya mampu mengelola kekayaan alam sebagai fondasi utama pendapatan nasional, bukan justru membebankan pembiayaan negara kepada masyarakat melalui pajak.

Ia juga mengkritik pola penanganan kemiskinan yang dinilai lebih banyak bersifat bantuan sosial jangka pendek dibanding penyelesaian akar persoalan ekonomi rakyat.

“Rakyat miskin sering hanya dijadikan objek politik. Bantuan sosial hadir setiap momentum politik, tetapi kemiskinan tidak benar-benar diselesaikan,” katanya.

Lebih jauh, Ical mempertanyakan implementasi Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menurutnya, banyak sektor strategis justru lebih banyak dikuasai kepentingan asing maupun kelompok tertentu, sehingga negara hanya memperoleh keuntungan terbatas dalam bentuk royalti, sementara nilai ekonomi terbesar mengalir keluar negeri.

Kondisi itu, kata dia, membuat negara akhirnya terus bergantung pada pajak dan utang untuk membiayai pembangunan maupun operasional pemerintahan.

Ical kemudian membandingkan Indonesia dengan sejumlah negara lain yang dinilai mampu menghadirkan kesejahteraan tinggi bagi rakyatnya. Ia mencontohkan Norwegia yang berhasil mengelola sumber daya alam untuk mendukung layanan publik, serta Singapura yang tetap mampu menjadi negara maju meski memiliki keterbatasan sumber daya alam.

Sementara di Indonesia, kata dia, masih banyak masyarakat yang hidup dengan penghasilan rendah di tengah melimpahnya kekayaan alam nasional.

Ia pun menilai pergantian kekuasaan melalui pemilu belum sepenuhnya membawa perubahan signifikan terhadap kehidupan rakyat kecil.

“Presiden berganti, pejabat berganti, anggota DPR berganti, tetapi kesulitan ekonomi masyarakat bawah sering kali tetap sama,” ujarnya.

Karena itu, Ical mengajak masyarakat untuk lebih kritis melihat arah kebijakan negara, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam dan ketergantungan terhadap pajak.

Menurut dia, persoalan tersebut bukan sekadar isu ekonomi, melainkan menyangkut masa depan bangsa dan keberlangsungan negara dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (\•/)

Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV DKI Jakarta

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batam Jadi Panggung Konsolidasi Legislasi Daerah Nasional

    Batam Jadi Panggung Konsolidasi Legislasi Daerah Nasional

    • 0Komentar

    Kota Batam kembali menegaskan posisinya sebagai simpul strategis kegiatan nasional. BATAM | HITV— Kali ini, kota industri dan perdagangan tersebut dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) yang akan berlangsung pada 8–11 Februari 2026 di Hotel Planet Holiday.  Perhelatan Rakernas ADEKSI tidak sekadar menjadi agenda rutin […]

  • Reses DPRD Jateng, Agus Wijayanto Serap Aspirasi Warga Desa Sibrama

    Reses DPRD Jateng, Agus Wijayanto Serap Aspirasi Warga Desa Sibrama

    • 0Komentar

    Aspirasi warga Desa Sibrama, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, soal minimnya penerangan jalan, kondisi aula desa yang sempit, dan sistem irigasi yang belum optimal, langsung ditanggapi Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai Demokrat, Dr. Agus Wijayanto. BANYUMAS | HITV – Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai Demokrat, Dr. Agus Wijayanto, SH, MKn, berlangsung […]

  • Kalteng Mulai Gulirkan Program “Satu Rumah Satu Sarjana” pada 2026

    Kalteng Mulai Gulirkan Program “Satu Rumah Satu Sarjana” pada 2026

    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan program unggulan Satu Rumah Satu Sarjana mulai berjalan pada 2026. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga berpenghasilan rendah agar setiap rumah tangga memiliki kesempatan melahirkan minimal satu lulusan perguruan tinggi. HITVBERITA.COM | Palangka Raya — Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menyampaikan kepastian tersebut saat menemui […]

  • Bupati Barru Pimpin Panen Bersama Hasilkan 8,8 Ton per Hektar

    Bupati Barru Pimpin Panen Bersama Hasilkan 8,8 Ton per Hektar

    • 0Komentar

    Penulis: Syamsu Marlin Suasana penuh semangat menyelimuti Kelompok Tani Darma Bakti, Kelurahan Kiru-Kiru, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, saat dilaksanakan Panen Bersama Padi Musim Tanam (MT) 2025 Varietas Inpari 32, Senin (1/09/2025). HITVBERITA.COM | Barru – Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur pemerintah dan Forkopimda, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Barru, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan […]

  • Letkol CPL Sugiarto: Saya Tidak Bisa Komentar, Tanyakan Langsung Kepada Kapaldam!

    Letkol CPL Sugiarto: Saya Tidak Bisa Komentar, Tanyakan Langsung Kepada Kapaldam!

    • 0Komentar

    HITVBerita.COM | JAKARTA – Kabengrah Jaya Letkol CPL Sugiarto enggan berkomentar saat diminta konfirmasi oleh awak media HITVberita.COM yang menanyakan terkait Perumahan Bengrah Jaya yang berlokasi di Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Kota Jakarta Timur, Letkol CPL Sugiarto pun menegaskan bahwa dirinya tidak berhak menjawab apa yang ditanyakan oleh media. “Saya tidak bisa berkomentar, silahkan […]

expand_less