Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Purna

Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Purna

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 

Bagi Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, SH, MSi, (Han), pengabdian kepada negara bukanlah sekadar masa tugas yang dibatasi oleh usia atau kepangkatan. Ia adalah pilihan hidup—yang dimulai sejak pertama kali mengenakan seragam hijau TNI dan terus berlanjut hingga hari ini, meski status dinas telah berakhir.

PERJALANAN panjang itu membentuk Asep Kuswani sebagai prajurit, pemimpin, pendidik, sekaligus tokoh kebangsaan yang konsisten memelihara nilai kesetiaan, kemanusiaan, dan kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ditempa Medan Tugas

KARIER militernya bermula dari penugasan-penugasan awal di berbagai wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Daerah konflik, medan alam yang berat, serta dinamika sosial yang kompleks menjadi ruang pembelajaran paling nyata bagi seorang prajurit muda.

Di medan tugas, Asep Kuswani memahami bahwa tanggung jawab prajurit TNI tidak berhenti pada menjalankan perintah. Lebih dari itu, ia memikul amanah untuk menjaga keselamatan rakyat dan mempertahankan martabat negara. Prinsip kesatriaan dan kepatuhan pada konstitusi menjadi pegangan utama dalam setiap langkah pengabdian.

Baginya, kehadiran TNI di tengah masyarakat harus membawa rasa aman dan harapan—bukan ketakutan.

Kemanunggalan TNI dan Rakyat

KEPERCAYAAN negara kemudian mengantarkan Asep Kuswani pada jabatan strategis sebagai Komandan Teritorial. Di fase ini, pemahamannya tentang kekuatan pertahanan semakin utuh. Senjata dan strategi, menurutnya, hanyalah satu sisi. Sisi lainnya—yang tak kalah penting—adalah kemanunggalan dengan rakyat.

Ia mendorong prajurit untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat: mendengar keluhan, membantu pembangunan infrastruktur dasar, serta menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial. Pendekatan teritorial yang humanis ia yakini sebagai kunci stabilitas keamanan jangka panjang.

Rakyat, dalam pandangannya, bukan sekadar objek perlindungan. Mereka adalah mitra sejati dalam menjaga kedamaian wilayah dan keutuhan bangsa.

Senyum masyarakat yang kembali tumbuh setelah kehidupan mereka membaik menjadi sumber kebanggaan tersendiri—sebuah pengingat bahwa pengabdian sejati selalu berakar pada kemanusiaan.

Membentuk Pemimpin Masa Depan

BABAK penting lain dalam perjalanan Asep Kuswani adalah ketika ia memasuki dunia pendidikan militer. Menjabat sebagai Patun hingga Wadirbindikjar Seskoad, ia mengabdikan diri untuk membentuk Perwira Menengah TNI Angkatan Darat yang dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan.

Di lingkungan akademik Seskoad, Asep Kuswani menanamkan nilai-nilai fundamental kepemimpinan: kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan dedikasi kepada bangsa. Ia percaya, kecakapan strategi tanpa karakter hanya akan melahirkan pemimpin yang rapuh.

Melihat para peserta didiknya kemudian menduduki berbagai posisi penting di tubuh TNI dan mampu membawa perubahan positif menjadi kepuasan batin yang tak ternilai. Di sanalah, menurutnya, estafet pengabdian diteruskan.

Purnabakti yang Tetap Bermakna

MEMASUKI masa purnawirawan, Asep Kuswani tidak pernah memaknai purnabakti sebagai titik akhir. Ia justru melihatnya sebagai ruang pengabdian baru—lebih luas dan lintas sektor.

Dengan tubuh dan jiwa yang masih tegar, ia terus aktif menyumbangkan gagasan kebangsaan, berbagi pengalaman kepada generasi muda, serta mendukung kemajuan TNI dan bangsa melalui berbagai peran strategis di masyarakat sipil.

Saat ini, Asep Kuswani dikenal sebagai Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS), Ketua Dewan Pembina Paguyuban Asep Dunia (PAD), Dewan Pembina MIO Indonesia, sekaligus pendiri media AsepNews.id. Melalui ruang-ruang tersebut, ia tetap merawat semangat kebangsaan dan memperkuat literasi publik.

Bangga Menjadi Purnawirawan TNI

BAGI Asep Kuswani, status purnawirawan bukanlah label akhir, melainkan identitas kehormatan. Nilai-nilai keprajuritan—disiplin, loyalitas, dan pengabdian—tetap hidup dalam setiap langkahnya.

Ia meyakini bahwa selama napas masih berhembus, pengabdian kepada bangsa tidak pernah benar-benar selesai. Dengan keyakinan itu pula, ia menegaskan satu sikap hidup yang sederhana namun kuat:

Bangga menjadi purnawirawan TNI, karena pengabdian kepada Ibu Pertiwi sejatinya tidak pernah mengenal kata purna.

(/*/*/)

Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Jabar

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Instruksikan Jajaran Lindungi Jurnalis Pasca Insiden Kekerasan

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu  Pasca insiden kekerasan yang menimpa jurnalis foto Antara, Bayu Pratama, saat meliput aksi demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR, Senin (25/8/2025), Mabes Polri menegaskan komitmennya melindungi kebebasan pers. Seluruh jajaran kepolisian, dari tingkat polda hingga polsek, diperintahkan untuk menjaga dan melindungi kerja jurnalis di lapangan. HITVBERITA.COM | Jakarta — Himbauan itu disampaikan […]

  • Dubes RI di Berlin Adakan Pertemuan Dengan CEO A&D, Bahas Dampak Penerapan EU Deforestation Regulation!

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM | BERLIN – Duta Besar Republik Indonesia di Berlin, Arif Havas Oegroseno, pada tanggal 4 Oktober 2024, mengadakan pertemuan dengan CEO dan Partner Albrecht and Dill Trading GmbH (A&D), guna membahas berbagai tantangan yang dihadapi akibat penerapan EU Deforestation Regulation (EUDR). Selain itu pertemuan antara Dubes Arif Havas Oegroseno dengan CEO dan Partner Albrecht and Dill […]

  • Laporan IPTU MI Ke Polda Metro Jaya, Naik Ketahap Penyidikan, Devid: Saya Ini Korban, Kenapa Saya Yang Dilaporkan!?

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), bernomor B/2838/II/Resmi.1.11/2025/Ditreskrimum tanggal 18 Februari 2025, yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, dan telah ditanda tangani oleh Kombes Pol Putu Kholis Aryana, atas dugaan Tindak Pidana Penipuan dan atau Penggelapan dan atau memberikan keterangan palsu kedalam Akta Autentik, sebagaimana dimaksud dalam Pasal […]

  • Bencana Sumatra: Korban Tembus 800 Jiwa, Aceh dan Sumut Masih Dilanda Krisis

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle R. Ahdiyat
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Banjir dan longsor besar di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra Utara masih menyisakan duka mendalam. Jumlah korban terus bertambah sementara akses bantuan di beberapa titik masih terhambat. SUMATERA | HITV – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh dan Sumatra Utara sejak awal pekan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Data terbaru dari berbagai laporan penanggulangan […]

  • Dorong Penghijauan dan Perkuat Ekonomi Petani, Mahasiswa IPB dan GTI Tanam 2.000 Pohon Kopi di Garut

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Penulis: Kang Aden Upaya penghijauan di kawasan perdesaan kembali digelorakan. Garda Tipikor Indonesia (GTI) Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Cikajang bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor (IPB) menanam sedikitnya 2.000 pohon kopi di lahan Perhutanan Sosial di wilayah Jayasena, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (9/7/2025). HITVBERITA.COM | Garut […]

  • Ombudsman Turun Tangan, Warga Keluhkan Layanan Administrasi Desa Rajekwesi!

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Penulis: Sunang Sainudin Pelayanan publik di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara memunculkan dugaan diskriminasi pelayanan serta dugaan adanya indikasi maladministrasi oleh perangkat desa setempat, hingga akhirnya Ombudsman Republik Indonesia pun mulai menaruh perhatian atas persoalan ini JEPARA | HITV — Kasus bermula dari kesulitan yang dialami oleh keluarga besar ahli waris almarhum H. Arifin […]

expand_less
Exit mobile version