Rabu, 2 Sep 2026
light_mode

Paenge, Janji Leluhur yang Menjadi Kebanggaan Nusantara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • print Cetak

Bupati Barru, And Ina Kartika Sari, saat menghadiri acara pesta panen adat Paenge, baru-baru ini di Birue. (Foto: Mumas IKP)

                Oleh: Syamsu Marlin.                    (Reporter hitvberita.com)

Sebuah dusun kecil bernama Birue, di Desa Siawung, Kecamatan Barru, ada kisah lama yang masih berdenyut hingga kini. Kisah itu bukan sekadar tentang pesta panen, melainkan ten-tang janji, harapan, dan rasa syukur yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tradisi itu bernama Pesta Panen Adat Paenge, sebuah ritual yang lahir dari masa sulit. Dahulu, masyarakat Birue pernah dilanda gagal panen.

Putus asa hampir merenggut semangat hidup mereka, hingga seorang Ketua Adat, Indo Lolo, mengucap nazar: jika panen berikutnya berhasil, maka akan digelar pesta syukur sebagai wujud terima kasih kepada Sang Pencipta.

Janji sederhana itu mengubah segalanya. Warga kembali ke sawah dengan tekad baru dan akhirnya panen berikutnya benar-benar melimpah. Sejak itulah nazar dijaga, dirawat, dan dijadikan tradisi tetap dalam kalender budaya Birue.

Pusat acara selalu berlangsung di Sumber Mata Air Paenge, sebuah titik yang tak sekadar mengalirkan air, tetapi juga kehidupan. Dahulu ada pohon besar bernama paenge, menaungi tempat itu, memberi nama sekaligus makna.

Dari sumber inilah ritual di mulai dan berakhir, seakan menegaskan bahwa hidup berawal dan bermuara pada air, tanah, dan doa.

Hingga kini, pemangku adat, Bapak Semmali dan Ibu Imaiseng, masih setia menjaga jalannya tradisi. Mereka menanti waktu baik untuk memulai. Ada makan bersama di tepi sumber air yang hanya diikuti kaum lelaki, ada Mappadendang, ketika alu menabuh lesung selama tiga hari tiga malam, dan ada prosesi Ma’jenne-Jenne, mandi bersama di mana tamu dengan kedudukan tertinggi justru harus menerima siraman pertama. Simbol bahwa keberkahan harus menyebar, dari yang terhormat hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

Di akhir pesta, perempuan anggun dalam baju bodo menghadirkan hidangan penuh warna, layaknya jamuan Hari Raya. Semua orang duduk bersama, tanpa sekat, tanpa kasta, yang ada hanyalah kebersamaan dalam syukur.

Kini, ketika Pesta Panen Adat Paenge ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, masyarakat Barru, khususnya Dusun Birue, merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Tradisi ini bukan lagi hanya milik mereka, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia.

Pengakuan itu seakan menyampaikan pesan sederhana namun abadi: bahwa hidup selalu berakar pada tanah yang kita pijak, air yang kita teguk, doa yang kita panjatkan, dan rasa syukur yang kita rayakan bersama.Reporter hitvberita.com)

Di sebuah dusun kecil bernama Birue, di Desa Siawung, Kecamatan Barru, ada kisah lama yang masih berdenyut hingga kini. Kisah itu bukan sekadar tentang pesta panen, melainkan tentang janji, harapan, dan rasa syukur yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tradisi itu bernama Pesta Panen Adat Paenge, sebuah ritual yang lahir dari masa sulit. Dahulu, masyarakat Birue pernah dilanda gagal panen.

Putus asa hampir merenggut semangat hidup mereka, hingga seorang Ketua Adat, Indo Lolo, mengucap nazar: jika panen berikutnya berhasil, maka akan digelar pesta syukur sebagai wujud terima kasih kepada Sang Pencipta.

Janji sederhana itu mengubah segalanya. Warga kembali ke sawah dengan tekad baru dan akhirnya panen berikutnya benar-benar melimpah. Sejak itulah nazar dijaga, dirawat, dan dijadikan tradisi tetap dalam kalender budaya Birue.

Pusat acara selalu berlangsung di Sumber Mata Air Paenge, sebuah titik yang tak sekadar mengalirkan air, tetapi juga kehidupan. Dahulu ada pohon besar bernama paenge, menaungi tempat itu, memberi nama sekaligus makna.

Dari sumber inilah ritual di mulai dan berakhir, seakan menegaskan bahwa hidup berawal dan bermuara pada air, tanah, dan doa.

Hingga kini, pemangku adat, Bapak Semmali dan Ibu Imaiseng, masih setia menjaga jalannya tradisi. Mereka menanti waktu baik untuk memulai. Ada makan bersama di tepi sumber air yang hanya diikuti kaum lelaki, ada Mappadendang, ketika alu menabuh lesung selama tiga hari tiga malam, dan ada prosesi Ma’jenne-Jenne, mandi bersama di mana tamu dengan kedudukan tertinggi justru harus menerima siraman pertama. Simbol bahwa keberkahan harus menyebar, dari yang terhormat hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

Di akhir pesta, perempuan anggun dalam baju bodo menghadirkan hidangan penuh warna, layaknya jamuan Hari Raya. Semua orang duduk bersama, tanpa sekat, tanpa kasta, yang ada hanyalah kebersamaan dalam syukur.

Kini, ketika Pesta Panen Adat Paenge ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, masyarakat Barru, khususnya Dusun Birue, merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Tradisi ini bukan lagi hanya milik mereka, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia.

Pengakuan itu seakan menyampaikan pesan sederhana namun abadi: bahwa hidup selalu berakar pada tanah yang kita pijak, air yang kita teguk, doa yang kita panjatkan, dan rasa syukur yang kita rayakan bersama.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan dan Anggota DPRD Batam Hadiri Buka Puasa Gerindra Kepri, Pererat Silaturahmi Politik dan Sosial

    Pimpinan dan Anggota DPRD Batam Hadiri Buka Puasa Gerindra Kepri, Pererat Silaturahmi Politik dan Sosial

    • 0Komentar

    Pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Kota Batam menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan DPD Partai Gerindra Provinsi Kepulauan Riau di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Kota Batam.  BATAM, HITV— Kegiatan buka puasa tersebut menjadi momentum dalam mempererat silaturahmi politik sekaligus membangun komunikasi lintas pemangku kepentingan di wilayah Kepri. Acara yang berlangsung dalam suasana hangat itu dihadiri […]

  • KONI Kalteng Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Menuju Porprov 2026

    KONI Kalteng Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Menuju Porprov 2026

    • 0Komentar

    Di tengah kesibukan mempersiapkan berbagai agenda olahraga menuju ajang kompetisi daerah dan nasional, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk mempererat silaturahmi. PALANGKA RAYA, HITV— Keluarga besar olahraga Bumi Tambun Bungai menggelar kegiatan buka puasa bersama di markas KONI Kalteng, Sabtu (7/3/2026). Acara tersebut dihadiri para pengurus provinsi […]

  • Diduga Rugikan Negara Rp 1,5 Miliar, Dua Pejabat Desa di Subang Jadi Tersangka Korupsi Pasar Desa Kalijati!

    Diduga Rugikan Negara Rp 1,5 Miliar, Dua Pejabat Desa di Subang Jadi Tersangka Korupsi Pasar Desa Kalijati!

    • 0Komentar

    Kejari Subang Tetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan Pasar Desa Kalijati Timur. (Dok/Foto/Raffa) Reporter: Mangasih Saor Marulitua Editor: Raffa Christ Manalu   Kejaksaan Negeri Subang menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan pasar desa di Kalijati Timur, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Keduanya diduga menyalahgunakan wewenang dalam pengelolaan […]

  • Kalimantan Tengah Sabet Anugerah Bakti Nusantara 2025: Pembangunan dari Desa, Dorong Ekonomi Hijau

    Kalimantan Tengah Sabet Anugerah Bakti Nusantara 2025: Pembangunan dari Desa, Dorong Ekonomi Hijau

    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah menutup akhir tahun dengan catatan manis. Pemerintah provinsi itu meraih penghargaan Anugerah Bakti Nusantara (ABN) 2025 untuk kategori Pembangunan Daerah Provinsi, sebuah pengakuan nasional atas kinerja pembangunan yang dinilai konsisten, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. PALANGKA RAYA | HITV — Penghargaan diterima oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Sunarti, mewakili […]

  • Bupati Kobar Lantik 11 Kepala Dinas, Tegaskan Pemerintahan Profesional dan Melayani

    Bupati Kobar Lantik 11 Kepala Dinas, Tegaskan Pemerintahan Profesional dan Melayani

    • 0Komentar

    PANGKALAN BUN | HITV – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pelayanan publik melalui pelantikan 11 pejabat pimpinan tinggi pratama, Rabu (7/1/2026). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, dan digelar di Aula Sangga Banua. Kegiatan ini merupakan bagian […]

  • BPD Desa Tanah Merah Bentuk Panitia Pemilihan PAW Kades

    BPD Desa Tanah Merah Bentuk Panitia Pemilihan PAW Kades

    • 0Komentar

    BPD Desa Tanah Merah membentuk panitia pelaksana Pemilihan Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa INDRAGIRI HILIR | HITV – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tanah Merah membentuk panitia pelaksana Pemilihan Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa dalam rapat yang digelar di aula Kantor Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (19/1/2026). Kegiatan […]

expand_less