Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode

“Ibu di Mana?” — 16 Tahun Menunggu Pelukan yang Tak Pernah Datang

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • print Cetak

Di sebuah ruang perawatan Rumah Sakit Andi Sultan Daeng Radja, Bulukumba, seorang remaja perempuan terbaring lemah. Tubuhnya kurus. Tatapannya kosong, tetapi sesekali matanya mencari sesuatu yang bahkan ia sendiri belum pernah benar-benar miliki: wajah ibunya. Namanya Syifa.

Ketika seseorang bertanya apa yang paling ia inginkan, jawabannya sederhana, lirih, sekaligus menghantam perasaan siapa pun yang mendengarnya.

“Ibu…”

Hanya itu.
Tidak ada permintaan lain.

Tidak tentang harta, tidak tentang masa depan, bahkan tidak tentang kesembuhan. Gadis 16 tahun itu hanya ingin bertemu perempuan yang melahirkannya—perempuan yang meninggalkannya sesaat setelah ia membuka mata ke dunia.

KISAH Syifa bermula di atas sebuah kapal penumpang pada 2010 silam. Kapal itu berlayar dari Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara, menuju Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan.

Di tengah perjalanan laut, seorang perempuan yang identitasnya tak pernah diketahui mengalami persalinan. Dalam situasi darurat di atas kapal, seorang bidan bernama Rajakati, warga Herlang, Bulukumba, membantu proses kelahiran bayi perempuan itu.

Tangis bayi pecah di tengah gelombang laut. Bayi itu kemudian diberi nama “Syifa” oleh sang bidan.

Namun perjalanan hidup Syifa rupanya tidak dimulai dengan pelukan hangat seorang ibu. Saat kapal bersandar dan para penumpang turun satu per satu, perempuan yang melahirkannya justru menghilang.

Ia pergi.
Meninggalkan bayi mungil yang bahkan belum genap sehari mengenal dunia.

“Tidak ada yang tahu siapa ibunya, dari mana asalnya, atau ke mana perginya setelah turun dari kapal,” tutur warga yang mengetahui kisah tersebut.

Sejak saat itu, Syifa tumbuh sebagai anak yang memeluk kehilangan bahkan sebelum mengenal arti kehilangan itu sendiri.

BIDAN Rajakati tak tega membiarkan bayi tersebut tanpa perlindungan. Ia membawa Syifa ke Bulukumba, lalu menyerahkannya kepada seorang lelaki tua bernama Sajuang di kawasan Ela-Ela.

Di rumah sederhana itulah Syifa dibesarkan

Hari-hari berlalu. Tahun demi tahun berganti. Syifa tumbuh sebagaimana anak-anak lain: belajar berjalan, belajar berbicara, belajar mengenal dunia. Namun ada satu ruang kosong yang tidak pernah terisi dalam hidupnya.

Tentang ibu.
Tentang mengapa dirinya ditinggalkan.
Tentang apakah perempuan itu pernah memikirkannya.

Atau setidaknya… merindukannya.

“Dia sering bertanya tentang ibunya,” kata seorang kerabat.

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah benar-benar menemukan jawaban.

Tetapi waktu rupanya tidak menghapus kerinduan. Justru menebalkannya.

Kini, ketika kondisi kesehatannya menurun dan tubuhnya terbaring lemah di rumah sakit, kerinduan itu kembali menyeruak.

Syifa tidak menangis histeris. Ia juga tidak menyimpan amarah yang meledak-ledak kepada perempuan yang meninggalkannya.

Yang tersisa hanya harapan kecil yang terus hidup selama 16 tahun.

Bertemu.
Dipeluk.
Meski hanya sekali.

Kisah Syifa cepat menyentuh banyak orang setelah cerita hidupnya tersebar dari mulut ke mulut dan media sosial. Banyak yang tersentuh oleh ketabahan gadis itu. Tidak sedikit pula yang menawarkan bantuan dan dukungan.

Namun di tengah simpati yang mengalir, ada satu hal yang tetap tidak bisa digantikan siapa pun.

Kasih sayang seorang ibu.

Barangkali, bagi sebagian orang, pelukan adalah hal biasa. Tetapi bagi Syifa, itu adalah kemewahan yang belum pernah ia rasakan sejak lahir.

Dan mungkin, di suatu tempat, ada seorang perempuan yang diam-diam menyimpan luka, rasa takut, atau penyesalan selama bertahun-tahun karena keputusan yang pernah ia ambil di atas kapal itu.

Jika perempuan itu masih hidup dan membaca kisah ini, Syifa tidak datang untuk menuntut.

Ia hanya rindu.
Rindu yang dipendam selama 16 tahun.
Rindu yang kini diucapkan pelan dari ranjang rumah sakit:
“Ibu, di mana?” (\•/)

Sumber berita: Muhammad Zulkifli Ritonga | Disunting ulang oleh AYS Prayogie

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Purwakarta Gelar Upacara HUT Ke-80 Rebuplik Indonesia

    Pemkab Purwakarta Gelar Upacara HUT Ke-80 Rebuplik Indonesia

    • 0Komentar

    Penulis Yosefa Putri Agustina Manalu Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Rebuplik Indonesia di Taman Pasanggarahan Padjadjaran, Alun-Alun Pemkab Purwakarta, Minggu 17 Agustus 2025 pagi. HITVBERITA.COM | Purwakarta — Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih peringatan Hari Ulang […]

  • Mejores casinos online españoles, actualizados mensualmente

    Mejores casinos online españoles, actualizados mensualmente

    • 0Komentar

    Todo el mundo dichos juegos guarda las propias alternativas y no ha transpirado métodos, lo que adjunta cualquier nivel adicional sobre conmoción desplazándolo hacia el pelo desafío para los jugadores. Después, exploraremos cada uno de esos juegos referente a complemento con el fin de que te sea posible conocer preferible sus propiedades y ventajas. Dibaca: […]

  • Taufiq Rahman Apresiasi Penggeledahan BGN, Harap Jadi Momentum Benahi Program MBG

    Taufiq Rahman Apresiasi Penggeledahan BGN, Harap Jadi Momentum Benahi Program MBG

    • 0Komentar

    Langkah Kejaksaan Agung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026), dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat akuntabilitas pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). JAKARTA, HITV — Ketua Dewan Pembina MIO Indonesia sekaligus Ketua Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN), Taufiq Rahman, SH, S.Sos menyampaikan apresiasinya atas langkah […]

  • Evry Joe Tegaskan: Saya Aktor dan Produser Aktif, Tidak Abal-Abal!

    Evry Joe Tegaskan: Saya Aktor dan Produser Aktif, Tidak Abal-Abal!

    • 2Komentar

    HITVBERITA.COM | JAKARTA – Evry Joe menanggapi pernyataan Aspar Paturusi yang mempertanyakan keabsahan dirinya sebagai aktor dan pengurus PB PARFI periode 2020-2025. Menurut Evry Joe, dirinya sudah banyak bermain peran di berbagai film layar lebar dan juga merupakan produser film yang aktif. “Sebaiknya Pak Aspar bertanya kepada orang yang tahu, sudah banyak saya berakting di […]

  • Surat Klarifikasi Media Tak Direspons, Publik Pertanyakan Sikap Kadis Perindag Batam

    Surat Klarifikasi Media Tak Direspons, Publik Pertanyakan Sikap Kadis Perindag Batam

    • 0Komentar

    Hingga lebih dari sepekan sejak dilayangkan secara resmi, surat permintaan klarifikasi yang dikirimkan Redaksi Hitvberita.com kepada Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, belum juga mendapat tanggapan. BATAM | HITV —Sikap diam tersebut memantik pertanyaan publik, terutama di tengah beredarnya video tidak pantas yang diduga melibatkan pejabat bersangkutan. Surat bernomor 011-RED/Khus/Klfks/XII/25 tertanggal 27 Desember 2025 itu secara […]

  • Polres Karimun Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pelabuhan, Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

    Polres Karimun Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pelabuhan, Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

    • 0Komentar

    Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karimun menghadirkan layanan bakti kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Senin (29/6/2026). KARIMUN, HITV – Kegiatan yang dipusatkan di Markas Polsek Kawasan Pelabuhan (KKP) itu menyasar para pengemudi taksi, porter, pengemudi ojek, operator kapal, hingga penumpang pelabuhan domestik maupun internasional. […]

expand_less