PDIP Kalah Telak di Pilkada Purwakarta, Empat Anggota Fraksi Dianggap Jadi Pengkhianat?
- account_circle Abdul Hapid
- calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
- print Cetak

SESAMPAINYA ditempat bapak Ujang Rosadi di Kecamatan Darangdan ternyata sedang ada acara masak-masak liwetan karena katanya mau ada tamu. Tidak lama datang rombongan tamu yang ternyata adalah bapak Abang ijo Hapidin (Calon Wakil Bupati/ Paslon Nomor 01 yang diusung oleh partai lain dan tidak lama kemudian datang ibu Novita (anggota DPRD Purwakarta Fraksi PDI Perjuangan) bersama suami dan kakaknya.
Dan saya baru tahu mereka sudah janjian karena Abang ljo Hapidin habis kampanye di daerah Dapil ibu Novita di Kecamatan Plered. Di rumah bapak Ujang Rosadi dibicarakan bahwa atas arahan Ketua DPC PDI Perjuangan agar bertemu di rumah Ketua Fraksi PDI Perjuangan (Ibu Lina Yuliani) untuk membahas dukungan anggota Fraksi PDI Perjuangan ke paslon 01 (Zeinjo).
Di rumah bapak Ujang Rosadi saya menyaksikan bapak Ujang Rosadi menerima uang dari Abang ijo Hapidin sebagai bantuan masak dan dukungan suara ke Paslon 01. Sekitar habis magrib saya bersama ibu Novita, dan sejumlah pendukung 01 lainnya berangkat ke rumah ibu Lina Yuliani di Kecamatan Purwakarta,
Tidak lama setelah sampai di rumah ibu Lina Yuliani, juga datang ibu Ina Herlina (anggota Fraksi PDI Perjuangan), maka ada 4 anggota Fraksi PDI Perjuangan berkumpul (ibu Lina Yuliani, Ibu Ina Herlina, Ibu Novita dan Bapak Ujang Rosadi).
Di rumah ibu Lina Yuliani di Kota Purwakarta, disampaikan oleh Abang Ijo Hapidin dan sejumlah pendukung 01 lainnya bahwa pertemuan ini didukung dan atas ijin Ketua DPC PDIP Purwakarta bapak Sutisna, bahkan ada Tim 9 Pemenangan PDI Perjuangan sudah bergabung ke paslon 01.
Selain itu, Anggota Fraksi PDI Perjuangan yang hadir diminta tidak bergerak untuk memenangkan pasIon 03 pada Pilkada Kabupaten yang diusung PDI Perjuangan (Anne Ratna Mustika dan Budi Hermawan) dan Paslon 02 Gubernur Jawa Barat (Jeje dan Ronald) yang didukung oleh PDI Perjuangan.
Semua anggota Fraksi PDI Perjuangan menyatakan setuju akan membantu mendukung paslon 01 dan anggota fraksi memberikan arahan titik-titik mana yang harus dijadikan lokasi kampanye dan sosialisasi paslon 01 berikut nama-nama timnya di lapangan. Para anggota fraksi PDIP hanya meminta tidak ikut secara langsung di kegiatan kampanye paslon 01, tapi mendukung penuh paslon 01 dari belakang termasuk suara konstituennya.
Di rumah ibu Ketua Fraksi PDI Perjuangan dengan disaksikan banyak orang, dilakukan penyerahan uang dari Abang ljo Hapidin (calon Wakil Bupati Paslon 01) kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan dan beberapa orang timnya yang ada, yaitu; Ibu Lina Yulani menerima Rp20 juta, suami ibu Lina Yuliani menerima Rp5 juta, Ibu Ina Herlina menerima Rp20 juta, ibu Novita menerima Rp20 juta, suami ibu Novita menerima Rp5 juta dan kakaknya ibu Novita juga menerima Rp5 juta.
“Saya juga diberi uang Rp5 juta, uang tersebut sampai saat ini saya simpan dan tidak digunakan. Karena saya merasa kejadian ini aneh dan tidak wajar, karena bagaimanapun saya adalah kader PDI Perjuangan walau bukan anggota DPRD,” tulis Yadi.
Lalu, sekitar jam 22.00 WIB, saya bersama bapak Asep Milah, bapak Ujang Rosadi, Abang Ijo Hapidin dan sejumlah orang lainnya berangkat menuju rumah Ketua DPC PDI Perjuangan, Sutisna di Desa Cikao Bandung, Kecamata Jatiluhur.
Sampai di rumah Ketua DPC disampaikan bahwa 4 anggota Fraksi PDI Perjuangan sudah bertemu dan sepakat mendukung paslon Bupati 01. Saya baru tahu, ternyata Ketua DPC PDI Perjuangan sudah menjadi relawan pemenangan Paslon Bupati 01. Di sekitar rumah Ketua DPC PDI Perjuangan dijadikan Posko Pemenangan paslon 01. Bahkan saya melihat di rumah Ketua DPC PDI Perjuangan banyak atribut dari paslon 01. Saya juga menyaksikan bapak Abang ljo Hapidin menyerahkan uang dan diterima oleh bapak Sutisna Ketua DPC PDI Perjuangan dalam kantong plastik.
HiTvBerita telah berupaya mengkonfirmasi sejumlah pihak terkait lainnya melalui sambungan selulernya, namun hingga berita ini di publish, para pihak terkait belum bisa dikonfirmasi.
((HI/Network)
Pewarta: Raffa C. Manalu
Contributor: R. Ahdiyat
Editor: Tata Rusmanto
- Penulis: Abdul Hapid






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.
Saat ini belum ada komentar