Rabu, 19 Agu 2026
light_mode

Calon Pengacara Karbitan dan Penyakit Organisasi Advokat Jamuran

  • account_circle Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH
  • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH | Presiden Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia

Profesi advokat sejatinya adalah officium nobile yakni profesi mulia yang mengemban amanah besar dalam menegakkan keadilan dan melindungi hak-hak masyarakat. 

Profesi Mulia yang Tergerus Praktik Instan

Namun, realitas hari ini menunjukkan wajah yang kian buram. Di tengah harapan akan tegaknya supremasi hukum, justru bermunculan calon pengacara karbitan dan organisasi advokat yang tumbuh bak jamur di musim hujan tanpa kualitas, tanpa standar, dan tanpa arah.

Fenomena ini bukan sekadar persoalan etik, melainkan ancaman serius terhadap marwah profesi advokat dan sistem peradilan itu sendiri.

Pengacara Karbitan: Lahir dari Sistem yang Dipermainkan

Istilah “pengacara karbitan” bukan tanpa alasan. Ia menggambarkan sosok yang secara instan “matang” tanpa melalui proses pendidikan, magang, dan pembentukan integritas yang memadai.

• Dalam praktiknya, banyak individu yang: Menganggap profesi advokat sebagai jalan pintas mencari uang.

• Minim pemahaman hukum substantif maupun prosedural

• Tidak memiliki etika profesi yang kuat

Mengabaikan tanggung jawab moral terhadap klien dan pengadilan

Padahal, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat secara tegas mensyaratkan proses panjang: pendidikan khusus profesi advokat (PKPA), ujian, magang, hingga pengangkatan dan sumpah.

Namun sayangnya, standar ini kerap dilonggarkan, bahkan dipermainkan. Akibatnya, lahirlah “advokat instan” yang lebih mengandalkan atribut daripada kapasitas.

Organisasi Advokat Jamuran: Banyak, Tapi Tidak Berkualitas

Masalah tidak berhenti pada individu. Penyakit yang lebih kronis adalah menjamurnya organisasi advokat.

Alih-alih menjadi wadah pembinaan profesional, banyak organisasi justru:
Menjadi “pabrik” kartu advokat

• Mengutamakan kuantitas anggota daripada kualitas

• Tidak memiliki sistem pengawasan etik yang efektif

• Tidak konsisten dalam standar pendidikan dan ujian

Fragmentasi organisasi advokat telah melahirkan dualisme bahkan multiisme kepemimpinan. Tidak ada lagi standar tunggal yang kuat. Setiap organisasi berjalan dengan versinya sendiri bahkan terkadang saling mengklaim legitimasi.

Akibatnya, publik menjadi bingung: siapa advokat yang benar-benar profesional dan siapa yang sekadar “berlabel” ? 

  • Penulis: Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan Saat Liputan Eksekusi Lahan di Ciracas, Tuai Kecaman Keras!

    Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan Saat Liputan Eksekusi Lahan di Ciracas, Tuai Kecaman Keras!

    • 0Komentar

    Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan Saat Liputan Eksekusi Lahan di Ciracas, Tuai Kecaman Keras. (Dok/Foto/Lamaseng) Dugaan kekerasan terhadap jurnalis kembali mengemuka di tengah pelaksanaan tugas peliputan. Insiden ini memantik reaksi keras dari kalangan organisasi pers, yang menilai perlindungan terhadap wartawan masih menjadi persoalan serius. CIRACAS, HITV— Peristiwa kekerasan tersebut dialami oleh Miftahul Munir saat dia tengah […]

  • BEM Se-Kabupaten Lingga Bentuk Aliansi, Perkuat Peran Mahasiswa dalam Isu Lingkungan dan Sosial

    BEM Se-Kabupaten Lingga Bentuk Aliansi, Perkuat Peran Mahasiswa dalam Isu Lingkungan dan Sosial

    • 0Komentar

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Lingga resmi menyatukan langkah dalam sebuah wadah bersama bernama Aliansi BEM Se-Kabupaten Lingga. LINGGA, HITV— Pembentukan aliansi ini menjadi upaya memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus mitra masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang berkembang di daerah. Ketua Aliansi BEM Se-Kabupaten Lingga, […]

  • Halal dan Thayyib: Fondasi Membangun Generasi Emas Indonesia 2045

    Halal dan Thayyib: Fondasi Membangun Generasi Emas Indonesia 2045

    • 0Komentar

    Oleh: Nandan Limakrisna Indonesia tengah berada pada momentum yang sangat menentukan arah masa depannya. PROYEKSI bonus demografi yang akan mencapai puncak pada tahun 2045 menjadi peluang strategis untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah menuju negara maju. Namun, bonus demografi bukanlah jaminan keberhasilan. Ia hanya akan menjadi kekuatan apabila mayoritas penduduk usia produktif […]

  • PSI Kotawaringin Barat Hadiri Rakernas di Makassar, Fokus Perkuat Struktur hingga Tingkat Desa

    PSI Kotawaringin Barat Hadiri Rakernas di Makassar, Fokus Perkuat Struktur hingga Tingkat Desa

    • 0Komentar

    Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026. MAKASSAR | HITV— Sekretaris DPD PSI Kotawaringin Barat, Kistolani Mangun Jaya, saat ditemui awak media HITV disela-sela kegiatan rakernas, ia mengatakan bahwa kegiatan […]

  • Sambut HUT Ke-79 Bhayangkara, Polres Purwakarta Gelar Aksi Donor Darah

    Sambut HUT Ke-79 Bhayangkara, Polres Purwakarta Gelar Aksi Donor Darah

    • 0Komentar

    Kegiatan donor darah terealisasi atas kerja sama antara Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Purwakarta dan Seksi Dokkes Polres Purwakarta. (Dok/Foto/Raffa) Reporter: Raffa Christ Manalu   Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta, Polda Jawa Barat, menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di Aula Tatag Trawang Tungga, Senin (16/6/2025).   […]

  • TMMD ke-128 Ditutup di Bekasi, TNI Tegaskan Desa sebagai Fondasi Ketahanan Nasional

    TMMD ke-128 Ditutup di Bekasi, TNI Tegaskan Desa sebagai Fondasi Ketahanan Nasional

    • 0Komentar

    Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup di Lapangan Bumi Eraska, Jatirangga, Kota Bekasi, Kamis (21/5/2026). BEKASI, HITV — Penutupan program lintas sektoral yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” itu dipimpin langsung Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno. Hadir dalam kegiatan […]

expand_less