Duka Kalimantan untuk Prof. Birutė Mary Galdikas: Dari Masyarakat Adat hingga Pemerintah, Penghormatan Mengalir Penuh Empati
- account_circle Kistolani Mangun Jaya
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Di Pangkalan Bun, prosesi pemakaman Prof. Birutė Mary Galdikas, berlangsung khidmat dan sarat makna, diiringi ritual adat Dayak sebagai bentuk penghormatan terakhir. (dok/foto/Kisto)
Duka mendalam menyelimuti Kalimantan atas kepergian Birutė Mary Galdikas, sosok yang selama puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian orangutan dan hutan tropis Indonesia.
PANGKALAN BUN, HITV — Sejak kabar wafatnya tersebar, gelombang empati pun datang dari berbagai lapisan masyarakat—mulai dari masyarakat adat Dayak, warga lokal, pegiat lingkungan, hingga jajaran pemerintah daerah dan pusat. Semua larut dalam rasa kehilangan atas sosok yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan konservasi di Kalimantan.
- Penulis: Kistolani Mangun Jaya






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.