Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Penangguhan Penahanan Tersangka Kekerasan Wartawan Dikhawatirkan Jadi Preseden Buruk

  • account_circle Nizar
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

Wacana penangguhan ni penahanan terhadap tiga tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan di Kepulauan Bangka Belitung memunculkan kekhawatiran di kalangan insan pers.

PANGKALPINANG, HITV— Frendy Primadana, kontributor TVOne, setelah sempat menjalani pemeriksaan medis dan visum di RSUP Air Anyir Bangka, kini Frendy kembali harus mendapatkan perawatan intensif karena kondisi kesehatannya dikabarkan memburuk. (dok/foto,/Nizar)hanan tersebut dinilai berpotensi menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum, terutama bagi perlindungan jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan.

Sejumlah wartawan di Bangka Belitung menilai perkara kekerasan terhadap pekerja media seharusnya ditangani secara tegas. Penangguhan penahanan terhadap tersangka, terlebih ketika proses hukum sedang berjalan, dikhawatirkan mengirimkan pesan yang keliru mengenai perlindungan terhadap kebebasan pers.

“Penangguhan penahanan terhadap tiga tersangka yang saat ini sudah berada di balik jeruji dikhawatirkan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum, khususnya dalam kasus kekerasan terhadap wartawan,” ujar seorang jurnalis di Bangka Belitung yang mengikuti perkembangan perkara tersebut, Kamis (12/3/2026).

Kasus ini mencuat setelah seorang jurnalis televisi nasional, Frendy Primadana, kontributor TVOne yang akrab disapa Dana, dilaporkan menjadi korban pengeroyokan saat melakukan peliputan di Kabupaten Bangka. Insiden tersebut menyebabkan Dana mengalami luka serius.

Setelah sempat menjalani pemeriksaan medis dan visum di RSUP Air Anyir Bangka, kondisi Dana dilaporkan memburuk. Ia kemudian kembali harus mendapatkan perawatan intensif dan akhirnya dirujuk ke Palembang.

Istri korban, Dinda, mengatakan suaminya baru saja kembali dilarikan ke rumah sakit di Palembang karena kondisi luka yang semakin terasa parah. “Baru saja dibawa lagi ke rumah sakit Palembang. Sebelumnya sempat di rumah sakit Bangka, tapi di sana hanya diperiksa dan diberi obat. Mungkin karena lukanya baru terasa parah,” ujarnya.

Saat ini Dana menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina Palembang. Ia diketahui mengalami patah tulang hidung serta luka serius di bagian mata akibat pengeroyokan yang dialaminya.

Peristiwa kekerasan itu terjadi ketika sejumlah wartawan melakukan peliputan di kawasan gudang PT Putra Mineral Mandiri (PMM) di Jalan Lintas Timur, Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka. Dalam kejadian tersebut, para jurnalis diduga mengalami penyekapan, intimidasi, hingga pemukulan oleh pihak yang berada di lokasi aktivitas perusahaan.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, yakni Maulid, Sahiridi, dan Hazari. Ketiganya saat ini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Selain dugaan pengeroyokan, para tersangka juga disebut sempat mengancam akan membunuh korban serta mengintimidasi para wartawan dengan merekam video sambil melarang kegiatan peliputan. Selain Frendy Primadana, dua jurnalis lain yang menjadi korban adalah Dedy Wahyudi dari Beritafaktual.com dan Wahyu Kurniawan dari Suarapos.com.

Akibat insiden itu, Dedy Wahyudi dilaporkan mengalami luka lebam di bagian wajah akibat pemukulan. Sementara Wahyu Kurniawan turut mengalami tekanan dan intimidasi saat peristiwa berlangsung.

Peristiwa tersebut memicu keprihatinan luas di kalangan jurnalis di Bangka Belitung. Mereka menilai kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kebebasan pers.

Insan pers berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting untuk memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus menjamin perlindungan bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

Hingga kini, penanganan kasus tersebut masih berada di tangan penyidik Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung. Proses penyidikan pun terus berjalan sembari menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Babel

  • Penulis: Nizar

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less