Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Dugaan Pengeroyokan Pengunjung oleh Oknum Keamanan Club Malam Pacific Palace

  • account_circle Ruslan
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • print Cetak

Dugaan tindak kekerasan yang melibatkan oknum petugas keamanan kembali mencoreng dunia hiburan malam di Kota Batam.

BATAM | HITV —  Seorang pengunjung Club Malam Pacific Palace, yang berada di Hotel Pacific Palace, Kecamatan Batu Ampar, dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang yang diduga merupakan bagian dari pengamanan internal tempat hiburan tersebut.

Korban bernama Fransisco Chrons (FC) melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Batu Ampar pada Sabtu (13/12/2025) dini hari.

Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP-B/151/XII/2025/SPKT/Polsek Batu Ampar/Polresta Barelang/Polda Kepulauan Riau. Perkara ini kini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan korban kepada penyidik, insiden bermula saat FC tengah duduk santai di dalam area club. Tanpa alasan jelas, seorang pria yang tidak dikenalnya mendekat dan mengarahkan kamera ponsel ke wajah korban dengan lampu kilat menyala, seolah merekam secara sengaja.

Merasa privasinya terganggu, FC pun menegur pria tersebut secara wajar. Namun teguran itu tidak diindahkan.

Situasi kemudian memanas ketika korban kembali menegur dan melempar tisu kecil sebagai isyarat agar tindakan tersebut dihentikan. Tak lama berselang, pria yang merekam itu diduga melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan. Beberapa petugas kemudian datang dan disebut langsung bersikap represif.

Menurut pengakuan korban, salah seorang petugas keamanan menegurnya dengan nada tinggi, lalu mencekik lehernya. FC sempat berupaya melepaskan diri, namun kembali mengalami tindakan serupa. Dalam kondisi tertekan, korban kemudian dipaksa keluar dari area club.

Kekerasan, menurut korban, tidak berhenti di dalam ruangan. Di depan pintu masuk club, tepatnya di area publik, FC diduga dikeroyok oleh sedikitnya dua orang. Ia mengaku menerima pukulan dan tendangan yang mengarah ke wajah dan tubuhnya. Aksi tersebut disebut berlangsung singkat namun brutal.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka memar, terutama di bagian wajah, pelipis, dan rahang, yang diduga mengalami cedera cukup serius. Hingga kini, korban masih menjalani pemulihan medis.

Korban bernama Fransisco Chrons (FC) usai melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Batu Ampar pada Sabtu (13/12/2025) dini hari. (Dok/Foto/Is/Hitv)

DALAM laporan polisi, FC melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Peristiwa tersebut disebut terjadi sekitar pukul 03.10 WIB di pintu masuk VG Executive Music Hotel Pacific Palace, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar. Para terlapor masih berstatus dalam penyelidikan.

Saat membuat laporan, korban diketahui didampingi sejumlah jurnalis dari berbagai organisasi pers, di antaranya Kumpulan Wartawan Siber Elang Hitam Indonesia dan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI).

Pendampingan tersebut disebut sebagai bentuk solidaritas insan pers terhadap dugaan tindakan kekerasan yang dialami korban.

Diketahui, FC merupakan jurnalis aktif yang tergabung dalam ElangHitamIndonesia.id, anggota Kumpulan Wartawan Siber Elang Hitam, serta pengurus IPJI DPW Kepulauan Riau.

Informasi tersebut disampaikan sebagai latar belakang korban dan tidak dikaitkan langsung dengan motif kejadian.

Kepada penyidik, korban juga menyampaikan dugaan bahwa insiden yang dialaminya tidak sepenuhnya bersifat spontan. Ia mengaku merasa diawasi sebelum kejadian dan menduga adanya upaya memancing situasi yang berujung pada tindakan kekerasan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Club Malam Pacific Palace belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum pengamanan. Pihak kepolisian juga belum menyampaikan pernyataan lanjutan, dengan alasan masih melakukan pendalaman terhadap laporan dan keterangan saksi.

Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat peran petugas keamanan seharusnya menjaga keselamatan dan ketertiban, bukan justru diduga melakukan tindakan kekerasan. Aparat penegak hukum diharapkan dapat menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu, guna menjaga rasa keadilan serta kepercayaan masyarakat. (/*/*/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Kepri

  • Penulis: Ruslan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gudang Elpiji Toko Aneka di Dabo Singkep Disorot, Warga Minta Aspek Keselamatan Diperiksa

    Gudang Elpiji Toko Aneka di Dabo Singkep Disorot, Warga Minta Aspek Keselamatan Diperiksa

    • 0Komentar

    Aktivitas penyimpanan tabung LPG 15 kilogram di gudang Toko Aneka, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, menjadi perhatian warga. LINGGA, HITV – Pasalnya kondisi gudang yang berada di kawasan permukiman dan menyimpan tabung LPG dalam jumlah cukup banyak dinilai perlu mendapat pemeriksaan dari instansi berwenang, terutama menyangkut aspek keselamatan dan kelengkapan perizinan. Pantauan awak media HITV di […]

  • Kembali Berulah, Resedivis Kambuhan Warga Pangkalpinang Diringkus Tim Jatanras Polda Babel

    Kembali Berulah, Resedivis Kambuhan Warga Pangkalpinang Diringkus Tim Jatanras Polda Babel

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM|BABEL,Seorang resedivis kambuhan kembali dibekuk Tim 1 Opsnal Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Bangka Belitung, Sabtu (6/7/24) malam. Ia ditangkap usai melakukan pencurian sepeda motor milik warga Desa Kebintik Bangka Tengah pada awal Juli lalu. “Pelaku yang diamankan ini yakni Iman Sobirin berusia 34 tahun warga Kelurahan Sinar Bulan Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang,”kata Kabid Humas […]

  • Hari Buruh 2026: IJTI Tolak PHK Jurnalis, Sebut Ancaman Nyata bagi Demokrasi

    Hari Buruh 2026: IJTI Tolak PHK Jurnalis, Sebut Ancaman Nyata bagi Demokrasi

    • 0Komentar

    Momentum Hari Buruh Sedunia 2026 dimanfaatkan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) untuk menyuarakan penolakan terhadap gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda industri media nasional. Jakarta || HITV – Di tengah tekanan ekonomi dan disrupsi digital yang terus mengguncang perusahaan media, IJTI menilai PHK massal terhadap jurnalis bukan solusi tepat. Kebijakan tersebut justru dianggap berpotensi […]

  • Gubernur Kalteng Gratiskan Seragam dan Sepatu Sekolah bagi Puluhan Ribu Siswa

    Gubernur Kalteng Gratiskan Seragam dan Sepatu Sekolah bagi Puluhan Ribu Siswa

    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan program bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi lebih dari 60.000 siswa tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) di seluruh wilayah provinsi tersebut. PALANGKA RAYA, HITV— Program bantuan perlengkapan sekolah tersebut, menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga. Peluncuran program itu digelar […]

  • Kapolda Babel Tinjau Dapur SPPG Polri Di Belitung, Pastikan Pembangunan Sudah 90 Persen Selesai

    Kapolda Babel Tinjau Dapur SPPG Polri Di Belitung, Pastikan Pembangunan Sudah 90 Persen Selesai

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Belitung – Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo meninjau langsung pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang berada di Kabupaten Belitung. Ia memastikan bahwa pembangunan SPPG Polri sudah memasuki tahap penyelesaian. “Untuk di Pulau Belitung ada 3, yakni di Belitung, Dendang dan Manggar. Sampai saat ini, seluruhnya hampir selesai 90%,”kata […]

  • Warga Desa Posek Sepakati Lokasi Kampung Nelayan Perikanan, Dipusatkan di RT 01/RW 06 Dusun III

    Warga Desa Posek Sepakati Lokasi Kampung Nelayan Perikanan, Dipusatkan di RT 01/RW 06 Dusun III

    • 0Komentar

    Musyawarah warga Desa Posek, Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, akhirnya menetapkan satu lokasi pembangunan Kampung Nelayan Perikanan setelah melalui pembahasan yang melibatkan pemerintah desa, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat lingkungan, hingga tokoh masyarakat dan pemuda. LINGGA, HITV — Kesepakatan itu dicapai dalam musyawarah desa yang digelar pada Selasa (13/5/2026) di rumah salah seorang warga […]

expand_less