Perkuat Koordinasi Data dan Proses Bisnis, Kemenko Perekonomian Kunjungi Pelabuhan Tanjung Priok
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi dan visitasi ini melibatkan jajaran Pelindo Regional 2 Tanjung Priok bersama Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kemenko Perekonomian. (Dok/Foto/KN/Hitv)
Reporter: Kalaus Naibaho
HITVberita.com | Jakarta — Upaya memperkuat efektivitas dan efisiensi layanan logistik nasional terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui kunjungan tim Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/10/2025), guna memperkuat koordinasi data dan proses bisnis indikator ShipTurnAround Time (TAT) dan Container Dwelling Time (DT).
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi dan visitasi ini melibatkan jajaran Pelindo Regional 2 Tanjung Priok bersama Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kemenko Perekonomian.
Tujuannya dadakan kegiatan tersebut, untuk menyelaraskan data kinerja pelabuhan sebagai bagian dari strategi nasional menurunkan biaya logistik dan memperkuat daya saing logistik global Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Dr. Ismariny, MSc, beserta tim dari Kemenko Perekonomian, Group Head Terminal Kantor Pusat PT Pelindo Andi Hamdani, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, serta para pimpinan terminal operator di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.
Dalam paparannya, Yandri Trisaputra menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam mempercepat rantai logistik nasional.
“Pelabuhan hanyalah salah satu mata rantai dari sistem logistik nasional yang panjang. Pelindo berperan dari sisi operasional pelabuhan—termasuk pengaturan terminal dan proses sandar kapal—namun masih banyak kementerian dan lembaga lain yang turut menentukan kinerja logistik secara keseluruhan,” ujarnya.
“Karena itu, koordinasi dan sinergi yang efisien menjadi kunci untuk menekan biaya logistik hingga level minimum,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Ismariny menyampaikan bahwa pemerintah tengah menargetkan penurunan biaya logistik nasional menjadi 8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Sinergi antara pemerintah dan Pelindo menjadi sangat penting, mengingat Pelindo merupakan operator pelabuhan terbesar di Indonesia yang memegang peran strategis dalam mendorong perbaikan indikator Port Stay dan Cargo Stay,” tutur Ismariny.
Ia menambahkan, harmonisasi data dan penyamaan definisi indikator TAT dan DT diperlukan agar perbaikan kinerja logistik dapat terukur secara nasional dan selaras dengan standar global.
Hasil dari diskusi dan kunjungan ini akan menjadi dasar sinkronisasi data antar lembaga serta penyusunan kebijakan lanjutan dalam mendukung implementasi Rancangan Peraturan Presiden tentang Penguatan Logistik Nasional.
Langkah sinergis ini menjadi bukti komitmen pemerintah dan Pelindo untuk memperkuat daya saing logistik Indonesia, sekaligus menopang visi besar Ekonomi Unggul, Indonesia Maju 2045.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan meninjau Ruang Integrated Planning and Control Pelabuhan Tanjung Priok, tempat di mana aktivitas operasional pelabuhan dapat dipantau secara langsung dan terpadu. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar