PT Rebinmas Jaya Ungkap Fakta Karhutla: 58 Kejadian Dalam 3 Bulan, 75 Persen Dipadamkan di Luar HGU
- account_circle ISWANDI
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

HITVBERITA.COM | BELITUNG – Di tengah musim kemarau panjang yang melanda Pulau Belitung, PT Rebinmas Jaya mencatat total 58 kejadian kebakaran lahan dan hutan (karhutla) pada periode 1 Agustus hingga 26 Oktober. Dari jumlah tersebut, perusahaan menegaskan komitmennya tidak hanya menjaga areal konsesi, tapi juga membantu pemadaman di kebun warga.
Fakta tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Operasional PT Rebinmas Jaya, Chandra, dalam keterangan resminya kepada media. Sabtu,(31/10/2026).
58 Titik Api, Mayoritas di Luar Konsesi
Chandra merinci, dari 58 kejadian itu, hanya 19 titik berada di dalam Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan. Sementara 39 titik lainnya berada di luar HGU atau di lahan masyarakat sekitar perusahaan.
“Menariknya, 19 titik yang di dalam HGU itu sumber apinya justru diduga berasal dari luar. Api merambat masuk ke dalam karena faktor angin kencang atau punang-punang, biasanya terjadi sekitar jam 10.00 – 11.00 WIB,” ungkap Chandra.
Ia menjelaskan, jika dipersentasekan, sekitar 25 persen areal terdampak berada di dalam HGU, sedangkan 75 persen upaya pemadaman yang dilakukan timnya justru berada di luar HGU, murni untuk membantu warga.
Angin Kencang dan Respon Cepat 11 Armada Damkar
Terkait upaya penanggulangan, Chandra menyebut perusahaan telah meningkatkan kapasitas sarana pemadam kebakaran secara signifikan. Jika awalnya hanya memiliki 7 unit damkar, kini menjadi 11 unit.
“Tambahan 4 unit ini adalah hasil modifikasi tangki CPO menjadi armada damkar yang kita kebut dalam waktu 1 minggu. Rinciannya 4 unit kapasitas 8.000 liter dan 7 unit kapasitas 4.000 liter, dengan jangkauan sembur air mencapai 120 meter,” jelasnya.
Untuk pencegahan, perusahaan juga telah membangun 11 unit menara pantau setinggi 15 meter yang tersebar di areal operasional dan sesuai dengan Permen LHK Nomor 5 Tahun 2018. Dalam waktu dekat, akan ditambah 3 unit menara lagi.
Sistem pencegahan dini juga diperkuat melalui Grup WhatsApp K3 dan pembentukan tim jaga api per divisi dengan jadwal jaga mingguan dan nomor kontak siaga yang aktif 24 jam.
Studi Kasus Air Batu dan Daftar Desa yang Dibantu
Chandra mengambil studi kasus paling parah yang terjadi di Desa Air Batu pada hari Minggu sekitar pukul 11.00 WIB siang.
“Saat itu kita kerahkan 3 unit damkar, 2 truk isi ulang atau tandon, dan 1 unit traktor. Kenapa kita bantu kampung dulu? Karena Damkar dari Tanjung butuh waktu 45 menit untuk sampai ke lokasi dan sumber air di sana sangat sulit, bahkan sampai harus menggunakan air untuk pengolahan pabrik,” tutur Chandra.
Menurutnya, prinsip perusahaan adalah membantu warga terlebih dahulu sebelum api merambat lebih luas.
Sejumlah desa yang telah dibantu pemadamannya antara lain Desa Air Batu, Buding, Jangkang, Simpang Tiga, Kacang Butor, hingga Cendil (SD 8 Cendil).
“Di Cendil itu jaraknya jauh dari HGU, murni kebun warga. Kita bantu setelah berkoordinasi dan bertemu langsung dengan Kepala Desanya,” imbuhnya.
Komitmen Zero Burning dan Dana CSR Rp 480 Juta
Chandra menegaskan, perusahaan tetap berkomitmen pada prinsip Zero Burning sesuai SOP Rebinmas Jaya dan himbauan Gubernur terkait larangan pembakaran lahan.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, PT Rebinmas Jaya juga telah menggelontorkan dana CSR khusus penanganan karhutla sebesar sekitar Rp 480 juta, yang digunakan untuk kegiatan sosialisasi, bantuan pemadaman, dan pencegahan bersama masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan karhutla ini butuh kolaborasi semua pihak. Kami berharap masyarakat juga tidak membuka lahan dengan cara membakar,” pungkas Chandra.
(ISWANDI)
- Penulis: ISWANDI
- Editor: REDAKSI HITVBERITA.COM
- Sumber: PT. REBINMAS JAYA






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.