Semangat 17 Agustus Menggema di SMAN 4 Depok
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMAN 4 Depok, Mamad Mahpudin, M.Pd, menyampaikan amanat penuh makna. (Foto/Erwin/HITV)
Penulis: Erwin Lubis
Mentari pagi baru saja muncul ketika halaman SMAN 4 Depok dipenuhi para siswa dengan seragam putih abu-abu yang rapi. Senin (17/8), tepat pukul 07.00 WIB, upacara peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dimulai dengan khidmat.
HITVBERITA.COM | Depok – Barisan siswa dari kelas X hingga XII, para guru, serta tenaga kependidikan berdiri tegap mengikuti jalannya upacara.
Suasana hening tercipta ketika Kelompok Paskibra melangkah pasti membawa Sang Saka Merah Putih. Sejenak, halaman sekolah itu seolah menjadi saksi hidup betapa kuatnya rasa cinta tanah air di dada generasi muda.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMAN 4 Depok, Mamad Mahpudin, M.Pd, menyampaikan amanat penuh makna.
Ia mengingatkan para siswa bahwa peringatan hari kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan semangat perjuangan.
“Anak-anakku yang saya cintai, para pahlawan adalah simbol keberanian, pengorbanan, dan persatuan. Mereka berjuang tanpa pamrih demi masa depan kita sebagai generasi penerus bangsa,” ucap Mamad dengan suara bergetar.
Ia menekankan bahwa perjuangan masa kini tak lagi dengan senjata, melainkan lewat prestasi, disiplin, dan kreativitas. Menurutnya, bangsa yang rajin belajar, berakhlak baik, dan bekerja keras akan mampu bersaing di tengah dunia yang serba cepat.
“Setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah bagian dari perjuangan kita untuk melanjutkan cita-cita bangsa. Semoga semangat 17 Agustus terus menyala dalam hati kita semua,” ujarnya.
MOMEN upacara tahun ini terasa istimewa. Di akhir prosesi, SMAN 4 Depok mencanangkan diri sebagai pelopor Sejuta Pelajar Singer (SPS) untuk Jawa Barat Istimewa.
Kepada Hitvberita.com, Kepala Sekolah SMAN 4 itu menjelaskan bahwa program tersebut terinspirasi dari gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui Panca Waluya dan 7 Kebiasaan Anak Hebat.
“Panca Waluya adalah inisiatif pendidikan berbasis nilai karakter, yakni Cageur (sehat), Bageur (baik), Pinter (pintar), dan Singer (tanggap/gercep). Tujuannya mencetak generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat,” kata Mamad.
Ia menambahkan, program tersebut bukan sekadar konsep pendidikan di ruang kelas, melainkan gerakan kebudayaan yang melibatkan guru, orangtua, hingga masyarakat.
Upacara yang berlangsung lancar itu menutup pagi dengan penuh kesan. Dari wajah-wajah siswa tampak jelas kebanggaan sekaligus tekad untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan cara mereka sendiri.
Di SMAN 4 Depok, semangat 17 Agustus bukan hanya berkibar di tiang bendera, tetapi juga berdenyut dalam langkah-langkah kecil generasi muda yang tengah disiapkan menjadi penerus bangsa. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar