Warga Dihimbau Hindari Kawasan Latihan TNI AL di Singkep Selatan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Paur Intel Lanal DBS Letda Laut (S) Deni Efrida, didampingi Danposbinpuanter Marok Tua Sertu Bek M. Pohan, menyampaikan pesan di depan perangkat desa, RT, dan RW. (Foto/Rus/HITV)
Penulis: Ruslan LGA
Suasana siang di Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, tampak berbeda pada Kamis (28/8/2025). Sejumlah aparat TNI AL dari Lanal DBS hadir di balai desa.
HITVBERITA.COM | Lingga– Mereka bukan sekadar datang bersilaturahmi, melainkan membawa pesan penting terkait kegiatan Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2025 yang kini tengah berlangsung di perairan dan daratan Lingga.
Paur Intel Lanal DBS Letda Laut (S) Deni Efrida, didampingi Danposbinpuanter Marok Tua Sertu Bek M. Pohan, menyampaikan pesan di depan perangkat desa, RT, dan RW.
Dengan suara tegas, ia menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak melintasi kawasan latihan TNI AL di Todak, jalur yang biasanya dilalui warga menuju Dabo Singkep.
“Selama latihan berlangsung, kami mengimbau warga untuk tidak melintas di daerah latihan. Ini demi keselamatan masyarakat sendiri,” ujar Letda Deni.
Jalur Alternatif
BAGI warga yang memiliki kepentingan ke Dabo Singkep, aparat meminta agar memilih jalur alternatif di luar area latihan. Sebab, di kawasan tersebut sedang dilakukan simulasi operasi militer yang melibatkan berbagai peralatan tempur. Risiko kecelakaan akan sangat tinggi bila masyarakat nekat melintas.
Instruksi ini, kata Deni, merupakan perintah langsung Danlanal DBS. Aparat diminta turun ke desa-desa, memastikan imbauan sampai ke masyarakat akar rumput. Tidak hanya di Marok Kecil, sosialisasi juga dilakukan di Desa Resang dan sejumlah wilayah lain di Singkep Selatan.
Antisipasi Dampak
BAGI warga, imbauan ini tentu membawa konsekuensi tersendiri. Jalur menuju Dabo Singkep menjadi lebih jauh, sementara sebagian nelayan harus menyesuaikan jalur pelayaran mereka. Meski begitu, masyarakat umumnya memahami pentingnya menjaga jarak dari kawasan latihan militer.
“Kami mendukung kegiatan ini, walaupun harus sedikit berputar. Yang penting aman,” kata seorang tokoh masyarakat Marok Kecil setelah mendengar sosialisasi.
Latihan Berskala Internasional
LATGABMA Super Garuda Shield (SGS) bukan latihan biasa. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI dan mitra internasional dalam skala besar. Daerah latihan mencakup laut dan darat di Kepulauan Riau, termasuk Lingga, sehingga berpotensi bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat.
Karena itu, langkah sosialisasi dipandang mutlak. Tanpa komunikasi yang baik, potensi kesalahpahaman antara aparat dan warga bisa menimbulkan masalah di lapangan.
Jaga Keselamatan
DI AKHIR sosialisasi, Letda Deni menekankan kembali pesan utamanya: keselamatan warga adalah prioritas.
Tidak hanya di Marok Kecil, sosialisasi juga dilakukan di Desa Resang dan sejumlah wilayah lain di Singkep Selatan. (Foto/Rus/Hitv)
“Latihan ini penting bagi pertahanan negara. Namun keselamatan masyarakat juga harus dijaga,” ujarnya.
Dengan imbauan yang disampaikan langsung ke desa, aparat berharap masyarakat benar-benar memahami dan patuh. Sebab, latihan militer berskala internasional ini bukan hanya tentang strategi perang, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir melindungi rakyatnya, bahkan di tengah dentuman meriam latihan. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar