Edukasi Cegah Uang Palsu, BI Gandeng Warga Lingga Kenali Ciri Keaslian Rupiah
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
- visibility 38
- print Cetak

Foto Kolase: Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau menggelar penyuluhan autentikasi uang kepada masyarakat di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Sabtu, 27 Juli 2025. (Foto/Ruslan/HITV)
Penulis: Ruslan LGA
Upaya mencegah peredaran uang palsu di wilayah pesisir terus diperkuat. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau menggelar penyuluhan autentikasi uang kepada masyarakat di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Sabtu (27/7/2025). Kegiatan edukatif ini diikuti oleh warga, pelajar, serta unsur pemerintahan setempat.
HITVBERITA.COM | Lingga — Penyuluhan yang berlangsung di Gedung Sanggar Praja tersebut mengangkat pentingnya mengenali ciri keaslian uang rupiah. BI hadir melalui Tim Edukasi Rupiah Berkualitas (ERB), bersama narasumber Panca Gunawan dan Sofian Hadi, untuk menyampaikan materi secara langsung kepada peserta.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menggunakan rupiah, tetapi juga memahami ciri-ciri keasliannya. Ini penting untuk melindungi diri dari kerugian akibat uang palsu,” kata Sofian Hadi, mewakili Tim ERB BI Kepulauan Riau.
Dalam penyuluhan ini, masyarakat dikenalkan dengan metode 3D— Dilihat, Diraba, Diterawang —sebagai cara praktis untuk memverifikasi keaslian uang. Peserta juga diberikan pemahaman tentang peran BI sebagai bank sentral, mulai dari pencetakan, pengedaran, hingga penarikan uang yang tidak layak edar.
“Setiap lembar rupiah membawa makna simbolik sebagai alat pembayaran yang sah dan lambang kedaulatan negara. Karena itu, penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap uang yang beredar,” ujar Panca Gunawan dalam pemaparannya.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Camat Singkep Agustiar, Danramil 04 Dabo Singkep Kapten Arm Ismarli Koto, perwakilan KRI Hasan Basri 382, serta Ketua Bawaslu Kabupaten Lingga, Fidya Asrina. Hadir pula lurah dan kepala desa se-Kecamatan Singkep, serta perwakilan dari SMA dan masyarakat umum.
Menurut Camat Singkep, kegiatan semacam ini menjadi ruang dialog yang strategis.
“Kami berharap penyuluhan ini menumbuhkan kewaspadaan warga terhadap potensi peredaran uang palsu, terutama di wilayah dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus bertumbuh,” katanya.
Melalui pendekatan literasi yang menyentuh langsung ke masyarakat, BI berharap upaya kolektif menjaga kualitas dan kredibilitas rupiah dapat semakin kuat. Tidak hanya sebagai bagian dari sistem pembayaran yang aman, tetapi juga sebagai wujud kedaulatan ekonomi bangsa. (/*/*/)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar