Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Menjaga Jalan, Menjaga Harapan: Suara Driver Ojol dari Pangkalan Bun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • print Cetak

Menjaga Jalan, Menjaga Harapan: Suara Driver Ojol dari Pangkalan Bun

Penulis: Kistolani Mangun Jaya

Pagi baru saja beranjak. Udara di Pangkalan Bun masih bercampur antara embun dan debu jalanan ketika puluhan pengemudi ojek online (ojol) bergegas menuju lapangan praktik uji SIM Satlantas Polres Kotawaringin Barat, Senin (1/9/2025). Jaket hijau dan hitam yang mereka kenakan tampak lusuh, sebagian basah oleh keringat karena menuntaskan beberapa order sebelum mengikuti pelatihan.

HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun – Hari itu, Polres Kobar menggelar pelatihan safety riding. Bagi sebagian besar pengemudi, acara ini bukan sekadar belajar teknik pengereman mendadak atau menjaga jarak aman, melainkan kesempatan langka untuk didengar.

“Kalau di jalan, kami lebih sering dianggap mengganggu lalu lintas ketimbang pekerja yang mencari nafkah. Padahal, kami punya keluarga yang harus makan,” ujar Asep, salah seorang pengemudi ojol, sambil merapikan helm yang sudah mulai terkelupas catnya.

SEHARI-hari, para pengemudi ojol di Pangkalan Bun memulai aktivitas sejak fajar. Pesanan pertama biasanya datang dari pelanggan yang membutuhkan tumpangan ke pasar atau kantor. Di siang hari, sebagian besar mereka beralih mengantar makanan atau belanja daring.

“Kadang seharian bisa dapat sepuluh order, kadang hanya tiga. Tidak ada yang pasti. Kalau hujan deras, ya bisa kosong sama sekali,” kata Junaidi, pengemudi lain yang sudah tiga tahun bergabung dengan aplikasi transportasi daring.

Pendapatan yang tak menentu membuat banyak pengemudi bekerja lebih dari 12 jam sehari.

“Kalau tidak kejar target, dapur bisa tidak ngebul. Tapi semakin lama di jalan, risiko juga makin besar. Pernah jatuh, masuk rumah sakit, tapi biaya tanggung sendiri,” ujar Junaidi lirih.

KEKHAWATIRAN terbesar para pengemudi adalah soal keselamatan kerja. Tidak semua terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Ketika kecelakaan terjadi, beban biaya medis menjadi tanggung jawab pribadi.

“Kami ini rentan sekali. Setiap hari di jalan, tapi perlindungan sosial belum jelas. Kami berharap ada regulasi yang bisa melindungi,” kata Asep, yang hari itu dipercaya mewakili suara rekan-rekannya.

Selain perlindungan, ruang komunikasi juga menjadi sorotan. Menurut mereka, pemerintah daerah maupun kepolisian jarang membuka kanal resmi untuk berdialog.

“Kami butuh wadah. Jangan hanya mengundang kalau ada acara formal. Harus ada pertemuan rutin, komunikasi terbuka,” tegas Asep.

MESKI menghadapi berbagai keterbatasan, komunitas driver ojol di Pangkalan Bun tetap memilih jalan damai. Mereka sepakat menolak aksi turun ke jalan yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

“Kami sudah sepakat, tidak ada demo, tidak ada aksi provokatif. Kami ingin Pangkalan Bun tetap aman. Tapi jangan hanya minta kami menjaga kondusifitas, kami pun ingin diajak bicara,” ujar ketua komunitas.

Ia menambahkan, format acara seperti safety riding belum cukup untuk menampung semua suara.

“Kalau hanya sebatas latihan berkendara, waktunya terlalu sempit untuk berdiskusi. Padahal, unek-unek kami banyak. Kalau begini terus, mungkin ke depan kami pikir-pikir untuk ikut,” katanya blak-blakan.

KAPOLRES Kobar AKBP Theodorus Priyo Santosa yang hadir dalam kegiatan itu mendengar langsung keluhan para pengemudi. Ia mengaku terbuka untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.

“Masukan ini sangat penting. Bukan hanya soal keselamatan berkendara, tetapi juga komunikasi dua arah. Kami siap memfasilitasi pertemuan yang lebih terbuka dan intensif,” kata Theodorus.

Beberapa pengemudi tampak tersenyum menerima perlengkapan sederhana itu. Namun di balik senyum, tersimpan harapan yang jauh lebih besar. (Foto/Kisto/HITV)

KEGIATAN pagi itu ditutup dengan pembagian helm dan rompi reflektif. Beberapa pengemudi tampak tersenyum menerima perlengkapan sederhana itu.

Namun di balik senyum, tersimpan harapan yang jauh lebih besar: agar suara mereka tak lagi sekadar bisikan di jalanan, melainkan benar-benar terdengar di ruang pengambilan kebijakan. (///)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden!

    Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden!

    • 0Komentar

    Gus Miftah Maulana Habiburrahman, pendakwah kondang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Keputusan ini disampaikan Gus Miftah dalam konferensi pers di pesantren yang ia asuh pada Jumat, 6 Desember 2024. (Dok/Foto/RA) HITVBERITA.COM | JAKARTA – Dalam pernyataannya itu, Gus […]

  • Pesta Panen Adat Paenge Resmi Warisan Budaya Takbenda 2025

    Pesta Panen Adat Paenge Resmi Warisan Budaya Takbenda 2025

    • 0Komentar

    Penulis: Syamsu Marlin Masyarakat Kabupaten Barru khususnya Birue, Desa Siawung patut bangga atas tradisi leluhur yang diwariskan, Pesta Panen Adat Paenge, resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2025 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. HITVBERITA.COM | Barru – Penetapan diumumkan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025 yang digelar di Hotel Sutasoma Dharmawangsa, […]

  • Brata Tridharma Sematkan Pin HMNI, Tandai Awal Kiprah Organisasi di Sumatera Barat

    Brata Tridharma Sematkan Pin HMNI, Tandai Awal Kiprah Organisasi di Sumatera Barat

    • 0Komentar

    Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI), Brata Tridharma, melantik Ketua Wilayah HMNI Provinsi Sumatera Barat dalam kunjungan kerjanya ke Pelabuhan Perikanan Samudra Bungus, Kamis (19/2/2026). PADANG, HITV— Pelantikan yang dirangkai dengan penyematan pin organisasi tersebut menjadi penanda dimulainya kiprah resmi HMNI di Ranah Minang. Dalam kesempatan itu, Brata tidak hanya melantik […]

  • Bupati Garut Sampaikan Nota Raperda APBD 2026 Pada Rapat Paripurna DPRD

    Bupati Garut Sampaikan Nota Raperda APBD 2026 Pada Rapat Paripurna DPRD

    • 0Komentar

    Penulis: Kang Aden‎ Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut Penyampaian Nota Tahun 2026, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tema Pemenuhan Infrastruktur Dasar dan Peningkatan Pelayanan Publik, di Ruang Rapat DPRD Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (15/9/2025).‎ ‎HITVBERITA.COM | Garut – Bupati merinci struktur anggaran secara […]

  • Reformasi Hukum dan RUU Perampasan Aset yang Diabaikan

    Reformasi Hukum dan RUU Perampasan Aset yang Diabaikan

    • 0Komentar

    Oleh: Pitra Romadoni Nasution (Presiden Petisi Ahli) Reformasi hukum di Indonesia hingga hari ini masih menyisakan pekerjaan rumah yang sangat besar, khususnya dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan ekonomi. Salah satu instrumen penting yang sejak lama dinantikan namun terus mengalami stagnasi adalah Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Ironisnya, di tengah maraknya praktik korupsi […]

  • Diaspora Indonesia San Francisco Luncurkan Program Bahasa Inggris di Belitung

    Diaspora Indonesia San Francisco Luncurkan Program Bahasa Inggris di Belitung

    • 1Komentar

    Hitvberita.com | Tanjungpandan Program pengembangan kemampuan bahasa Inggris untuk pelajar daerah kembali digaungkan. Kali ini, kolaborasi antara komunitas diaspora Indonesia di San Francisco dengan Pemerintah Kabupaten Belitung menghasilkan sebuah inisiatif bertajuk “BERCERITA” yang secara resmi diluncurkan pada Selasa (15/4/2025) di ruang rapat Pemkab Belitung, Tanjungpandan. Peluncuran program tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar […]

expand_less