Selasa, 20 Okt 2026
dark_mode

Paenge, Janji Leluhur yang Menjadi Kebanggaan Nusantara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • print Cetak

Bupati Barru, And Ina Kartika Sari, saat menghadiri acara pesta panen adat Paenge, baru-baru ini di Birue. (Foto: Mumas IKP)

                Oleh: Syamsu Marlin.                    (Reporter hitvberita.com)

Sebuah dusun kecil bernama Birue, di Desa Siawung, Kecamatan Barru, ada kisah lama yang masih berdenyut hingga kini. Kisah itu bukan sekadar tentang pesta panen, melainkan ten-tang janji, harapan, dan rasa syukur yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tradisi itu bernama Pesta Panen Adat Paenge, sebuah ritual yang lahir dari masa sulit. Dahulu, masyarakat Birue pernah dilanda gagal panen.

Putus asa hampir merenggut semangat hidup mereka, hingga seorang Ketua Adat, Indo Lolo, mengucap nazar: jika panen berikutnya berhasil, maka akan digelar pesta syukur sebagai wujud terima kasih kepada Sang Pencipta.

Janji sederhana itu mengubah segalanya. Warga kembali ke sawah dengan tekad baru dan akhirnya panen berikutnya benar-benar melimpah. Sejak itulah nazar dijaga, dirawat, dan dijadikan tradisi tetap dalam kalender budaya Birue.

Pusat acara selalu berlangsung di Sumber Mata Air Paenge, sebuah titik yang tak sekadar mengalirkan air, tetapi juga kehidupan. Dahulu ada pohon besar bernama paenge, menaungi tempat itu, memberi nama sekaligus makna.

Dari sumber inilah ritual di mulai dan berakhir, seakan menegaskan bahwa hidup berawal dan bermuara pada air, tanah, dan doa.

Hingga kini, pemangku adat, Bapak Semmali dan Ibu Imaiseng, masih setia menjaga jalannya tradisi. Mereka menanti waktu baik untuk memulai. Ada makan bersama di tepi sumber air yang hanya diikuti kaum lelaki, ada Mappadendang, ketika alu menabuh lesung selama tiga hari tiga malam, dan ada prosesi Ma’jenne-Jenne, mandi bersama di mana tamu dengan kedudukan tertinggi justru harus menerima siraman pertama. Simbol bahwa keberkahan harus menyebar, dari yang terhormat hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

Di akhir pesta, perempuan anggun dalam baju bodo menghadirkan hidangan penuh warna, layaknya jamuan Hari Raya. Semua orang duduk bersama, tanpa sekat, tanpa kasta, yang ada hanyalah kebersamaan dalam syukur.

Kini, ketika Pesta Panen Adat Paenge ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, masyarakat Barru, khususnya Dusun Birue, merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Tradisi ini bukan lagi hanya milik mereka, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia.

Pengakuan itu seakan menyampaikan pesan sederhana namun abadi: bahwa hidup selalu berakar pada tanah yang kita pijak, air yang kita teguk, doa yang kita panjatkan, dan rasa syukur yang kita rayakan bersama.Reporter hitvberita.com)

Di sebuah dusun kecil bernama Birue, di Desa Siawung, Kecamatan Barru, ada kisah lama yang masih berdenyut hingga kini. Kisah itu bukan sekadar tentang pesta panen, melainkan tentang janji, harapan, dan rasa syukur yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tradisi itu bernama Pesta Panen Adat Paenge, sebuah ritual yang lahir dari masa sulit. Dahulu, masyarakat Birue pernah dilanda gagal panen.

Putus asa hampir merenggut semangat hidup mereka, hingga seorang Ketua Adat, Indo Lolo, mengucap nazar: jika panen berikutnya berhasil, maka akan digelar pesta syukur sebagai wujud terima kasih kepada Sang Pencipta.

Janji sederhana itu mengubah segalanya. Warga kembali ke sawah dengan tekad baru dan akhirnya panen berikutnya benar-benar melimpah. Sejak itulah nazar dijaga, dirawat, dan dijadikan tradisi tetap dalam kalender budaya Birue.

Pusat acara selalu berlangsung di Sumber Mata Air Paenge, sebuah titik yang tak sekadar mengalirkan air, tetapi juga kehidupan. Dahulu ada pohon besar bernama paenge, menaungi tempat itu, memberi nama sekaligus makna.

Dari sumber inilah ritual di mulai dan berakhir, seakan menegaskan bahwa hidup berawal dan bermuara pada air, tanah, dan doa.

Hingga kini, pemangku adat, Bapak Semmali dan Ibu Imaiseng, masih setia menjaga jalannya tradisi. Mereka menanti waktu baik untuk memulai. Ada makan bersama di tepi sumber air yang hanya diikuti kaum lelaki, ada Mappadendang, ketika alu menabuh lesung selama tiga hari tiga malam, dan ada prosesi Ma’jenne-Jenne, mandi bersama di mana tamu dengan kedudukan tertinggi justru harus menerima siraman pertama. Simbol bahwa keberkahan harus menyebar, dari yang terhormat hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

Di akhir pesta, perempuan anggun dalam baju bodo menghadirkan hidangan penuh warna, layaknya jamuan Hari Raya. Semua orang duduk bersama, tanpa sekat, tanpa kasta, yang ada hanyalah kebersamaan dalam syukur.

Kini, ketika Pesta Panen Adat Paenge ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, masyarakat Barru, khususnya Dusun Birue, merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Tradisi ini bukan lagi hanya milik mereka, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia.

Pengakuan itu seakan menyampaikan pesan sederhana namun abadi: bahwa hidup selalu berakar pada tanah yang kita pijak, air yang kita teguk, doa yang kita panjatkan, dan rasa syukur yang kita rayakan bersama.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Purwakarta Tegas Menolak Dana BSU Terhadap Seluruh Anggota DPRD di Purwakarta

    Ketua DPRD Purwakarta Tegas Menolak Dana BSU Terhadap Seluruh Anggota DPRD di Purwakarta

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • 0Komentar

    Penulis Raffa Christ Manalu Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami mengundang Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Purwakarta dan Pejabat PT. Pos Indonesia Cabang Purwakarta guna mengklarifikasi terkait 35 anggota DPRD di Kabupaten Purwakarta yang masuk daftar sebagai penerima dana Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Pemerintah. HITVBERITA.COM | Purwakarta – Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPRD […]

  • Semrawut Kabel dan Tiang Wi-Fi Tak Berizin di Kabupaten Bogor Disorot Aktivis

    Semrawut Kabel dan Tiang Wi-Fi Tak Berizin di Kabupaten Bogor Disorot Aktivis

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    Maraknya pemasangan tiang dan jaringan Wi-Fi oleh sejumlah pengusaha penyedia layanan internet di berbagai wilayah Kabupaten Bogor kian memantik sorotan publik. BOGOR | HITV –  Kondisi tersebut dinilai mencerminkan buruknya tata kelola ruang serta lemahnya pengawasan pemerintah daerah terhadap pemanfaatan fasilitas umum dan aset milik negara. Pantauan di lapangan menunjukkan, tiang Wi-Fi berdiri di atas […]

  • Siswa SMA di Sergai Meninggal, Keluarga Desak Polisi Usut Dugaan Kekerasan

    Siswa SMA di Sergai Meninggal, Keluarga Desak Polisi Usut Dugaan Kekerasan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    Seorang pelajar sekolah menengah atas berinisial RA (16), warga Dusun IV Desa Gempolan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di dua rumah sakit. SERGAI, HITV —  Kematian korban diduga berkaitan dengan tindak kekerasan dan kini kasusnya tengah ditangani aparat kepolisian. Informasi yang dihimpun awak media HITV menyebutkan, korban ditemukan dalam […]

  • Kodim 0502/JU Gelar Hanmars 10 Kilometer, Uji Ketahanan Fisik Prajurit

    Kodim 0502/JU Gelar Hanmars 10 Kilometer, Uji Ketahanan Fisik Prajurit

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    Komando Distrik Militer (Kodim) 0502/Jakarta Utara menggelar kegiatan Peraturan Satuan Jalan Militer (PSJM) Hanmars sejauh 10 kilometer, Jumat (22/5/2026). JAKARTA UTARA, HITV — Kegiatan ini menjadi bagian dari program latihan Staf Operasi bidang latihan guna menjaga kesiapan dan daya tahan fisik prajurit di wilayah teritorial Jakarta Utara. Kegiatan dipimpin langsung Dandim 0502/JU Kolonel Inf Mohammad […]

  • Ismail Soroti Penegakan Hukum Mabes Polri di Batam, Minta Jangan Tebang Pilih

    Ismail Soroti Penegakan Hukum Mabes Polri di Batam, Minta Jangan Tebang Pilih

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • 0Komentar

    Ketua Umum Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, mendukung langkah penegakan hukum yang dilakukan Mabes Polri di Kota Batam. Namun, ia meminta setiap tindakan hukum dilakukan secara transparan, objektif, dan tidak tebang pilih. BATAM, HITV — Menurut Ismail, penindakan terhadap tempat yang diduga berkaitan dengan narkoba, perjudian, maupun aktivitas ilegal lainnya merupakan bagian penting […]

  • Usai Curi Motor, Seorang Pemuda Warga Gadung Diringkus Sat Reskrim Polres Basel

    Usai Curi Motor, Seorang Pemuda Warga Gadung Diringkus Sat Reskrim Polres Basel

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM-BASEL,Seorang pemuda berinisial DA alias Riyun (26) berhasil diringkus Tim Sat Reskrim Polres Bangka Selatan pada Rabu (26/6/24). Pelaku diringkus usai diduga melakukan pencurian sepeda motor milik warga Kelurahan Teladan Bangka Selatan pada bulan Mei lalu. Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Jojo Sutarjo mengatakan pelaku yang diamankan merupakan warga Desa Gadung Kecamatan Toboali […]

expand_less