Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Paenge, Janji Leluhur yang Menjadi Kebanggaan Nusantara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • print Cetak

Bupati Barru, And Ina Kartika Sari, saat menghadiri acara pesta panen adat Paenge, baru-baru ini di Birue. (Foto: Mumas IKP)

                Oleh: Syamsu Marlin.                    (Reporter hitvberita.com)

Sebuah dusun kecil bernama Birue, di Desa Siawung, Kecamatan Barru, ada kisah lama yang masih berdenyut hingga kini. Kisah itu bukan sekadar tentang pesta panen, melainkan ten-tang janji, harapan, dan rasa syukur yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tradisi itu bernama Pesta Panen Adat Paenge, sebuah ritual yang lahir dari masa sulit. Dahulu, masyarakat Birue pernah dilanda gagal panen.

Putus asa hampir merenggut semangat hidup mereka, hingga seorang Ketua Adat, Indo Lolo, mengucap nazar: jika panen berikutnya berhasil, maka akan digelar pesta syukur sebagai wujud terima kasih kepada Sang Pencipta.

Janji sederhana itu mengubah segalanya. Warga kembali ke sawah dengan tekad baru dan akhirnya panen berikutnya benar-benar melimpah. Sejak itulah nazar dijaga, dirawat, dan dijadikan tradisi tetap dalam kalender budaya Birue.

Pusat acara selalu berlangsung di Sumber Mata Air Paenge, sebuah titik yang tak sekadar mengalirkan air, tetapi juga kehidupan. Dahulu ada pohon besar bernama paenge, menaungi tempat itu, memberi nama sekaligus makna.

Dari sumber inilah ritual di mulai dan berakhir, seakan menegaskan bahwa hidup berawal dan bermuara pada air, tanah, dan doa.

Hingga kini, pemangku adat, Bapak Semmali dan Ibu Imaiseng, masih setia menjaga jalannya tradisi. Mereka menanti waktu baik untuk memulai. Ada makan bersama di tepi sumber air yang hanya diikuti kaum lelaki, ada Mappadendang, ketika alu menabuh lesung selama tiga hari tiga malam, dan ada prosesi Ma’jenne-Jenne, mandi bersama di mana tamu dengan kedudukan tertinggi justru harus menerima siraman pertama. Simbol bahwa keberkahan harus menyebar, dari yang terhormat hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

Di akhir pesta, perempuan anggun dalam baju bodo menghadirkan hidangan penuh warna, layaknya jamuan Hari Raya. Semua orang duduk bersama, tanpa sekat, tanpa kasta, yang ada hanyalah kebersamaan dalam syukur.

Kini, ketika Pesta Panen Adat Paenge ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, masyarakat Barru, khususnya Dusun Birue, merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Tradisi ini bukan lagi hanya milik mereka, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia.

Pengakuan itu seakan menyampaikan pesan sederhana namun abadi: bahwa hidup selalu berakar pada tanah yang kita pijak, air yang kita teguk, doa yang kita panjatkan, dan rasa syukur yang kita rayakan bersama.Reporter hitvberita.com)

Di sebuah dusun kecil bernama Birue, di Desa Siawung, Kecamatan Barru, ada kisah lama yang masih berdenyut hingga kini. Kisah itu bukan sekadar tentang pesta panen, melainkan tentang janji, harapan, dan rasa syukur yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tradisi itu bernama Pesta Panen Adat Paenge, sebuah ritual yang lahir dari masa sulit. Dahulu, masyarakat Birue pernah dilanda gagal panen.

Putus asa hampir merenggut semangat hidup mereka, hingga seorang Ketua Adat, Indo Lolo, mengucap nazar: jika panen berikutnya berhasil, maka akan digelar pesta syukur sebagai wujud terima kasih kepada Sang Pencipta.

Janji sederhana itu mengubah segalanya. Warga kembali ke sawah dengan tekad baru dan akhirnya panen berikutnya benar-benar melimpah. Sejak itulah nazar dijaga, dirawat, dan dijadikan tradisi tetap dalam kalender budaya Birue.

Pusat acara selalu berlangsung di Sumber Mata Air Paenge, sebuah titik yang tak sekadar mengalirkan air, tetapi juga kehidupan. Dahulu ada pohon besar bernama paenge, menaungi tempat itu, memberi nama sekaligus makna.

Dari sumber inilah ritual di mulai dan berakhir, seakan menegaskan bahwa hidup berawal dan bermuara pada air, tanah, dan doa.

Hingga kini, pemangku adat, Bapak Semmali dan Ibu Imaiseng, masih setia menjaga jalannya tradisi. Mereka menanti waktu baik untuk memulai. Ada makan bersama di tepi sumber air yang hanya diikuti kaum lelaki, ada Mappadendang, ketika alu menabuh lesung selama tiga hari tiga malam, dan ada prosesi Ma’jenne-Jenne, mandi bersama di mana tamu dengan kedudukan tertinggi justru harus menerima siraman pertama. Simbol bahwa keberkahan harus menyebar, dari yang terhormat hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

Di akhir pesta, perempuan anggun dalam baju bodo menghadirkan hidangan penuh warna, layaknya jamuan Hari Raya. Semua orang duduk bersama, tanpa sekat, tanpa kasta, yang ada hanyalah kebersamaan dalam syukur.

Kini, ketika Pesta Panen Adat Paenge ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, masyarakat Barru, khususnya Dusun Birue, merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Tradisi ini bukan lagi hanya milik mereka, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia.

Pengakuan itu seakan menyampaikan pesan sederhana namun abadi: bahwa hidup selalu berakar pada tanah yang kita pijak, air yang kita teguk, doa yang kita panjatkan, dan rasa syukur yang kita rayakan bersama.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Massa AMPP Gelar Aksi Damai, Tuntut Kajari Purwakarta Tuntaskan Kasus Gratifikasi

    Ratusan Massa AMPP Gelar Aksi Damai, Tuntut Kajari Purwakarta Tuntaskan Kasus Gratifikasi

    • 0Komentar

    PURWAKARTA | Ratusan masyarakat Purwakarta, Jawa Barat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Purwakarta (AMPP) menggelar aksi damai di depan kantor Kejari Purwakarta, pada Rabu, 26 Juni 2024. Aksi damai yang mereka lakukan dalam rangka memberikan dukungan moral kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejar) Purwakarta guna menuntaskan penanganan kasus dugaan gratifikasi yang menyangkut pautkan nama mantan […]

  • Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

    Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

    • 0Komentar

    Presiden Jokowi menerima Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019). Dalam pertemuan, Jokowi menyampaikan pentingnya konsep kerja sama Indo-Pasifik terkait nasib muslim Rohingya di Kota Rakhine, Myanmar. “Mengenai masalah Rakhine State, Presiden menyampaikan pentingnya keterlibatan ASEAN dalam membantu Myanmar di dalam mempersiapkan repatriasi yang sukarela, damai, dan bermartabat,” kata […]

  • Sekda Purwakarta Bersama Jajaran Gelar Pawai Obor Malam Tahun Baru 1446 Hijriah

    Sekda Purwakarta Bersama Jajaran Gelar Pawai Obor Malam Tahun Baru 1446 Hijriah

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM PURWAKARTA | Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah, Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Norman Nugraha bersama jajarannya melakukan pawai obor di mulai dari Pos Polisi pasar Jum’at berjalan kaki sampai depan panggung yang telah disediakan sebelumnya di pertigaan Pemkab Purwakarta, pada Sabtu, 6 Juli 2024 malam. Pantauan dilapangan, saat pawai obor tersebut, Norman […]

  • Bos Rental Ditembak, Diduga Oknum TNI AL Terlibat!

    Bos Rental Ditembak, Diduga Oknum TNI AL Terlibat!

    • 0Komentar

    Seorang Bos Rental Mobil bernama Ilyas Abdurrahman (49) tewas tertembak, yang diduga dilakukan oleh Oknum anggota TNI AL pada hari Kamis 2 Januari 2025, di Rest Area KM 45 Tol Jakarta-Merak atau Tol Tangerang. HITVBERITA.COM | JAKARTA – Menurut keterangan anak korban yang bernama Rizky, ketika ditemui dirumahnya di kawasan Rajeg Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, […]

  • Polres Bireuen Tangkap 7 Pelaku Penganiayaan Dengan Senjata Api

    Polres Bireuen Tangkap 7 Pelaku Penganiayaan Dengan Senjata Api

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Bireuen – Polres Bireuen melalui tim gabungan Satreskrim berhasil mengungkap kasus penganiayaan dengan senjata api, yang terjadi di Kecamatan Peudada Bireuen, Aceh, pada 27 Juli 2024 lalu. Kapolres Bireuen AKBP Jatmiko, mengatakan dari pengungkapan kasus itu, tujuh tersangka berhasil ditangkap di lokasi terpisah dan menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata api laras […]

  • Polres Belitung Gelar Tabur Bunga di Laut, Wujud Penghormatan Di Hari Bhayangkara ke-79

    Polres Belitung Gelar Tabur Bunga di Laut, Wujud Penghormatan Di Hari Bhayangkara ke-79

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Belitung – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Polres Belitung melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) menggelar upacara tabur bunga di perairan Belitung pada Senin pagi, 23 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung di Mako Sat Polairud Polres Belitung ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan Polri yang telah […]

expand_less