Rabu, 3 Jun 2026
light_mode

Baru Terima 60 Persen Dana, Bumdes Mulyasari Tetap Jalankan Program Produktif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • print Cetak

Penulis: Rolla Mutiara M 

Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mulyasari di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, baru menerima 60 persen dari total alokasi Dana Desa yang seharusnya diterima untuk tahun anggaran 2025. Meski pencairan belum tuntas, pengelola Bumdes tetap menjalankan program-program produktif demi mendukung kemandirian ekonomi desa.

HITVBERITA.COM | Garut — Hingga awal Oktober 2025, dana yang telah diterima Bumdes Mulyasari tercatat sebesar Rp125.345.000 dari total Rp209.256.200, sesuai ketentuan alokasi 20 persen dari Dana Desa. Sisa dana masih menunggu proses pencairan tahap selanjutnya.

Dana yang sudah diterima digunakan untuk dua program utama. Sekitar Rp62.600.000 dialokasikan untuk pinjaman bergulir guna mendukung pembangunan desa. Adapun Rp61.680.000 dimanfaatkan untuk pengembangan usaha produktif, yakni budidaya ikan lele dan ikan tawar di Dusun 1 dan Dusun 3, masing-masing sebesar Rp30.840.000.

Bendahara Bumdes Mulyasari, Dedi, S.Ag, mengatakan bahwa keterbatasan dana tidak menyurutkan langkah mereka dalam menggerakkan roda ekonomi desa.

Bendahara Bumdes Mulyasari, Dedi adanya keterbatasan dana, tidak menyurutkan pihaknya untuk terus menggerakkan ekonomi desa. (Foto/Aden/hitv)

“Kami tidak menunggu dana cair sepenuhnya untuk mulai bergerak. Di tengah keterbatasan, kami menanam harapan. Setiap kolam yang kami isi bukan sekadar air dan benih, tetapi juga mimpi warga untuk hidup lebih baik,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

Dedi menekankan bahwa pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan melibatkan partisipasi warga dalam setiap tahap perencanaan maupun pelaksanaan. Ia menilai, kehadiran Bumdes tidak sekadar sebagai lembaga usaha, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran kemandirian bagi desa.

“Bumdes bukan hanya soal usaha, tapi tentang bagaimana desa belajar berdiri di atas kaki sendiri. Kami percaya, ketika desa diberi ruang dan kepercayaan, desa akan menjawabnya dengan kerja nyata,” katanya.

Budidaya ikan lele salah satu program berkelanjutan yang digagas oleh BUMDES Mulyasari. (Foto/Aden/hitv)

Program budidaya ikan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa, sekaligus menjawab tantangan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (///)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Titik Temu: PWI Satu Langkah Lebih Dekat ke Kongres!

    Menuju Titik Temu: PWI Satu Langkah Lebih Dekat ke Kongres!

    • 0Komentar

    Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), masing masing versi Kongres Bandung Hendry Ch Bangun dan Kongres Luar Biasa (KLB) Jakarta, Zulmansyah Sekedang, lakukan jabat komando seusai menandatangani SK Panitia Bersama Kongres Persatuan. Oleh AYS Prayogie   Di sebuah ruangan sederhana di kantor Dewan Pers, Jumat (13/6/2025) siang, dua tokoh penting yang selama ini berada di […]

  • 700 Juta Telur: Peluang atau Ketergantungan Baru?

    700 Juta Telur: Peluang atau Ketergantungan Baru?

    • 0Komentar

    Oleh: Nandan Limakrisna Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka fakta yang mencengangkan: Indonesia membutuhkan sekitar 700 juta butir telur untuk memenuhi kebutuhan program tersebut. Angka ini bukan sekadar statistik konsumsi, melainkan cerminan dari terbentuknya pasar pangan dalam skala nasional yang sangat besar. Dalam merespons kebutuhan tersebut, muncul langkah menggandeng pelaku usaha luar negeri untuk memperkuat […]

  • Waka BGN dan Wakapolda Kepri Kawal Kasus Dugaan Penipuan Program MBG di Batam

    Waka BGN dan Wakapolda Kepri Kawal Kasus Dugaan Penipuan Program MBG di Batam

    • 0Komentar

    Dugaan penipuan berkedok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam mendapat perhatian serius dari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dan Badan Gizi Nasional (BGN). BATAM, HITV — Penanganan perkara yang kini ditangani Polresta Barelang itu dikawal langsung oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Anom Wibowo dan Wakil Kepala BGN Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya. Pendalaman kasus […]

  • Sempat Tertinggal, Tim Voli Putri Polda Babel Akhirnya Berhasil Kandaskan Tim Tuan Rumah Polda Kepri Dengan Skor 3-1

    Sempat Tertinggal, Tim Voli Putri Polda Babel Akhirnya Berhasil Kandaskan Tim Tuan Rumah Polda Kepri Dengan Skor 3-1

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM|BABEL – Tren positif kembali didapatkan oleh Tim Voli Putri Polda Bangka Belitung di laga kedua Turnamen Voli Kapolri Cup Zona II Sumatra di Gor Sport Hall Temenggung Abdul Jamal Kepri, Kamis (22/8/24) sore. Meski sempat tertinggal pada Set pertama, Tim Voli Putri Polda Bangka Belitung akhirnya berhasil membalikkan keadaan dan menang atas Tim Tuan […]

  • Candi Bahal, Jejak Kejayaan Kerajaan Pannai

    Candi Bahal, Jejak Kejayaan Kerajaan Pannai

    • 0Komentar

    PADANG LAWAS UTARA | HITV – Candi Bahal, yang juga dikenal dengan sebutan Biaro Bahal, merupakan salah satu bangunan cagar budaya penting yang terletak di Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Kompleks candi ini terbuat dari bata merah dan diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-11 Masehi. Candi Bahal dikaitkan dengan Kerajaan Pannai, […]

  • Skandal Rp6,5 Miliar: Komisi XI DPR Dituding Hamburkan Uang Rakyat untuk “Wisata Dinas” di Australia!

    Skandal Rp6,5 Miliar: Komisi XI DPR Dituding Hamburkan Uang Rakyat untuk “Wisata Dinas” di Australia!

    • 0Komentar

    Penulis: Exellent Quarta Metta Editor: R. Ahdiyat Komisi XI DPR RI menuai kecaman keras setelah perjalanan dinas ke Australia terungkap lebih menyerupai wisata mewah ketimbang agenda resmi. Perjalanan tujuh hari yang berlangsung sejak akhir Agustus itu menghabiskan dana hingga Rp6,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). HITVBERITA.COM | Jakarta– Ironisnya, kunjungan tersebut bertepatan […]

expand_less