Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Pisang Cavendish, Peluang Baru Petani Banyumas di Tengah Harga Palawija Tidak Stabil

  • account_circle R. Ahdiyat
  • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
  • print Cetak
Budidaya pisang Cavendish semakin diminati petani karena perawatan mudah, pasar jelas dengan harga jual yang stabil.

HITVBERITA.com | Banyumas — Tren budidaya pisang Cavendish terus berkembang di wilayah Banyumas. Salah satu yang mulai merasakan manfaatnya adalah Sukimin, petani asal Desa Petarangan, yang kini tengah merawat 700 batang pisang Cavendish di lahan seluas 450 meter persegi.

Ia mengatakan di usia tanam 92 hari setelah tanam (HST), tanaman terlihat tumbuh subur dengan manajemen perawatan sederhana namun teratur.

Menurutnya, merawat pisang justru lebih mudah dibanding komoditas hortikultura lainnya. Sedang untuk panen pertama, butuh waktu 7-8 bulan, selanjutnya tiap bulan panen.

“Perawatan pisang itu gampang, tidak seribet melon, cabe, atau tomat,”  ujarnya saat ditemui  HITVBERITA.com, Minggu (2/11/2025).

“Cukup bersihkan area bawahnya, pupuk sebulan sekali, dan semprot vitamin akar serta daun,” lanjutnya.

Secara pemasaran, kata dia, pisang Cavendish memiliki pasar kuat. Pengepul di wilayah Ajibarang dikonfirmasi siap menampung panen dalam jumlah besar. Komoditas ini juga tidak hanya dipasarkan ke toko buah dan supermarket, namun juga digunakan sebagai bahan baku industri makanan, seperti bubur bayi kemasan.

Sukimin pemilik Area Kebun Pisang Cavendish, Desa Petarangan kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. (dok/ft/RA)

Harga jual saat ini, kata dia, di tingkat kebun berada di kisaran Rp4.000/kg, sementara harga per tandan bervariasi antara Rp50.000 hingga Rp120.000, tergantung jumlah sisir.

“Yang penting nutrisi seimbang dan lahan bersih. InsyaAllah hasil memuaskan,” tambah Sukimin.

Dalam pemeliharaan, Sukimin memanfaatkan pupuk dasar organik serta pupuk Poska/NPK sebulan sekali, dan penyemprotan vitamin. Secara teknis, jenis pupuk yang umum direkomendasikan untuk pisang antara lain:
. NPK 15-15-15 atau 20-20-20

. Sumber nitrogen (Urea/ZA)

. Fosfor (SP-36/rock phosphate)

. Kalium (KCl/KNO3)

Namun ia menegaskan bahwa kebutuhan pupuk ideal tetap disesuaikan dengan kondisi tanah.

“Kalau bisa, analisa tanah dulu. Biar tepat dan tidak boros,” tegasnya.

Budidaya pisang Cavendish di Desa Petarangan menjadi contoh pilihan usaha tani yang rendah risiko namun berpotensi memberi hasil baik, terutama bagi petani yang ingin diversifikasi komoditas.

Editor: Tata Rusmanto

  • Penulis: R. Ahdiyat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satreskrim Polres Purwakarta Ringkus 5 Pelaku Perampasan Motor, Dua Pelaku Lainnya Masuk DPO

    Satreskrim Polres Purwakarta Ringkus 5 Pelaku Perampasan Motor, Dua Pelaku Lainnya Masuk DPO

    • 0Komentar

    HITVBerita.Com | Purwakarta – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat berhasil meringkus lima orang pemuda pelaku perampasan motor di jalan. Para pelaku melancarkan aksi perampasan motor tersebut mengaku sebagai Debt Collector. Kelima pelaku yang berhasil diamankan petugas kepolisian tersebut berinisial ADY (32), GKY (33), DDML (30), RKT (27), dan RMBL (31). […]

  • Piala Bergilir Fahira Idris Diperebutkan dalam Lomba Mancing Bang Japar pada Hari Pahlawan

    Piala Bergilir Fahira Idris Diperebutkan dalam Lomba Mancing Bang Japar pada Hari Pahlawan

    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2025, Organisasi Kemasyarakatan Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) menggelar lomba mancing yang diikuti puluhan peserta dari Jakarta Timur dan sekitarnya. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (22/11/2025) di Pemancingan Lembah Asem, Cipayung, Jakarta Timur. HITVBERITA.COM | Jakarta — Sebanyak 32 pemancing memadati area pemancingan sejak pagi. Mereka bukan hanya memperebutkan hadiah […]

  • Kelurahan Kayu Manis Deklarasikan Stop BABS, Sekko Jaktim Tekankan Perubahan Perilaku Warga

    Kelurahan Kayu Manis Deklarasikan Stop BABS, Sekko Jaktim Tekankan Perubahan Perilaku Warga

    • 0Komentar

    Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan, menghadiri Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF) STBM di Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Matraman, sebagai komitmen mewujudkan lingkungan permukiman yang bersih dan sehat. JAKARTA | HITV – Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan, menghadiri Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan […]

  • Kasat Reskrim Polres Belitung Gempur Tambang Timah Ilegal

    Kasat Reskrim Polres Belitung Gempur Tambang Timah Ilegal

    • 0Komentar

    HiTvberita.com | Belitung – Mengawali masa tugasnya sebagai Kasat Reskrim Polres Belitung, Iptu I Made Yudha Suwikarma, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., langsung menunjukkan aksi nyata dalam penegakan hukum. Sabtu, (10/5/2025)   Iptu I Made Yudha memimpin langsung operasi penertiban aktivitas tambang timah ilegal jenis suntik yang berlokasi di kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) Sungai Balai, Desa […]

  • Ahli Waris Daam bin Nasairin: Walikota Jakarta Pusat, Diduga Lakukan Penyalahgunaan Kekuasaan!

    Ahli Waris Daam bin Nasairin: Walikota Jakarta Pusat, Diduga Lakukan Penyalahgunaan Kekuasaan!

    • 0Komentar

    Ahli waris Daam bin Nasairin mendatangi Gedung DPRD DKI Jakarta untuk menuntut hak ganti rugi lahan yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kedatangan mereka bukan untuk “mengemis,” melainkan untuk menuntut hak atas lahan yang telah digunakan untuk pembangunan fasilitas publik JAKARTA | HITV– Meskipun Ketua DPRD belum dapat menemui mereka karena sedang dalam […]

  • Dua Raperda Disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Belitung

    Dua Raperda Disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Belitung

    • 0Komentar

    Penulis: ISWANDI   Pemerintah Kabupaten Belitung menyampaikan dua rancangan peraturan daerah (raperda) dalam Rapat Paripurna XXII Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024–2025 yang digelar pada Senin (23/6/2025).   HITVBERITA.COM | Tanjungpandan — Dua rancangan peraturan daersh tersebut mencakup pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) […]

expand_less