MIO Kabupaten Ponorogo Resmi Dikukuhkan dan Dilantik Ketua Umum AYS Prayogie
- account_circle R. Ahdiyat
- calendar_month Selasa, 16 Des 2025
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prosesi pelantikan dan pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP MIO Indonesia, AYS Prayogie. (Dok/Foto/Ahdiyat)
Pimpinan Pusat MIO Indonesia secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Daerah MIO Indonesia Kabupaten Ponorogo masa bakti 2025–2029 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di kawasan wisata Setu Ngebel, Ponorogo.
PONOROGO | HITV — Bertempat di Angkringan Songo-Songo, kawasan Setu Ngebel, Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Senin (15/12/2025), Pimpinan Pusat MIO Indonesia secara resmi melantik sekaligus mengukuhkan Pengurus Daerah MIO Indonesia Kabupaten Ponorogo masa bakti 2025–2029.
Prosesi pelantikan dan pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP MIO Indonesia, AYS Prayogie, SH. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum hadir didampingi Wakil Ketua Dewan Pembina PP MIO Indonesia, Dr Anto Suroto, SE, MSc, MM, serta Pelaksana Tugas Ketua Pengurus Wilayah MIO Indonesia Provinsi Jawa Timur, Sumidi, S.Sos.
Sejumlah tamu undangan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ponorogo turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo yang mewakili Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Kapolsek Ngebel AKP Tutut Ariyanto SH – mewakili Kapolres Ponorogo, serta Komandan Rayon Militer Ngebel Kapten Arm Winarko yang mewakili Komandan Kodim Ponorogo.
Selain unsur Forkopimda, pelantikan juga dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Ponorogo dari Partai Gerindra, Aniek Suharto, serta sejumlah tokoh pers dan undangan lainnya.
Ketua MIO Indonesia Kabupaten Ponorogo yang baru dikukuhkan, Katiman, dalam sambutannya menyatakan komitmen bersama jajaran pengurus untuk mengibarkan panji MIO Indonesia di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo dengan penuh tanggung jawab.

Ketua PD MIO Indonesia Kabupaten Ponorogo Katiman. (Dok/Foto/Ahdiyat)
Katiman yang juga merupakan pemilik media online TekatNews.net menegaskan kesiapan MIO Ponorogo menjadi mitra strategis bagi para pemangku kepentingan di daerah.
“Kami siap bersinergi dan berkontribusi melalui kerja jurnalistik yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab,” ujar Katiman.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko, yang hadir mewakili Plt Bupati Ponorogo, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya organisasi pers yang mewadahi perusahaan media berbasis online tersebut di Kabupaten Ponorogo.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko saat berikan sambutan mewakili PLT Bupati Ponorogo. (Dok/Foto/Ahdiyat)
Ia pun berharap MIO Indonesia Kabupaten Ponorogo mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam menyampaikan program-program dan kinerja pemerintah kepada masyarakat luas. Sapto juga menegaskan peran stragis media sebagai pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, yudikatif, dan legislatif.
“Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang berintegritas dan bersumber dari data serta narasumber yang valid,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP MIO Indonesia AYS Prayogie menekankan pentingnya peran jurnalis dalam mengoptimalkan teknologi informasi digital dalam kerja-kerja keredaksian. Ia juga mengapresiasi panitia pelaksana atas pemilihan tema kegiatan “Jurnalisme Intelektual dan Transformasi Media di Era AI.”
Menurut Prayogie, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi dunia pers dan ekosistem media saat ini yang berada di tengah disrupsi teknologi digital yang bergerak sangat cepat.
“Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas manusia sehari-hari, termasuk dalam dunia jurnalistik dan industri media,” ujarnya.
Prayogie menambahkan, di satu sisi teknologi AI menawarkan berbagai inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat proses kerja redaksional, serta mempermudah pengelolaan data dan penyajian informasi. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari persoalan etika, integritas informasi, hingga ancaman misinformasi dan disinformasi yang semakin kompleks.
“Apakah kecerdasan buatan membawa manfaat atau justru risiko bagi dunia pers, sangat bergantung pada bagaimana manusia menggunakannya,” tegas Prayogie.
Di tempat yang sama, Dr Anto Suroto selaku Dewan Pembina PP MIO Indonesia, dalam paparannya sebagai narasumber utama menegaskan bahwa teknologi dalam dunia pers tidak akan menjadi ancaman apabila insan pers mampu beradaptasi, memahami, dan mengoptimalkannya sebagai alat bantu untuk memperkuat kualitas jurnalistik.

Dr Anto Suroto saat pemaparan di acara Pelantikan MIO Ponorogo. (Dok/Foto/Ahdiyat)
“Insan pers harus terus meningkatkan kompetensi, intelektualitas, integritas, serta ketajaman analisis agar tetap relevan dan mampu menjaga marwah profesi di tengah perubahan zaman,” pungkasnya. (///)
Editor: Ahdiyat
Sumber: HiTV Jatim
- Penulis: R. Ahdiyat
