PII Garut Inisiasi Perda Pendidikan Karakter
- account_circle Miftahul Fajar
- calendar_month Jumat, 26 Des 2025
- visibility 39
- print Cetak

GARUT | HITV – Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Garut menginisiasi wacana penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Karakter yang mengintegrasikan nilai Pancasila, Islam, dan budaya Sunda. Gagasan tersebut dibahas dalam seminar naskah akademik di Gedung R.A. Lasminingrat, Garut, Jawa Barat, Kamis (25/12/2025).
Seminar itu dirangkaikan dengan pembukaan Supercamp Leadership Training yang diikuti pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan tersebut bertujuan mendorong penguatan pendidikan karakter pelajar melalui kebijakan daerah yang berlandaskan nilai kebangsaan, keagamaan, dan kearifan lokal.
Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, di antaranya Wakil Bupati Garut Luthfi, Tenaga Ahli Kementerian Agama RI Ahmad Jojon Novandri, Koordinator Wilayah Sekretariat Nasional Kebudayaan Indonesia (SNKI) Jawa Barat dr. R. Wisnu Kusumawardana, serta mantan Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia. Diskusi dipandu oleh Dandi Ryadi.
Ketua Umum PD PII Kabupaten Garut, Farell Syauqie Juliansyah, mengatakan inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan terhadap tantangan sosial yang dihadapi generasi muda. Menurut dia, pendidikan karakter yang terintegrasi diperlukan agar pelajar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Pelajar perlu dibekali karakter dan kepemimpinan yang kuat agar tetap berpijak pada nilai kebangsaan, keislaman, dan budaya lokal,” kata Farell.
Sekretaris Program Studi Hukum Tata Negara UIN Bandung, Lutfi Fahrul Rizal, menekankan pentingnya naskah akademik dalam penyusunan peraturan daerah. Ia menyebutkan, perda pendidikan harus memiliki landasan yuridis yang kuat serta disusun secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SNKI Jawa Barat dr. R. Wisnu Kusumawardana menilai perda pendidikan karakter dapat menjadi instrumen strategis untuk memastikan nilai-nilai budaya Sunda terintegrasi secara sistematis dalam dunia pendidikan dan diwariskan secara berkelanjutan.
Pelajar Islam Indonesia merupakan organisasi pelajar yang berdiri sejak 1947 dan bergerak dalam pembinaan keislaman, keilmuan, serta kepemimpinan pelajar di Indonesia. (tr)
- Penulis: Miftahul Fajar
