Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Cegah DBD Pasca Bencana, Dinkes Tapteng Lakukan Fogging dan Tabur Abate di Wilayah Terdampak

  • account_circle Raffa Christ Manalu
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat melakukan langkah preventif guna mengantisipasi merebaknya penyakit demam berdarah dengue (DBD) pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor.

TAPTENG | HiTVBerita Dinkes Tapteng menggelar kegiatan fogging (pengasapan) nyamuk secara menyeluruh di sejumlah wilayah terdampak, Kamis, 16 April 2026.

Tidak hanya itu, petugas juga melakukan penaburan bubuk abate di saluran air dan titik-titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

Kegiatan ini menyasar kawasan permukiman warga, ruas jalan lingkungan, pasar, hingga fasilitas umum lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, yang dikenal sebagai vektor utama penularan virus DBD.

Warga di Kelurahan Pasar Baru dan sejumlah titik terdampak lainnya menyambut baik upaya tersebut.

Mereka menilai kehadiran pemerintah melalui tindakan nyata seperti fogging sangat membantu menjaga kesehatan lingkungan, terutama di tengah kondisi pasca bencana yang rawan penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah proaktif pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular.

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Melalui fogging dan penaburan abate di selokan, genangan air, serta lingkungan permukiman, kami berupaya menekan risiko penyebaran DBD,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi pasca bencana sejak 25 November 2025 lalu meningkatkan potensi berkembangnya nyamuk, sehingga diperlukan intervensi cepat dan berkelanjutan.

Petugas dari Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah melakukan fogging dan tabur bubuk Abate dilingkungan pemukiman, jalan-jalan, dan saluran air terdampak bencana. (Dok/Foto/Raffa)

Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan penyakit menular di Tapanuli Tengah. Sinergi antara Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman DBD.

Dengan langkah terpadu dan konsisten, pemerintah optimistis mampu menekan angka kasus demam berdarah sekaligus meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat di tengah tantangan pasca bencana. (\•/)

Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Sumut

  • Penulis: Raffa Christ Manalu

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less