Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pemkab Purwakarta Komitmen Lakukan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan

  • account_circle
  • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
  • print Cetak

HITVberita.COM | PURWAKARTA – Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus berkomitmen melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.

Untuk itu, Dinas Pendidikan Purwakarta mengundang seluruh kepala sekolah dan pengawas jenjang pendidikan SD dan SMP se-Kabupaten Purwakarta untuk mengikuti Seminar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, Selasa 12 November 2024.

Seminar yang digelar di Aula Yudistira ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha mewakili Penjabat Bupati Purwakarta Benni Irwan.

Turut hadir pada agenda seminar, Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta Purwanto, Dewan Pendidikan Purwakarta, Dinsos P3A Purwakarta, KPAI Purwakarta dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto mengatakan, selain untuk bersilaturahmi, agenda seminar juga menambah wawasan, ide, dan persepsi yang positif tentang cara-cara mengelola sekolah, membangun ekosistem sekolah, merubah cara pandang terhadap anak-anak, dan merubah cara pandang terhadap belajar.

“Dengan diadakannya seminar ini, mudah-mudahan bisa bertambah wawasan kita, sehingga kita semakin arif dan bijaksana dalam menghadapi segala macam persoalan dan tantangan yang dihadapi di lingkungan sekolah kita masing-masing,” kata Purwanto.

Saat ini, lanjut Purwanto, dunia pendidikan selalu diramaikan dengan kasus-kasus yang seharusnya tidak terjadi di sekolah dan yang harusnya jauh dari sekolah.

Masalahnya akan terus muncul dan akan terus ada, tinggal bagaimana tenaga pendidik menempatkan cara pandang secara benar, kemudian membuat langkah-langkah secara benar dalam menangani segala persoalan.

“Pemerintah dan kementerian menyebutnya ada tiga dosa besar pendidikan, yakni kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi,” ujarnya.

Terkait persoalan tersebut, pemerintah kemudian menerbitkan sejumlah peraturan, hingga membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPKS) di Satuan Pendidikan.

“Alhamdulillah, di Purwakarta TPPKS sudah terbentuk 100 persen,” ucapnya.

Peraturan hingga pembentukan tim, Purwanto menambahkan, sebatas sistem namun belum 100 persen bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Oleh karena itu, para tenaga pendidik penting menambah wawasan, menambah cara pandang terhadap anak, menambah cara pandang terhadap orang tua, menambah cara pandang terhadap belajar dan menambah cara terhadap komunikasi terhadap masyarakat.

Purwanto mengingatkan para tenaga pendidik di Purwakarta untuk sadar bahwa anak-anak saat ini merupakan generasi Z.

Kebanyakan tenaga pendidikan saat ini merupakan generasi baby boomers, ada juga generasi X dan Y yang dibesarkan dengan cara yang sangat berbeda.

“Maka yang paling penting kita di Purwakarta berupaya terus bagaimana merubah mindset dan merubah mental model. Sebagai kepala sekolah harus memandang bahwa sekolah itu harus menjadi sebuah ekosistem yang bisa menumbuhkembangkan anak-anak, dan guru-gurunya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha mengatakan, pendidikan merupakan urusan pemerintah daerah yang masuk dalam urusan wajib pelayanan dasar.

“Pendidikan, masuk ke urusan wajib, pelayanan dasar. Sudah wajib dan masuk pelayanan dasar, artinya harus ada upaya lebih,” kata Norman.

Ia menjelaskan, komitmen Pemkab Purwakarta melalui Dinas Pendidikan sudah melakukan secara maksimal memberikan pelayanan-pelayanan kepada masyarakat, salah satunya soal pendidikan.

Ketika berbicara soal pelayanan dasar kepada masyarakat, hal itu sudah tidak bisa lagi, diskusikan, harus satu pemahaman, satu kesepakatan, bahwa pelayanan terhadap dunia pendidikan, harus berjalan dengan baik.

“Pencapaian, pemenuhan standar pelayanan minimalnya harus tercapai dengan baik,” ujarnya.

Pemkab Purwakarta berkomitmen memberikan perlindungan terhadap anak, dimana Kabupaten Purwakarta dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak.

Sebagai Kabupaten Layak Anak, lanjut Norman, tentunya tidak hanya urusan bidang pendidikan saja yang bergerak, seluruh stakeholder yang berkepentingan, yang terkait dengan perlindungan anak harus sama-sama terus bergerak.

“Saya juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta yang berdampak positif bagi dunia pendidikan dan membawa perkembangan positif bagi anak-anak di Kabupaten Purwakarta,” tandasnya.

(HI/Network)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Sinergi Pemasyarakatan–Imigrasi, Kalapas Batang Hadiri Puncak Hari Bhakti Imigrasi ke-76

    Perkuat Sinergi Pemasyarakatan–Imigrasi, Kalapas Batang Hadiri Puncak Hari Bhakti Imigrasi ke-76

    • 0Komentar

    Upaya memperkuat sinergi antara Pemasyarakatan dan Imigrasi kembali ditegaskan dalam puncak peringatan Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76 yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang, Senin (26/1/2026). PEMALANG | HITV— Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Batang, Nurhamdan, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai representasi kolaborasi lintas Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah […]

  • Kajari Purwakarta Bantah Terafiliasi Program MBG: Informasi yang Beredar Tidak Benar

    Kajari Purwakarta Bantah Terafiliasi Program MBG: Informasi yang Beredar Tidak Benar

    • 0Komentar

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Apsari Dewi, membantah tegas informasi yang beredar di ruang digital terkait dugaan keterlibatannya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). PURWAKARTA, HITV — Apsari Dewi memastikan kabar yang telah mencantumkan namanya sebagai pihak yang memiliki atau terafiliasi dengan dapur MBG tidak sesuai dengan fakta. Klarifikasi tersebut disampaikan Apsari menyusul beredarnya daftar […]

  • Permudah Akses Layanan, Pemkab Purwakarta Luncurkan Pelayanan Publik Keliling

    Permudah Akses Layanan, Pemkab Purwakarta Luncurkan Pelayanan Publik Keliling

    • 0Komentar

    Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein pantau langsung program pelayanan publik keliling di Desa Citalang. (Dok/Foto/Raffa) Reporter: Raffa Christ Manalu   Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus berupaya memperluas jangkauan layanan publik. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui program Pelayanan Publik Keliling yang resmi digelar perdana di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Selasa (17/6/2025).   HITVBERITA.COM | Purwakarta — […]

  • Diduga Tidak Transparan, Desa Tanjung Jaya Menjadi Sorotan Publik

    Diduga Tidak Transparan, Desa Tanjung Jaya Menjadi Sorotan Publik

    • 0Komentar

    Kantor Desa Tanjung Jaya saat dikunjungi tim media suasananya sepi. (Foto:Dinar/HiTv) Penulis: Dinar Editor  : Kang Aden Sungguh ironis, penggunaan Dana Desa (DD) Tanjung Jaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, papan informasi APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) tidak terpasang di area publik, baik di dalam maupun di luar kantor desa. HITVBERITA.COM […]

  • Gelar Coffe Morning, Calon Bupati Ambu Anne Siap Wujudkan Aspirasi Wartawan di Purwakarta

    Gelar Coffe Morning, Calon Bupati Ambu Anne Siap Wujudkan Aspirasi Wartawan di Purwakarta

    • 0Komentar

    𝐇𝐢𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦|Purwakarta – Calon Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menggelar pertemuan dengan para awak media dari 20 Organisasi Media yang tergabung dalam Presidium Organisasi Media se-Purwakarta. Kegiatan coffe morning ini digelar di Café Pendopo, Kawasan Rumah Sakit (RS) Asri Purwakarta, pada Senin 30 September 2024. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan keakraban itu, Anne Ratna Mustika, […]

  • Festival Budaya Nusantara Meriahkan Hari Jadi Purwakarta Ke-194

    Festival Budaya Nusantara Meriahkan Hari Jadi Purwakarta Ke-194

    • 0Komentar

    Oleh: AYS Prayogie Semarak budaya dari berbagai penjuru Nusantara menyatu di jantung Kota Purwakarta, Minggu (20/7/2025) malam. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi Jalan Jenderal Sudirman, merayakan puncak peringatan Hari Jadi ke-194 Kota dan ke-57 Kabupaten Purwakarta melalui gelaran Festival Budaya Nusantara. FESTIVAL ini bukan sekadar perayaan ulang tahun daerah. Ia menjelma menjadi panggung inklusif yang […]

expand_less