Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Dokter Puskesmas Diduga Mangkir Dua Tahun, Gaji Tetap Dibayarkan

  • account_circle Hadi Lempe
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Dugaan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN) mencuat di lingkungan pelayanan kesehatan dasar. Seorang dokter umum yang bertugas di Puskesmas Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan tidak menjalankan tugasnya selama kurang lebih dua tahun, namun tetap menerima gaji dari pemerintah.

PEKALONGAN, HITV Informasi ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat yang mempertanyakan ketiadaan dokter tersebut dalam aktivitas pelayanan sehari-hari. Warga menyebut, dokter yang bersangkutan jarang, bahkan nyaris tidak pernah terlihat menjalankan praktik di puskesmas sejak ditempatkan.

Kepala Puskesmas Wonokerto, Supriyadi, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan, dari tiga tenaga dokter yang tersedia—terdiri atas satu dokter gigi dan dua dokter umum—salah satu dokter umum berinisial IIP tidak aktif menjalankan tugas sejak penempatannya pada 2024.

“Sejak awal penugasan, yang bersangkutan memang jarang hadir. Hingga kini, kurang lebih sudah dua tahun tidak menjalankan tugas di puskesmas,” kata Supriyadi saat dikonfirmasi.

Menurut dia, pihak puskesmas telah mengambil langkah administratif berupa teguran serta pelaporan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Bahkan, pemanggilan terhadap dokter tersebut juga telah dilakukan oleh dinas terkait.

“Sudah kami laporkan dan tindak lanjuti secara administratif. Dinas Kesehatan juga sudah memanggil yang bersangkutan. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan terkait sanksi yang akan dijatuhkan,” ujarnya.

Kondisi ini dinilai berdampak pada layanan kesehatan di wilayah tersebut. Kekurangan tenaga dokter membuat beban kerja tenaga medis lainnya meningkat, sekaligus berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai sistem pengawasan dan penggajian ASN. Meski tidak menjalankan tugas dalam waktu lama, dokter tersebut disebut masih menerima hak gajinya secara penuh. Hal ini memunculkan dugaan adanya kelalaian administrasi, bahkan potensi pelanggaran yang merugikan keuangan negara.

Supriyadi menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, ketidakhadiran dokter tersebut dipengaruhi persoalan pribadi. Disebutkan, suami yang bersangkutan tidak menghendaki istrinya tetap bekerja sebagai ASN dan lebih memilih fokus pada urusan rumah tangga.

Namun, keinginan tersebut tidak sejalan dengan pihak keluarga orang tua, yang menginginkan dokter tersebut tetap menjalankan profesinya, mengingat besarnya biaya pendidikan yang telah ditempuh hingga menjadi tenaga medis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan juga belum berhasil dilakukan karena alasan kesibukan.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan kedisiplinan ASN di sektor pelayanan publik, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. (\•/)

Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Jateng

  • Penulis: Hadi Lempe

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tenis Meja Jadi Pemersatu Warga dalam Tanding Balasan PTM Cimura dan Kali Ijo

    Tenis Meja Jadi Pemersatu Warga dalam Tanding Balasan PTM Cimura dan Kali Ijo

    • 0Komentar

    Semangat sportivitas dan kebersamaan mewarnai laga persahabatan tenis meja antara PTM 110 Cimura Jatinegara dan PTM Kali Ijo Rawamangun yang digelar pada Sabtu (17/1/2026). Pertandingan ini menjadi laga tanding balasan setelah pertemuan pertama yang berlangsung di Rawamangun pada Desember 2025 lalu. JAKARTA | HITV — Puluhan anggota dari kedua persatuan tenis meja (PTM) hadir memeriahkan […]

  • Penasehat Hukum Team Pemenangan Paslon DJOSS, Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran Dilakukan Pihaknya!

    Penasehat Hukum Team Pemenangan Paslon DJOSS, Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran Dilakukan Pihaknya!

    • 0Komentar

    Bambang Yuganto selaku Penasehat Hukum Team Pemenangan Paslon DJOSS dalam siaran pers tertulis yang dikirimkan ke meja redaksi Hitvberita.com, pada hari Minggu, 6 Oktober 2024. (dok/foto/isone) HiTvBerita.COM | BELITUNG – Adanya pendapat bernada minor yang dilontarkan Wandi SH dan Suryadi Saman, serta H. Soehadie Hasan yang telah dimuat pernyataan nya pada portal media online Jabejabe.co […]

  • Prof Sutan Nasomal: Negara Tak Boleh Kalah oleh Spekulasi Orang Kaya

    Prof Sutan Nasomal: Negara Tak Boleh Kalah oleh Spekulasi Orang Kaya

    • 0Komentar

    Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH, menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto dan negara tidak boleh kalah oleh strategi spekulatif para pengusaha kaya yang dinilai tidak berkontribusi optimal terhadap perekonomian nasional. JAKARTA | HITV – Hal tersebut disampaikan Prof Sutan saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak […]

  • Sekolah Umum dan Madrasah Dilarang Menjual Pakaian Seragam

    Sekolah Umum dan Madrasah Dilarang Menjual Pakaian Seragam

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM JAKARTA | Banyaknya informasi yang diterima oleh Ombudsman RI tentang adanya Kewajiban membeli seragam kepada Pihak Sekolah, sebagai syarat wajib daftar ulang dan dalam penerimaan siswa baru, maka Ombudsman RI pun mengingatkan pihak sekolah maupun Komite Sekolah/Madrasah, tentang Larangan berjualan bahan dan baju seragam sekolah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Ke-Asistenan Pencegahan Mal Administrasi […]

  • Pengunduran Diri Abang Ijo Dinilai Tamparan Moral bagi Demokrat Purwakarta

    Pengunduran Diri Abang Ijo Dinilai Tamparan Moral bagi Demokrat Purwakarta

    • 0Komentar

    Keputusan Wakil Bupati Purwakarta, Hapidin, Atau Yang Akrab Disapa Abang Ijo, Mengundurkan Diri Dari Partai Demokrat Telah Memicu Reaksi Dari Jajaran Internal Partai Berlogo Bintang MERCY Tersebut. HITVBERITA.COM | Purwakarta— Pengunduran diri Abang Ijo Hapidin itu disebut dilakukan tanpa penjelasan resmi maupun komunikasi dengan struktur partai, terlebih karena sebelumnya Abang Ijo diusung oleh Partai Demokrat […]

  • Pelajar Hadapi Era Digital, PII Jabar Rumuskan Arah Baru di Konferwil XXXI

    Pelajar Hadapi Era Digital, PII Jabar Rumuskan Arah Baru di Konferwil XXXI

    • 0Komentar

    Konferwil XXXI PII Jawa Barat menjadi ajang strategis bagi pelajar untuk merumuskan penguatan literasi digital dan menyiapkan generasi yang siap bersaing di era Indonesia Emas 2045.HITVBERITA.COM | Garut – Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Barat menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) XXXI di Local Education Center (LEC) Garut, Jumat (21/11/2025). Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di […]

expand_less