Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Dokter Puskesmas Diduga Mangkir Dua Tahun, Gaji Tetap Dibayarkan

  • account_circle Hadi Lempe
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • print Cetak

Dugaan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN) mencuat di lingkungan pelayanan kesehatan dasar. Seorang dokter umum yang bertugas di Puskesmas Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan tidak menjalankan tugasnya selama kurang lebih dua tahun, namun tetap menerima gaji dari pemerintah.

PEKALONGAN, HITV Informasi ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat yang mempertanyakan ketiadaan dokter tersebut dalam aktivitas pelayanan sehari-hari. Warga menyebut, dokter yang bersangkutan jarang, bahkan nyaris tidak pernah terlihat menjalankan praktik di puskesmas sejak ditempatkan.

Kepala Puskesmas Wonokerto, Supriyadi, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan, dari tiga tenaga dokter yang tersedia—terdiri atas satu dokter gigi dan dua dokter umum—salah satu dokter umum berinisial IIP tidak aktif menjalankan tugas sejak penempatannya pada 2024.

“Sejak awal penugasan, yang bersangkutan memang jarang hadir. Hingga kini, kurang lebih sudah dua tahun tidak menjalankan tugas di puskesmas,” kata Supriyadi saat dikonfirmasi.

Menurut dia, pihak puskesmas telah mengambil langkah administratif berupa teguran serta pelaporan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Bahkan, pemanggilan terhadap dokter tersebut juga telah dilakukan oleh dinas terkait.

“Sudah kami laporkan dan tindak lanjuti secara administratif. Dinas Kesehatan juga sudah memanggil yang bersangkutan. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan terkait sanksi yang akan dijatuhkan,” ujarnya.

Kondisi ini dinilai berdampak pada layanan kesehatan di wilayah tersebut. Kekurangan tenaga dokter membuat beban kerja tenaga medis lainnya meningkat, sekaligus berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai sistem pengawasan dan penggajian ASN. Meski tidak menjalankan tugas dalam waktu lama, dokter tersebut disebut masih menerima hak gajinya secara penuh. Hal ini memunculkan dugaan adanya kelalaian administrasi, bahkan potensi pelanggaran yang merugikan keuangan negara.

Supriyadi menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, ketidakhadiran dokter tersebut dipengaruhi persoalan pribadi. Disebutkan, suami yang bersangkutan tidak menghendaki istrinya tetap bekerja sebagai ASN dan lebih memilih fokus pada urusan rumah tangga.

Namun, keinginan tersebut tidak sejalan dengan pihak keluarga orang tua, yang menginginkan dokter tersebut tetap menjalankan profesinya, mengingat besarnya biaya pendidikan yang telah ditempuh hingga menjadi tenaga medis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan juga belum berhasil dilakukan karena alasan kesibukan.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan kedisiplinan ASN di sektor pelayanan publik, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. (\•/)

Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Jateng

  • Penulis: Hadi Lempe

Rekomendasi Untuk Anda

  • MIO Jakarta Timur Gelar Bukber dan Santunan 146 Anak Yatim di Panti Asuhan Klender

    MIO Jakarta Timur Gelar Bukber dan Santunan 146 Anak Yatim di Panti Asuhan Klender

    • 0Komentar

    Penulis: Bainana Bahthy Organisasi Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia) Pengurus Daerah Jakarta Timur menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan bagi anak yatim piatu pada Ramadan ke-23 tahun 1447 Hijriah, Kamis (12/3/2026). JAKARTA TIMUR, HITV— Kegiatan buka puasa bersama dan santunan tersebut, berlangsung di Panti Asuhan Anak Putra Utama 1, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren […]

  • Diduga Selingkuh Kades Kambangan Batang Di Grebek Warga

    Diduga Selingkuh Kades Kambangan Batang Di Grebek Warga

    • 0Komentar

    Penulis : Hadi Lempe Malam masih menyisakan kehangatan pada jiwa yang terbakar birahi. Pasangan selingkuh diam – diam mencuri keheningan, tak di sadari aroma perselingkuhanya tercium oleh banyak curiga. Tepat saat waktu bergerak, teriakan dan gedoran pintu mengejutkan. Pada akhirnya terkuak peristiwa perselingkujan Kepala Desa dengan perempuan bersuami. Penggrebekan warga setempat mengurung pasangan selingkuh tak […]

  • KPU Purwakarta : Soal Stiker Paslon di Angkutan Umum, Sudah Berkoordinasi dengan Bawaslu

    KPU Purwakarta : Soal Stiker Paslon di Angkutan Umum, Sudah Berkoordinasi dengan Bawaslu

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦  Purwakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwakarta akan turut serta dalam menertibkan segala bentuk pelanggaran yang dilakukan peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada), terlebih pada saat masa kampanye. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua KPU Kabupaten Purwakarta, Dian Hadiana menyikapi adanya peserta Pilkada yang mengangkangi Keputusan KPU Nomor 949 Tahun 2024, tentang Penetapan Lokasi Pemasangan […]

  • Sekum PBSI Sumbar Chandra Sangat Menghormati KONI Kota Padang/ KONI kota Bukittinggi

    Sekum PBSI Sumbar Chandra Sangat Menghormati KONI Kota Padang/ KONI kota Bukittinggi

    • 0Komentar

    Reporter: Ernita Desyanti   Sekretaris Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumatra Barat (Sumbar) Chandra sangat menghormati keberadaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang/Bukittinggi sebagai Organisasi Induk Cabang Olahraga (Cabor) termasuk PBSI.   HITVBERITA.COM | Padang – Hal tersebut ditegaskan oleh Sekum PBSI Sumbar dalam konferensi Pers kepada media baru-baru ini. “Jadi, Tidak benar […]

  • Pemkab Lingga Dikritik Tak Fokus Kembangkan Wisata, Potensi Batu Ampar Dinilai Terabaikan

    Pemkab Lingga Dikritik Tak Fokus Kembangkan Wisata, Potensi Batu Ampar Dinilai Terabaikan

    • 0Komentar

    Kritik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Lingga dalam mengelola sektor pariwisata mencuat. Sejumlah tokoh masyarakat menilai pemerintah daerah belum menunjukkan fokus dan keseriusan dalam mengembangkan potensi wisata yang ada, terutama di Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep. LINGGA, HITV — Ketua KDMP Desa Batu Kacang, Rio Agusronaldi, menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap Pemandian Batu Ampar—salah […]

expand_less