Minggu, 16 Agu 2026
light_mode

Soemitronomics dari Atas, Snowball Business Model dari Bawah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Gagasan Soemitronomics kembali mengemuka dalam diskursus ekonomi Indonesia. Pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo tersebut menekankan pentingnya pembangunan ekonomi nasional melalui industrialisasi, penguatan kapitalisme nasional, serta peran negara dalam mengarahkan pembangunan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, gagasan tersebut kembali terasa relevan. Indonesia saat ini memang membutuhkan industrialisasi agar tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah dan kekuatan ekonomi global.

Pembangunan industri nasional, penguasaan rantai pasok, dan penguatan investasi domestik menjadi prasyarat penting bagi kemandirian ekonomi bangsa.

Namun dalam membicarakan pembangunan ekonomi nasional, ada satu pertanyaan yang sering terlupakan: di mana posisi ekonomi rakyat dalam kerangka besar tersebut?

Selama ini pembangunan ekonomi Indonesia cenderung bergerak dari atas ke bawah. Negara merancang kebijakan, investasi besar didorong, dan industri nasional dibangun melalui berbagai program strategis.

Pendekatan ini memang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara makro. Akan tetapi, tanpa fondasi ekonomi rakyat yang kuat, pertumbuhan tersebut sering kali tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat luas.

Karena itu pembangunan ekonomi nasional membutuhkan keseimbangan antara strategi dari atas dan penguatan dari bawah.

Di sinilah pendekatan Snowball Business Model (SBM) menjadi relevan.

Model ini berangkat dari prinsip sederhana bahwa masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen dan sekaligus sebagai promotor dalam satu jaringan ekonomi yang saling terhubung.

Dalam sistem ini, anggota komunitas melalui koperasi atau jaringan usaha bersama menghasilkan produk, mengonsumsi produk sesama anggota, sekaligus mempromosikan produk tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan mekanisme seperti ini, pasar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kekuatan eksternal. Pasar terbentuk dari dalam komunitas itu sendiri dan berkembang seperti bola salju yang terus membesar seiring meningkatnya partisipasi anggota.

Kepastian pasar inilah yang sering menjadi persoalan utama bagi usaha kecil dan menengah. Banyak pelaku UMKM sebenarnya mampu memproduksi barang yang berkualitas, tetapi kesulitan memperoleh akses pasar yang stabil. Ketika pasar tidak pasti, modal dan kredit pun menjadi risiko yang berat.

Melalui pendekatan Snowball Business Model, ekosistem ekonomi dibangun secara bertahap dari jaringan komunitas yang saling memperkuat. Ketika pasar domestik semakin kuat, maka industri nasional juga memperoleh manfaat karena memiliki basis konsumen yang luas dan stabil.

Dalam perspektif ini, Soemitronomics dan Snowball Business Model sebenarnya bukan dua konsep yang saling bertentangan. Keduanya justru dapat saling melengkapi.

Soemitronomics memperkuat ekonomi dari atas melalui industrialisasi nasional. Snowball Business Model memperkuat ekonomi dari bawah melalui jaringan ekonomi rakyat.

Jika kedua pendekatan ini berjalan bersamaan, maka Indonesia tidak hanya membangun industri nasional yang kuat, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi rakyat yang kokoh.

Sejarah menunjukkan bahwa negara-negara yang berhasil membangun kekuatan ekonominya biasanya memiliki dua pilar utama: industri nasional yang maju dan ekonomi masyarakat yang dinamis.

Struktur ekonomi yang seimbang seperti ini membuat perekonomian lebih tahan terhadap krisis dan lebih merata dalam distribusi kesejahteraan.

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan model pembangunan ekonomi yang mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut.

Pada akhirnya, kedaulatan ekonomi bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau kekuatan korporasi nasional. Kedaulatan ekonomi juga ditentukan oleh seberapa kuat rakyat menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi.

Soemitronomics dapat membangun kekuatan ekonomi nasional dari atas.
Namun ekonomi rakyat juga perlu dibangun dari bawah.

Di titik inilah Snowball Business Model dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. (\•/)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selebrasi Juara Persib: Ketika Dukungan Mengalir dari Kantong Pribadi Gubernur

    Selebrasi Juara Persib: Ketika Dukungan Mengalir dari Kantong Pribadi Gubernur

    • 0Komentar

    Reporter : Raffa C. Manalu Editor: AYS Prayogie Suasana halaman Gedung Sate, Minggu sore, berubah menjadi lautan biru. Ribuan bobotoh memadati area ikonik di jantung Kota Bandung itu, merayakan keberhasilan Persib Bandung menjuarai Liga 1 musim 2024–2025. Sorak-sorai, lagu kebanggaan, dan wajah-wajah penuh suka cita mewarnai pesta juara yang tak sekadar selebrasi, tetapi juga bukti […]

  • Membangun Indonesia Butuh Peran Media yang Seimbang

    Membangun Indonesia Butuh Peran Media yang Seimbang

    • 0Komentar

    Penulis: Bainana Bahthy ‎ Ketua Umum Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI), yang juga duduk sebagai Dewan Pembina MIO INDONESIA, Anto Suroto, SE, MSc, MM, menegaskan bahwa membangun Indonesia tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah semata. HITVBERITA.COM |‎ Jakarta – Seluruh elemen bangsa, termasuk media, menurut Anto Suroto, memegang peranan penting dalam menjaga komunikasi […]

  • Kejari Lingga Selidiki Dugaan Korupsi Jembatan Marok Kecil, Proyek APBD Tiga Tahun yang Tinggalkan Jejak Masalah

    Kejari Lingga Selidiki Dugaan Korupsi Jembatan Marok Kecil, Proyek APBD Tiga Tahun yang Tinggalkan Jejak Masalah

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA  Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lingga, Kamis (14/8/2025). Penggeledahan dilakukan untuk menelusuri dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Marok Kecil—proyek strategis yang pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama tiga tahun berturut-turut. HITVBERITA.COM |Lingga — Sejak pagi, sejumlah jaksa […]

  • Dua Perempuan NTB Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Libya

    Dua Perempuan NTB Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Libya

    • 0Komentar

    Penulis: Sahbudin SPd.i Dugaan praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kembali menyeret warga Nusa Tenggara Barat. Dua perempuan, masing-masing berasal dari Kabupaten Bima dan Dompu, diduga dipaksa bekerja di Libya setelah dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi di Turki. HITVBERITA.COM | Bima— Keduanya adalah Suharni, warga Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, serta Nuraini, warga Kecamatan […]

  • Perkuat 9 Tatanan Kabupaten Sehat, FKKS Kumai Satukan Komitmen Lintas Sektor

    Perkuat 9 Tatanan Kabupaten Sehat, FKKS Kumai Satukan Komitmen Lintas Sektor

    • 0Komentar

    Kegiatan yang dibuka Camat Ajeli Rahman ini dihadiri perwakilan 16 desa dan 2 kelurahan se-Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai langkah memperkuat implementasi 9 tatanan Kabupaten/Kota Sehat di wilayah Kumai. KOBAR | HITV – Forum Kecamatan Kabupaten Sehat (FKKS) Kecamatan Kumai menggelar rapat sosialisasi dan penyusunan rencana kerja Kelompok Kerja (Pokja) di Aula Kantor Camat Kumai, Kamis […]

  • Bayar Pajak Kendaraan Lebih Cepat, Samsat Drive Thru Istimewa Purwakarta Sudah Buka

    Bayar Pajak Kendaraan Lebih Cepat, Samsat Drive Thru Istimewa Purwakarta Sudah Buka

    • 0Komentar

    PURWAKARTA | HITV – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat telah resmi membuka layanan Samsat Drive Thru di Kabupaten Purwakarta, yang diberi nama Sadewa (Samsat Drive Thru Istimewa). Layanan ini menjadi upaya pemerintah untuk menghadirkan pelayanan pajak kendaraan yang lebih cepat, praktis, dan bebas dari antrean yang memakan waktu. Peresmian layanan Sadewa Purwakarta dilakukan pada […]

expand_less