Senin, 27 Apr 2026
light_mode

700 Juta Telur: Peluang atau Ketergantungan Baru?

  • account_circle Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka fakta yang mencengangkan: Indonesia membutuhkan sekitar 700 juta butir telur untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.

Angka ini bukan sekadar statistik konsumsi, melainkan cerminan dari terbentuknya pasar pangan dalam skala nasional yang sangat besar.

Dalam merespons kebutuhan tersebut, muncul langkah menggandeng pelaku usaha luar negeri untuk memperkuat pasokan. Dari sudut pandang jangka pendek, langkah ini dapat dipahami sebagai upaya pragmatis untuk menjaga kelancaran program. Namun dari perspektif strategis, langkah tersebut memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah pasar sebesar ini akan menjadi kekuatan ekonomi nasional, atau justru membuka ruang ketergantungan baru?

Kebutuhan ratusan juta telur bukan hanya soal pemenuhan gizi masyarakat. Ia adalah indikator bahwa Indonesia sedang membangun sebuah pasar yang sangat besar, terstruktur, dan berkelanjutan. Dalam ilmu ekonomi, pasar seperti ini memiliki daya tarik luar biasa karena mampu menciptakan rantai produksi, distribusi, dan konsumsi dalam skala luas.

Masalahnya, hingga saat ini, sistem produksi domestik belum sepenuhnya siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Akibatnya, solusi yang diambil cenderung mengarah pada kolaborasi eksternal. Jika tidak dikelola secara hati-hati, kondisi ini berpotensi membuat Indonesia hanya menjadi pasar, sementara nilai tambah ekonomi justru dinikmati oleh pihak lain.

Padahal, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadikan kebutuhan ini sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Dengan jumlah peternak yang tersebar di berbagai daerah, keberadaan koperasi, serta jaringan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Indonesia memiliki fondasi untuk membangun sistem produksi berbasis masyarakat.

Dalam konteks ini, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan sistem ekonomi jangka panjang. Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah Snowball Business Model (SBM).

SBM merupakan model ekonomi berbasis komunitas yang menekankan integrasi peran pelaku ekonomi dalam satu ekosistem. Dalam model ini, masyarakat tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai konsumen dan promotor dalam satu jaringan yang saling mendukung.

Jika kebutuhan telur dalam program MBG diintegrasikan dengan SBM, maka peternak lokal dapat menjadi produsen utama, koperasi desa berperan sebagai pengelola distribusi, dan masyarakat menjadi bagian dari sistem konsumsi yang terorganisasi. Dengan demikian, pasar yang terbentuk tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang berkelanjutan di dalam negeri.

Pendekatan ini juga memiliki implikasi penting terhadap stabilitas ekonomi. Dengan sistem produksi dan distribusi yang berbasis lokal, ketergantungan terhadap pasokan eksternal dapat dikurangi. Selain itu, pelaku usaha di tingkat desa memperoleh kepastian pasar, sehingga mendorong peningkatan produksi dan investasi di sektor riil.

Lebih jauh lagi, SBM dapat menjadi dasar dalam membangun kedaulatan ekonomi rakyat. Dalam sistem ini, arus ekonomi tidak hanya terpusat pada pelaku besar, tetapi tersebar dan berputar di tingkat masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Program MBG, dengan segala skalanya, seharusnya tidak dipandang hanya sebagai program sosial, melainkan sebagai peluang strategis untuk membangun industri pangan nasional. Jika dikelola dengan pendekatan yang tepat, kebutuhan 700 juta telur bukanlah beban, melainkan fondasi bagi kebangkitan ekonomi rakyat.

Pada akhirnya, pertanyaan yang harus dijawab bukan sekadar bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi bagaimana memastikan bahwa nilai ekonomi yang dihasilkan benar-benar dinikmati oleh bangsa sendiri. Indonesia tidak kekurangan pasar. Yang dibutuhkan adalah sistem yang mampu mengelola pasar tersebut secara berdaulat.

Jika kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, maka Indonesia tidak hanya akan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. (\•/)

Tentang Penulis

Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat. Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas.

Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia. (\•/)

  • Penulis: Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Lingga Dorong Desa Pahami Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

    Pemkab Lingga Dorong Desa Pahami Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

    • 0Komentar

    Kegiatan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi perangkat desa, diikuti oleh para kepala desa, kaur keuangan, serta perwakilan BPD. (Dok/Foto/Rus/Hitv) Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang menggelar sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi perangkat desa. Kegiatan yang berlangsung pada 23 November 2025 itu diikuti para […]

  • PANEN MELON PENGHUJUNG PUASA, TARGET YANG MEMUASKAN

    PANEN MELON PENGHUJUNG PUASA, TARGET YANG MEMUASKAN

    • 2Komentar

    Komoditas palawija semakin diperhitungkan oleh para petani. Jenis seperti cabai rawit, mentimun, ubi, buah naga, cabai hijau, semangka, melon, dan tomat menjadi primadona di pasaran. Hal ini dikarenakan meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. (dok*RA) HITVBerita.com | Banyumas – Menjelang hari raya, sejumlah komoditas palawija semakin diperhitungkan oleh para petani. Jenis-jenis tanaman seperti cabai rawit, mentimun, ubi, […]

  • Akses Ekonomi dan Pendidikan Terhambat, Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah

    Akses Ekonomi dan Pendidikan Terhambat, Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah

    • 0Komentar

    Penulis Kistolani Mangun Jaya Warga Dusun 1 Sebukat, Desa Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mengeluhkan kondisi jalan utama desa yang rusak parah, terutama saat musim hujan. Padahal jalan tersebut satu-satunya akses penghubung antar desa dalam perekonomian dan pendidikan masyarakat setempat. HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun – Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 5 […]

  • Desa Sibalung Tingkatkan Kompetensi Petani Lewat Pelatihan Palawija dan PGPR

    Desa Sibalung Tingkatkan Kompetensi Petani Lewat Pelatihan Palawija dan PGPR

    • 0Komentar

    BANYUMAS | HITV – Pemerintah Desa Sibalung menggelar pelatihan budidaya tanaman palawija pada Rabu, 10 Desember 2025, dengan melibatkan 25 peserta dari perwakilan kelompok tani se-Desa Sibalung. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam mengembangkan pertanian yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan menghadirkan dua narasumber: Anas Ace dari Dinas Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Kabupaten Banyumas […]

  • TNI AU, Kelurahan Baru, dan Warga RT 10 Bersatu Pulihkan Lokasi Kebakaran

    TNI AU, Kelurahan Baru, dan Warga RT 10 Bersatu Pulihkan Lokasi Kebakaran

    • 0Komentar

    Penulis: Kistolani Mangun Jaya Suasana gotong royong mewarnai kawasan RT 10, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Jumat (15/8/2025) pagi. Warga setempat, dibantu personel TNI Angkatan Udara Lanud Iskandar, perangkat kelurahan, dan relawan, bekerja bersama membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang melanda wilayah itu beberapa hari sebelumnya. HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun — Kegiatan dimulai sejak pagi. Di […]

  • Komunitas BERMOTUBA adakan Kopdar Vol. 4

    Komunitas BERMOTUBA adakan Kopdar Vol. 4

    • 0Komentar

    Jakarta, Hitvberita.com – Komunitas BERMOTUBA adakan Kopdar Vol. 4. Dibaca: 81

expand_less