LaNyalla: Pesantren Benteng Moral di Tengah Arus Informasi yang Tak Terbendung
- account_circle Bai Bahthy
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Ketua DPD RI periode 2019–2024, saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Haflahtuttassyakur Akhirussanah Yayasan Pondok Pesantren dan Pendidikan Mardhotillah di Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. (Dok/Foto/Bai)
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak para santri untuk menjadi generasi yang tangguh secara lahir dan batin, memiliki akhlak mulia, serta mampu memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
JAKARTA, HITV – Pesan tersebut disampaikan LaNyalla saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Haflahtuttassyakur Akhirussanah Yayasan Pondok Pesantren dan Pendidikan Mardhotillah di Krian, Sidoarjo, Minggu (14/6/2026).
Menurut LaNyalla, peringatan kelulusan santri tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga moral generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.
“Acara haflah ini bukan sekadar seremonial kelulusan. Ini adalah momentum penting bagi kita untuk memperkuat komitmen sebagai bangsa dalam menjaga benteng moral generasi muda,” kata LaNyalla.
Ketua DPD RI periode 2019–2024 itu mengapresiasi peran Yayasan Mardhotillah yang didirikan Ustadz Maliki Muhadi dalam membangun karakter dan pendidikan keagamaan bagi generasi muda.
LaNyalla menilai tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat generasi muda rentan terpapar berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis nilai-nilai moral dan ajaran agama.
“Kita menghadapi arus informasi yang tidak terbendung. Jika tidak dibekali pendidikan agama yang kuat, anak-anak kita bisa mengalami degradasi moral yang mengancam nilai-nilai luhur bangsa maupun ajaran Islam,” ujarnya.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan keagamaan, menurutnya, menjadi tameng agar anak-anak mampu menyaring pengaruh negatif dari modernitas tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman.
Pendiri Yayasan LaNyalla Academia tersebut berharap para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dapat terus mengembangkan ilmu, menjaga akhlak, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
LaNyalla memang dikenal memiliki kedekatan dengan kalangan pesantren. Pada Februari 2026 lalu, ia juga memberikan sambutan dalam kegiatan Haflah Santri Yayasan Al Hikmah di Asemrowo, Surabaya, yang diasuh Ustadz Ahmad Nadi dan Ustadz M. Nuruddin.
Melalui berbagai kesempatan itu, LaNyalla terus mendorong penguatan pendidikan pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak generasi Indonesia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing serta siap menghadapi tantangan masa depan. (\•/)
Penulis: Bai Bahthy
Editor: AYS Prayogie
Sumber :
Biro Pers dan Informasi LANYALLA
www.lanyallacenter.id
- Penulis: Bai Bahthy





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.