Lapas Batang Gandeng USM, Warga Binaan Diberi Pemahaman Hukum di Tengah Pembaruan KUHP
- account_circle Hadi Lempe
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Upaya membangun kesadaran hukum di lingkungan Lapas Kelas IIB Batang terus diperkuat lintas sinergi. (Dok/Foto/HL)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas Batang menggandeng Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM) menggelar penyuluhan hukum bagi warga binaan, Rabu (13/5/2026).
BATANG, HITV — Kegiatan yang berlangsung di Aula Baharuddin Lopa itu menjadi ruang edukasi sekaligus diskusi bagi para warga binaan terkait perkembangan hukum nasional, terutama pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Sebanyak 30 warga binaan berstatus tahanan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tampak antusias menyimak materi yang disampaikan para akademisi dari USM.
Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan, mengatakan bahwa peningkatan literasi hukum bagi warga binaan merupakan bagian penting dari proses pembinaan.
Menurut dia, pemahaman terhadap hak dan kewajiban hukum akan membantu warga binaan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
“Sinergi antara praktisi pemasyarakatan dan akademisi sangat diperlukan untuk memberikan literasi hukum yang tepat bagi warga binaan, sehingga mereka siap kembali ke masyarakat dengan kesadaran hukum yang lebih baik,” kata Nurhamdan.
Dalam kegiatan itu, Nurhamdan didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Mu’ammar Fihri serta Kasubsi Registrasi, Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Regbimkemas) Satria Agung Prabowo.
Sementara dari pihak USM hadir Dekan Fakultas Hukum USM Dr Amri Panahatan Sihotang bersama Ketua Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum USM Dr Wafda Vivid Izziyana beserta sejumlah dosen.
Materi utama disampaikan Dr Dedy Suwandi dan Dr Subaidah Ratna Juita. Keduanya mengulas perubahan paradigma hukum pidana nasional dalam perspektif sistem peradilan pidana dan pemasyarakatan modern.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diwarnai sesi tanya jawab. Sejumlah warga binaan memanfaatkan kesempatan itu untuk berkonsultasi mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi.
Dialog berlangsung interaktif. Para pemateri berupaya menjelaskan berbagai persoalan dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman hukum, tetapi juga dorongan moral untuk menjalani proses pembinaan secara lebih baik.
Lapas Batang berharap kerja sama dengan kalangan akademisi dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan program pembinaan kepribadian dan peningkatan kesiapan sosial warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. (\•/)
Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: Hadi Lempe






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.