Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

“This is Indonesia”, Cara Diaspora di Belanda Memperkenalkan Nusantara Lewat Pengalaman Langsung ‎

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • print Cetak

Penulis: Arief Imanuwarta

Alih-alih sekadar menonton tarian dan mendengar alunan musik, ratusan warga Eropa di Vught, Belanda, akhir pekan lalu diajak menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia. Mereka belajar membatik, memasak rendang dan sambal goreng, menari tradisional, hingga bermain angklung bersama dalam sebuah acara bertajuk “This is Indonesia”, yang digelar oleh Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju (Perinma) pada Sabtu (4/10/2025).

HITVBERITA.COM | Vught — Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan pertama Perinma di Eropa yang mengusung konsep eksibisi interaktif. Kapasitas gedung yang hanya mampu menampung 500 orang tampak penuh sejak pagi. Mayoritas pengunjung merupakan warga Belanda, namun sejumlah tamu dari Jerman juga terlihat ikut berpartisipasi.

‎Ketua Pelaksana “This is Indonesia”, Tri Ambar Indriasti Hafner, menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman kebudayaan yang lebih personal dan berkesan.

“Biasanya kegiatan promosi budaya Indonesia hanya menampilkan pertunjukan pasif. Kali ini kami ingin peserta benar-benar merasakan budaya Indonesia—membatik sendiri, memasak, menari, dan berinteraksi langsung,” ujar Ambar, yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Budaya dan Pariwisata Perinma.

Dalam kegiatan membatik, peserta dari berbagai usia tampak serius mengikuti instruksi pembatik asal Yogyakarta, mulai dari menggambar motif hingga merebus kain hasil karyanya.

Di sudut lain, aroma bumbu dan rempah khas Nusantara menguar dari area memasak bersama. Peserta antusias mencicipi hasil masakan yang mereka buat sendiri. Sementara di panggung utama, lantunan angklung dan gerak tari tradisional membuat suasana semakin hidup.

‎Lebih dari sekadar memperkenalkan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana memberdayakan pelaku UMKM Indonesia. Ratusan produk kerajinan dari Yogyakarta dan sekitarnya dipamerkan di arena bazar. Perinma, sebagai organisasi nirlaba diaspora Indonesia, menanggung seluruh biaya produksi dan pengiriman barang ke Eropa.

“Kami ingin memberi tanpa membebani. Banyak program promosi produk Indonesia di luar negeri yang justru merugikan pelaku UMKM karena harus menanggung risiko. Di sini, semua ditanggung Perinma. Kami tidak mencari keuntungan,” tutur Ambar.

Kegiatan “This is Indonesia” terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Pengunjung bahkan dapat mengikuti undian tombola berhadiah utama tiket pesawat Amsterdam–Yogyakarta, yang hasil penjualannya disumbangkan sepenuhnya untuk program penyediaan air bersih di Nusa Tenggara Timur, bekerja sama dengan organisasi Satu Indonesia Belanda.

‎Sakaria Wielgosz, Wakil Ketua Umum Perinma yang juga penanggung jawab kegiatan, menyebutkan bahwa seluruh sponsor dan hadiah dalam acara ini dibiayai secara swadaya oleh para pengurus.

“Kami ingin membuktikan bahwa diaspora Indonesia di Eropa bisa berbuat nyata tanpa motif bisnis. Semua murni untuk memberi dan memperkenalkan Indonesia secara positif,” ujar Sakaria.

‎Sakaria Wielgosz, Wakil Ketua Umum Perinma yang juga sebagai penanggung jawab kegiatan “This is Indonesia” yang dinilai telah berhasil dengan sukses. (Foto/Perinma/Arief)

SAKARIA menambahkan, seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat. Para peserta bazar pun mengaku senang karena produk dan makanan yang dijual habis terjual.

“Bukan hanya pengunjung yang puas, tapi pelaku UMKM dan penjual makanan pun ikut bahagia. Ini bukti bahwa semangat gotong royong dan cinta tanah air bisa diwujudkan dari jauh,” kata Sakaria menutup.

Melalui kegiatan seperti ini, Perinma menunjukkan wajah diaspora Indonesia di Eropa yang bekerja tanpa pamrih—bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan untuk membawa harum nama bangsa dan mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan dunia.

Kegiatan “This Is Indonesia” ‎lebih dari sekadar memperkenalkan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana memberdayakan pelaku UMKM Indonesia. (Foto/Perinma/Arief)

‎DEMIKIAN dilaporkan oleh Reporter Arief Imanuwarta dari Kantor Perwakilan Redaksi HITVberita.com Wilayah Eropa, berkedudukan di Frankfurt Jerman. (///)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meneladani Ibadah Nabi Muhammad SAW di Momen Maulid

    Meneladani Ibadah Nabi Muhammad SAW di Momen Maulid

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menjadi momentum bagi umat Islam untuk merenungkan keteladanan Rasulullah, tidak hanya sebagai pembawa risalah, tetapi juga sebagai sosok yang mencontohkan kesempurnaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. HITVBERITA.COM | Lingga — Sejumlah amalan yang dilakukan Nabi dapat menjadi pedoman bagi umat dalam meningkatkan kualitas iman dan takwa. Rasulullah […]

  • Pemkab Purwakarta Komitmen Lakukan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Pemkab Purwakarta Komitmen Lakukan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan

    • 0Komentar

    HITVberita.COM | PURWAKARTA – Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus berkomitmen melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan. Untuk itu, Dinas Pendidikan Purwakarta mengundang seluruh kepala sekolah dan pengawas jenjang pendidikan SD dan SMP se-Kabupaten Purwakarta untuk mengikuti Seminar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, Selasa 12 November 2024. Seminar […]

  • Macai 2025 Streaming To𝚛rent

    Macai 2025 Streaming To𝚛rent

    • 1Komentar

    ZIP password is: 123 ➡ DOWNLOAD ZIP Macai: Director: Shanjyy Kumar Perumal. Kannan GaNAnAathy, Kuben Mahadevan, Irfan backpacks, Fabian Loo. A drug dealer finds himself in hot water when he loses the goods that are associated with the local rotation. Fearing the punishment of his evil boss and begins to make America in a hope […]

  • “Ibu di Mana?” — 16 Tahun Menunggu Pelukan yang Tak Pernah Datang

    “Ibu di Mana?” — 16 Tahun Menunggu Pelukan yang Tak Pernah Datang

    • 0Komentar

    Di sebuah ruang perawatan Rumah Sakit Andi Sultan Daeng Radja, Bulukumba, seorang remaja perempuan terbaring lemah. Tubuhnya kurus. Tatapannya kosong, tetapi sesekali matanya mencari sesuatu yang bahkan ia sendiri belum pernah benar-benar miliki: wajah ibunya. Namanya Syifa. Ketika seseorang bertanya apa yang paling ia inginkan, jawabannya sederhana, lirih, sekaligus menghantam perasaan siapa pun yang mendengarnya. […]

  • Bayar Pajak Kendaraan Lebih Cepat, Samsat Drive Thru Istimewa Purwakarta Sudah Buka

    Bayar Pajak Kendaraan Lebih Cepat, Samsat Drive Thru Istimewa Purwakarta Sudah Buka

    • 0Komentar

    PURWAKARTA | HITV – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat telah resmi membuka layanan Samsat Drive Thru di Kabupaten Purwakarta, yang diberi nama Sadewa (Samsat Drive Thru Istimewa). Layanan ini menjadi upaya pemerintah untuk menghadirkan pelayanan pajak kendaraan yang lebih cepat, praktis, dan bebas dari antrean yang memakan waktu. Peresmian layanan Sadewa Purwakarta dilakukan pada […]

  • Dari “Hijau” ke Bencana: Ketika Kegelisahan Iwan Fals 1992 Menjadi Kenyataan di Aceh dan Sumatera

    Dari “Hijau” ke Bencana: Ketika Kegelisahan Iwan Fals 1992 Menjadi Kenyataan di Aceh dan Sumatera

    • 0Komentar

    “Hutan ku rusak, Langit ku bocor, Udara yang aku hisap tercemar, Makanan yang aku makan racun.” (Iwan Fals, Hijau, 1992) RIAU | HITV – Tiga dekade silam, Iwan Fals menyuarakan kegundahan yang kala itu terdengar seperti protes moral. Hari ini, bait-bait lagu Hijau itu menjelma kenyataan yang pahit. Hutan yang rusak, langit yang “bocor”, udara […]

expand_less