Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Freddy Wei Nahkodai YAMB 2026–2031, Alumni Methodist Bagansiapiapi Satukan Kekuatan untuk Pendidikan

  • account_circle Jhon P Tobing
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

Freddy Wei Nahkodai saat berikan keterangan pers usai dikukuhkan sebagai Ketua Umum YAMB periode masa bakti 2026–2031, (Dok/Foto/Cun)

Yayasan Alumni Methodist Bagansiapiapi (YAMB) memasuki babak baru. Freddy Wei resmi dideklarasikan sebagai Ketua Umum YAMB periode 2026–2031 dalam acara deklarasi dan sosialisasi kepengurusan yang digelar di Fortune Star Function Hall, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (14/8/2026).

JAKARTA, HITV Deklarasi tersebut tidak sekadar menandai terbentuknya kepengurusan baru. Momentum itu sekaligus menjadi upaya menyatukan potensi alumni Methodist Bagansiapiapi dari berbagai generasi untuk memperkuat hubungan antarlulusan dan mendorong kontribusi nyata bagi almamater maupun masyarakat.

YAMB menghimpun alumni Methodist Bagansiapiapi, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Anggotanya berasal dari berbagai angkatan, sejak 1970 hingga 2026, dengan jumlah sekitar 5.000 alumni.

Di bawah kepemimpinan Freddy Wei, organisasi tersebut diarahkan tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi dan reuni. YAMB diproyeksikan menjadi ruang bersama bagi alumni untuk berkolaborasi, berbagi gagasan, sekaligus menghadirkan program yang memiliki dampak sosial.

“Hari ini bukan sekadar membentuk kepengurusan. Hari ini adalah awal dari sebuah perjalanan dan komitmen untuk membangun sebuah wadah alumni yang kuat, solid, dan bermanfaat bagi seluruh alumni serta masyarakat,” ujar Freddy dalam sambutannya.

Menghapus Sekat Antargenerasi

Freddy menilai kekuatan YAMB justru terletak pada keberagaman anggotanya. Perbedaan usia, angkatan, profesi maupun latar belakang, menurut dia, tidak semestinya menjadi sekat, melainkan modal untuk membangun organisasi yang lebih kuat.

Karena itu, ia mengajak seluruh alumni untuk meninggalkan sekat antargenerasi dan mengedepankan semangat persaudaraan.

“Jika seluruh alumni bergandengan tangan tanpa memandang angkatan, latar belakang maupun profesi, saya percaya YAMB akan menjadi organisasi yang bermanfaat bagi seluruh alumni dan masyarakat,” katanya.

Semangat tersebut menjadi penting karena YAMB memiliki basis alumni yang relatif besar dan tersebar di berbagai bidang. Jejaring itu dinilai dapat menjadi kekuatan untuk membangun program yang tidak hanya memberikan manfaat bagi alumni, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pendidikan Menjadi Prioritas

Salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam kepengurusan baru adalah kontribusi terhadap dunia pendidikan, khususnya lingkungan sekolah Methodist Bagansiapiapi.

Dukungan terhadap almamater antara lain diarahkan melalui rencana pemberian beasiswa bagi siswa yang membutuhkan. Program tersebut diharapkan menjadi bentuk konkret kepedulian alumni terhadap generasi penerus.

Bagi Freddy, hubungan alumni dengan almamater tidak semestinya berhenti ketika seseorang meninggalkan bangku sekolah. Pengalaman dan keberhasilan yang diperoleh alumni justru dapat dikembalikan dalam bentuk kontribusi bagi generasi berikutnya.

“Semangat alumni bukan hanya mengingat masa lalu, tetapi bagaimana pengalaman dan keberhasilan yang kita miliki hari ini dapat memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.

Dengan perspektif tersebut, YAMB hendak menempatkan nostalgia sebagai titik awal, bukan tujuan akhir. Persaudaraan yang terbentuk sejak masa sekolah diharapkan berkembang menjadi kekuatan untuk melakukan pengabdian.

Didukung Berbagai Elemen

Deklarasi kepengurusan YAMB turut dihadiri sejumlah tokoh dan undangan, antara lain Prof. Dr. Darmadi Durianto, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan; Prof. Dr. Hendrawan Supratikno; Dr. Ronny Talapessy; Selly Adriany Gantina; serta Tio Jacob.

Hadir pula jajaran Pembina dan Pengawas YAMB, pengurus, para guru, alumni Methodist Bagansiapiapi, serta pimpinan dan perwakilan sejumlah organisasi.

Di antaranya Yayasan PKMI yang dipimpin Juswanto bersama Darpin, Yayasan Multi Marga yang dipimpin Kho Kok Beng, IAPW, PASB, IAPK, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan adanya harapan agar YAMB tidak berjalan secara eksklusif sebagai organisasi internal alumni. Sebaliknya, jejaring yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi dan elemen masyarakat.

Kepemimpinan sebagai Amanah

Bagi Freddy, jabatan Ketua Umum YAMB bukan sekadar posisi organisasi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh alumni.

Ia karena itu membuka ruang bagi kritik, saran dan masukan selama masa kepemimpinannya.

“Kami siap menerima kritik yang membangun, terbuka terhadap masukan, serta bekerja dengan sepenuh hati demi kemajuan yayasan, almamater dan seluruh alumni,” kata Freddy.

Ia menegaskan, persaudaraan alumni harus terus dirawat dan diterjemahkan dalam kerja nyata. Semangat yang lahir dari bangku sekolah diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan masa lalu, tetapi berkembang menjadi energi untuk memberikan manfaat.

“Semangat persaudaraan tidak boleh berhenti di masa sekolah. Semangat itu harus terus hidup dalam karya dan pengabdian,” ujarnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026–2031, YAMB kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa besarnya jumlah alumni dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan yang produktif.

Bukan hanya kuat dalam menjaga persaudaraan, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat melalui pendidikan, kegiatan sosial dan berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Menutup sambutannya, Freddy Wei menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir serta para alumni yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Ia kemudian menyampaikan pantun:

“Bagansiapiapi kota kebanggaanku, Di Methodistlah kami belajar dan bertumbuh, Alumni bersatu membangun harapan, Bersatu kita teguh.

Pesan itu sekaligus menjadi penegasan arah YAMB di bawah kepemimpinan Freddy Wei: menghimpun kembali kekuatan alumni, memperkuat almamater, dan menjadikan persaudaraan sebagai pijakan untuk menghadirkan karya yang lebih luas bagi pendidikan dan masyarakat. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Sumut

  • Penulis: Jhon P Tobing

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less