Proyek Revitalisasi SDN 3 Cibinong Disorot, Penerapan K3 Dipertanyakan
- account_circle Raffa Christ Manalu
- calendar_month 58 menit yang lalu
- print Cetak

Pekerja terpantau memasang genteng di ketinggian tanpa APD, memunculkan sorotan terhadap penerapan K3 dalam proyek revitalisasi SDN 3 Cibinong. Pihak sekolah dan P2SP mengaku telah beberapa kali mengingatkan pekerja. (Dok/Foto/Raffa)
Program revitalisasi sarana pendidikan di SDN 3 Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendapat sorotan.
PURWAKARTA, HiTV — Persoalannya bukan pada tujuan pembangunan, melainkan pada penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama pekerjaan berlangsung.
Pantauan di lokasi pada Selasa (29/9/2026) menunjukkan sejumlah pekerja tengah memasang genteng tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Pekerja terlihat menggunakan pakaian biasa dan rompi, tetapi tidak tampak mengenakan helm keselamatan maupun sepatu pelindung.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pekerjaan pemasangan genteng dilakukan pada ketinggian sehingga memiliki risiko keselamatan bagi pekerja apabila tidak disertai perlindungan dan prosedur kerja yang memadai.
Revitalisasi SDN 3 Cibinong merupakan bagian dari program yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Kegiatan tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai lebih dari Rp700 juta.
“Anggaran itu dialokasikan untuk merehabilitasi lima ruang kelas, satu ruang UKS, serta empat unit toilet atau WC.
Di tengah kebutuhan meningkatkan kualitas sarana pendidikan tersebut, penerapan K3 menjadi bagian yang tidak semestinya diabaikan. Terlebih, aktivitas konstruksi di lingkungan sekolah berlangsung berdekatan dengan kawasan pendidikan yang semestinya juga memperhatikan aspek keselamatan lingkungan sekitar.
Kepala SDN 3 Cibinong, Nunung Nurbaeti, mengatakan pihak sekolah bersama Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) telah beberapa kali mengingatkan pekerja mengenai penggunaan APD dan keselamatan kerja.
Menurut Nunung, pengarahan telah disampaikan dalam briefing bersama P2SP. Ia mengaku terus mengingatkan pekerja agar mematuhi ketentuan keselamatan.
“Alhamdulillah, biar ada efek jera buat pekerja. Saya juga sudah pusing ngingetinnya, terima kasih atas perhatiannya,” kata Nunung melalui pesan WhatsApp, Rabu (30/9/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, M.Pd, menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan menjadi bagian dari tugas P2SP.
“P2SP bertugas mengingatkan dan mengawasi. Pegawainya harus diedukasi,” ujar Sadiyah.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan pekerja tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan APD, tetapi juga menyangkut pengawasan dan edukasi selama pekerjaan berlangsung.
Temuan pekerja yang belum menggunakan APD lengkap setidaknya menunjukkan masih adanya persoalan dalam penerapan keselamatan kerja di lapangan. Karena itu, diperlukan pengawasan yang konsisten agar pekerjaan revitalisasi tidak hanya mengejar target penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan setiap tahapan pembangunan berlangsung dengan memperhatikan keselamatan pekerja.
Revitalisasi sekolah pada dasarnya ditujukan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak bagi peserta didik. Namun, proses menuju tujuan tersebut juga perlu memastikan keselamatan orang-orang yang bekerja di balik pembangunan itu sendiri. (*/)
Penulis: Raffa Christ Manalu
Editor: AYS
- Penulis: Raffa Christ Manalu





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.