Dari Tanah Wakaf, Warga Desa Nipa Membuka Jalan Menuju Pantai Mbawe
- account_circle Sahbudin, S.Pdi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Jumadin, S.Pd.I, bersama keluarga Abdurahman Ayub melalui Sahbudin, serta keluarga Ina Imo, sepakat mewakafkan sebagian tanah mereka untuk membuka akses jalan bagi masyarakat. (Dok/Foto/Sahbudin)
Sebuah jalan baru tidak selalu lahir dari proyek besar dan anggaran pemerintah. Di Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, akses menuju kawasan Pantai Mbawe justru mulai dibuka dari kerelaan warga yang menyisihkan tanah miliknya untuk kepentingan bersama.
BIMA, HITV — Langkah itu menjadi cerita tersendiri tentang bagaimana pembangunan infrastruktur dapat tumbuh dari semangat gotong royong masyarakat.
Sejumlah warga Desa Nipa mewakafkan sebagian tanah mereka untuk dijadikan akses jalan umum menuju kawasan Pantai Mbawe. Kesepakatan tersebut dilakukan pada Senin (10/8/2026), sekaligus menjadi titik awal pembukaan rintisan jalan yang kini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Jumadin, S.Pd.I., menjadi salah satu penggagas gerakan tersebut bersama keluarga Abdurahman Ayub yang diwakili anak ketiganya, Sahbudin. Keluarga Ina Imo bersama anak dan cucunya juga mengambil keputusan serupa dengan menyerahkan sebagian lahan mereka untuk akses masyarakat.
Bagi warga, keputusan tersebut bukan sekadar soal melepaskan sebagian hak atas tanah. Ada kepentingan yang lebih besar, yakni menghadirkan akses yang selama ini dibutuhkan untuk menghubungkan permukiman dan aktivitas masyarakat dengan kawasan pesisir.
“Setelah lahan diukur dan dilakukan pematokan, warga menyepakati pembukaan rintisan jalan secara gotong royong. Dari sinilah gagasan membangun akses menuju Pantai Mbawe mulai bergerak dari kesepakatan menjadi pekerjaan nyata di lapangan.
PROSES tersebut turut disaksikan Kepala Dusun setempat, Darwis. Kehadiran pemerintah di tingkat dusun menjadi bagian penting dalam memastikan proses penyerahan lahan dan kesepakatan warga berjalan tertib.
Pengamanan kegiatan juga melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Nipa, Putra Rahmatullah, bersama Babinsa, Serka Herman. Sinergi masyarakat dengan unsur TNI dan Polri ikut menjaga proses pembukaan akses berjalan aman dan kondusif.
Kini, perhatian warga mulai tertuju pada bagaimana rintisan jalan tersebut dapat dikembangkan menjadi akses yang benar-benar layak digunakan.
Pantai Mbawe menjadi salah satu alasan utama mengapa pembukaan jalan ini dianggap penting. Kawasan pesisir tersebut menyimpan potensi wisata sekaligus ruang ekonomi bagi masyarakat. Namun, potensi tanpa akses yang memadai akan sulit berkembang secara optimal.
Jalan yang dibuka melalui swadaya warga diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai aktivitas. Nelayan akan lebih mudah menjangkau kawasan pesisir, petani memiliki akses mobilitas yang lebih baik, sementara masyarakat dapat melihat peluang baru dari aktivitas ekonomi dan wisata.
Dalam jangka panjang, keberadaan akses tersebut juga berpotensi mengubah wajah kawasan Pantai Mbawe. Bukan hanya sebagai ruang pesisir yang dikunjungi masyarakat setempat, tetapi juga sebagai kawasan yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat.
Tentu, pembukaan rintisan jalan merupakan langkah awal. Masih dibutuhkan penataan, peningkatan kualitas jalan, serta dukungan berbagai pihak agar akses tersebut dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
Namun, fondasi terpenting sudah diletakkan: kemauan warga untuk berbagi dan bekerja bersama.
Tanah yang semula menjadi bagian dari kepemilikan keluarga kini diharapkan berubah menjadi jalan yang dilalui banyak orang.
“Dari keputusan sejumlah warga untuk mewakafkan lahan, Desa Nipa sedang membuka bukan hanya jalur menuju Pantai Mbawe, tetapi juga kemungkinan baru bagi mobilitas, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.
JIKA semangat gotong royong itu terus terjaga dan mendapat dukungan pembangunan yang berkelanjutan, jalan kecil yang dirintis hari ini bukan tidak mungkin menjadi salah satu jalur penting bagi masa depan Desa Nipa. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Bima
- Penulis: Sahbudin, S.Pdi





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.