Rabu, 30 Sep 2026
light_mode

Terobosan Polda Jateng Peduli CTEV, Gandeng Muhammadiyah Berikan Penanganan Gratis bagi Anak

  • account_circle Hadi Lempe
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • print Cetak

Kepedulian terhadap kesehatan anak diwujudkan Polda Jawa Tengah melalui terobosan Program Polda Jateng Peduli Congenital Talipes Equinovarus (CTEV).

JATENG, HITV — Program Polda Jateng Peduli CTEV adalah sebuah gerakan sosial yang dirancang untuk menemukan secara dini anak-anak dengan kelainan kaki bawaan lahir sekaligus memastikan mereka memperoleh pemeriksaan dan penanganan secara gratis.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi Polda Jateng bersama Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah, dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, tenaga medis serta jaringan rumah sakit di Jawa Tengah.

Program tersebut diluncurkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (13/8/2026). Kolaborasi lintas sektor itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi anak-anak yang mengalami Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kelainan posisi kaki yang terjadi sejak lahir.

Kapolda Jateng mengatakan, program tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan anak dengan CTEV dapat ditemukan dan memperoleh penanganan sedini mungkin sehingga risiko kecacatan permanen dapat dicegah.

Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada kemampuan menemukan kasus di tengah masyarakat. Karena itu, Polda Jateng mengadopsi pola active case finding yang sebelumnya diterapkan dalam program TOSS TB dengan mengoptimalkan jaringan Bhabinkamtibmas.

“Seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah Jawa Tengah nantinya menjadi ujung tombak dalam membantu menemukan anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir. Mereka akan berkolaborasi dengan jajaran kesehatan di daerah untuk melakukan deteksi dini, edukasi, pendampingan hingga menghubungkan pasien dengan layanan penanganan yang tersedia,” terang Ribut.

Ia meminta seluruh Kapolres segera menindaklanjuti program tersebut dengan memberikan pembekalan kepada Bhabinkamtibmas bersama Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) di masing-masing wilayah.

“Para Kapolres, setelah ini segera menginstruksikan Bhabin. Dilatih dulu Bhabinkamtibmasnya bersama Kasidokkes, nanti koordinasi dan kolaborasi dengan saudara-saudara kita di daerah,” tambahnya.

Ribut menuturkan, jaringan Bhabinkamtibmas yang menjangkau hingga tingkat desa, dusun, RT dan RW menjadi kekuatan strategis dalam menemukan kasus yang selama ini mungkin belum teridentifikasi.

“Minggu depan para Bhabin sudah turun ke bawah. Alhamdulillah polisi adalah salah satu organisasi yang mempunyai jaringan ke bawah cukup lengkap. Saya yakin polanya nanti segera dibakukan supaya kegiatan ini bisa terakselerasi dengan baik,” ujarnya.

Sekitar 1.800 Kasus CTEV

CTEV merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang menyebabkan posisi kaki anak tidak normal. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan sedini mungkin agar anak memiliki peluang tumbuh dan berkembang secara optimal serta terhindar dari dampak kecacatan jangka panjang.

Berdasarkan data Biddokkes Polda Jateng, terdapat sekitar 1.800 anak dengan kasus CTEV di Jawa Tengah pada 2025.

Melalui Program Polda Jateng Peduli CTEV, anak yang ditemukan mengalami kelainan tersebut akan menjalani pemeriksaan dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara maupun rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiyah di Jawa Tengah.

Penanganan diberikan secara gratis dengan melibatkan dokter spesialis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial serta tenaga medis terkait. Dukungan tersebut mencakup proses penemuan kasus, skrining, pemeriksaan, penanganan hingga rehabilitasi. Bahkan, anak yang membutuhkan juga akan mendapatkan sepatu khusus secara gratis.

Kapolda mengajak masyarakat ikut menjadi bagian dari gerakan tersebut dengan melaporkan apabila mengetahui anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir.

“Bagi masyarakat yang mengetahui atau memiliki keluarga yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir, silakan segera menghubungi layanan Polisi 110 atau Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing,” kata Ribut.

Ia memastikan setiap informasi yang diterima akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan rumah sakit yang telah bekerja sama.

“Jangan sampai ada anak yang sebenarnya bisa ditangani tetapi tidak mendapatkan pelayanan karena keterbatasan informasi atau akses. Mari bersama-sama kita temukan, kita dampingi, dan kita berikan penanganan yang terbaik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

Muhammadiyah Dukung Penguatan Deteksi Dini

Wakil Ketua I MPKU Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes., mengapresiasi langkah Polda Jateng yang menggandeng Muhammadiyah dalam program tersebut.

Menurut Fachmi, pengalaman Polda Jateng dalam menjalankan active case finding melalui program TOSS TB dapat menjadi model untuk memperkuat penemuan kasus CTEV di masyarakat.

Kolaborasi antara kepolisian, jaringan fasilitas kesehatan Muhammadiyah-Aisyiyah dan pemerintah daerah dinilai dapat memperluas jangkauan deteksi dini, terutama terhadap anak-anak yang belum mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

“Melalui peran Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, deteksi dini, edukasi, pendampingan dan rujukan diharapkan dapat diperkuat sehingga semakin banyak anak memperoleh penanganan sejak dini dan terhindar dari dampak kecacatan jangka panjang,” kata Fachmi.

Program Polda Jateng Peduli CTEV sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif antara institusi kepolisian, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan dapat diarahkan pada persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Kapolda Jateng menegaskan pihaknya terbuka untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia berharap Program Polda Jateng Peduli CTEV tidak berhenti pada peluncuran, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk memastikan tidak ada anak dengan kelainan kaki bawaan lahir yang kehilangan kesempatan mendapatkan penanganan hanya karena keterbatasan informasi maupun akses pelayanan. (\•/)

Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Jateng

  • Penulis: Hadi Lempe

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Lingga Dukung Ketahanan Pangan Lewat Gerakan Pangan Murah

    Polres Lingga Dukung Ketahanan Pangan Lewat Gerakan Pangan Murah

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Kepolisian Resor (Polres) Lingga ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah Serentak yang digelar di Jalan Makam Pahlawan, Kabupaten Lingga, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional dan upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI. HITVBERITA.COM | Lingga — Kegiatan berlangsung selama tiga […]

  • Komisi IV DPRD Batam Serap Keluhan Warga soal Layanan Kesehatan lewat RDPU

    Komisi IV DPRD Batam Serap Keluhan Warga soal Layanan Kesehatan lewat RDPU

    • 0Komentar

    Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membahas pelayanan kesehatan di Kota Batam, Selasa (3/2/2026). BATAM | HITV— Forum ini digelar sebagai respons atas beragam keluhan masyarakat, terutama pasien peserta BPJS Kesehatan, terkait layanan rumah sakit pemerintah maupun swasta. RDPU dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Batam Dandis Rajagukguk, ST, dan […]

  • Dedi Mulyadi Kembali Boyong Pejabat Pemkab Purwakarta ke Pemprov Jawa Barat

    Dedi Mulyadi Kembali Boyong Pejabat Pemkab Purwakarta ke Pemprov Jawa Barat

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Sejumlah pejabat dilingkup pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta kembali dipindahkan untuk menduduki jabatan dilingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat yang digelar pada 1 September 2025 lalu. HITVBERITA.COM | Purwakarta –Gerbong rotasi tahap pertama terjadi pada Rabu 28 Mei 2025. Empat pejabat setingkat eselon II Pemerintah Kabupaten Purwakarta diboyong Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi […]

  • Telusuran IPJI Ungkap Kejanggalan Perjalanan Dinas Sekretariat DPRD Batam 2025, Potensi Kelebihan Pembayaran Rp 1,33 Miliar

    Telusuran IPJI Ungkap Kejanggalan Perjalanan Dinas Sekretariat DPRD Batam 2025, Potensi Kelebihan Pembayaran Rp 1,33 Miliar

    • 0Komentar

    Hasil telusuran Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) terhadap belanja perjalanan dinas Sekretariat DPRD Kota Batam Tahun Anggaran 2025 mengungkap sejumlah kejanggalan serius. BATAM | HITV — Temuan IPJI Kepri tersebut mencakup potensi kelebihan pembayaran hingga ketidaklengkapan dokumen pertanggungjawaban administrasi. IPJI menilai, pola permasalahan ini bukan kali pertama terjadi, melainkan telah berulang setidaknya dalam tiga […]

  • Dedi Mulyadi: Menang Jangan Jumawa, Bobotoh Tawuran Bisa Dibina di Barak

    Dedi Mulyadi: Menang Jangan Jumawa, Bobotoh Tawuran Bisa Dibina di Barak

    • 0Komentar

    Gubernur Dedi Mulyadi mengingatkan para pendukung Persib Bandung atau Bobotoh agar tidak merayakan kemenangan timnya secara berlebihan usai menundukkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 dalam laga klasik Liga 1, Minggu (10/5/2026) BANDUNG, HITV — Peringatan itu disampaikan Dedi menyusul munculnya sejumlah insiden kericuhan suporter di beberapa daerah di Jawa Barat, di antaranya aksi saling serang […]

  • Wabup Purwakarta Soroti Pungli Rekrutmen dan Dorong Optimalisasi BLK dalam Kunjungan ke Disnakertrans

    Wabup Purwakarta Soroti Pungli Rekrutmen dan Dorong Optimalisasi BLK dalam Kunjungan ke Disnakertrans

    • 1Komentar

    Wabup Purwakarta Abang Ijo Hapidin didampingi Sekdis Disnakertrans Wita Gusrianita. (Dok/Foto/Raffa) Pemerintah memiliki peran krusial dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi melalui perlindungan tenaga kerja. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta pada Rabu, 9 April 2025. HITVBERITA.COM | Purwakarta— Dalam kunjungan […]

expand_less