Terobosan Polda Jateng Peduli CTEV, Gandeng Muhammadiyah Berikan Penanganan Gratis bagi Anak
- account_circle Hadi Lempe
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Program kolaborasi lintas sektor di Gedung Borobudur Mapolda Jateng untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi anak dengan CTEV atau kelainan kaki bawaan lahir. (Dok/Foto/HL)
Kepedulian terhadap kesehatan anak diwujudkan Polda Jawa Tengah melalui terobosan Program Polda Jateng Peduli Congenital Talipes Equinovarus (CTEV).
JATENG, HITV — Program Polda Jateng Peduli CTEV adalah sebuah gerakan sosial yang dirancang untuk menemukan secara dini anak-anak dengan kelainan kaki bawaan lahir sekaligus memastikan mereka memperoleh pemeriksaan dan penanganan secara gratis.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi Polda Jateng bersama Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah, dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, tenaga medis serta jaringan rumah sakit di Jawa Tengah.
Program tersebut diluncurkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (13/8/2026). Kolaborasi lintas sektor itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi anak-anak yang mengalami Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kelainan posisi kaki yang terjadi sejak lahir.
Kapolda Jateng mengatakan, program tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan anak dengan CTEV dapat ditemukan dan memperoleh penanganan sedini mungkin sehingga risiko kecacatan permanen dapat dicegah.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada kemampuan menemukan kasus di tengah masyarakat. Karena itu, Polda Jateng mengadopsi pola active case finding yang sebelumnya diterapkan dalam program TOSS TB dengan mengoptimalkan jaringan Bhabinkamtibmas.
“Seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah Jawa Tengah nantinya menjadi ujung tombak dalam membantu menemukan anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir. Mereka akan berkolaborasi dengan jajaran kesehatan di daerah untuk melakukan deteksi dini, edukasi, pendampingan hingga menghubungkan pasien dengan layanan penanganan yang tersedia,” terang Ribut.
Ia meminta seluruh Kapolres segera menindaklanjuti program tersebut dengan memberikan pembekalan kepada Bhabinkamtibmas bersama Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) di masing-masing wilayah.
“Para Kapolres, setelah ini segera menginstruksikan Bhabin. Dilatih dulu Bhabinkamtibmasnya bersama Kasidokkes, nanti koordinasi dan kolaborasi dengan saudara-saudara kita di daerah,” tambahnya.
Ribut menuturkan, jaringan Bhabinkamtibmas yang menjangkau hingga tingkat desa, dusun, RT dan RW menjadi kekuatan strategis dalam menemukan kasus yang selama ini mungkin belum teridentifikasi.
“Minggu depan para Bhabin sudah turun ke bawah. Alhamdulillah polisi adalah salah satu organisasi yang mempunyai jaringan ke bawah cukup lengkap. Saya yakin polanya nanti segera dibakukan supaya kegiatan ini bisa terakselerasi dengan baik,” ujarnya.
Sekitar 1.800 Kasus CTEV
CTEV merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang menyebabkan posisi kaki anak tidak normal. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan sedini mungkin agar anak memiliki peluang tumbuh dan berkembang secara optimal serta terhindar dari dampak kecacatan jangka panjang.
Berdasarkan data Biddokkes Polda Jateng, terdapat sekitar 1.800 anak dengan kasus CTEV di Jawa Tengah pada 2025.
Melalui Program Polda Jateng Peduli CTEV, anak yang ditemukan mengalami kelainan tersebut akan menjalani pemeriksaan dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara maupun rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiyah di Jawa Tengah.
Penanganan diberikan secara gratis dengan melibatkan dokter spesialis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial serta tenaga medis terkait. Dukungan tersebut mencakup proses penemuan kasus, skrining, pemeriksaan, penanganan hingga rehabilitasi. Bahkan, anak yang membutuhkan juga akan mendapatkan sepatu khusus secara gratis.
Kapolda mengajak masyarakat ikut menjadi bagian dari gerakan tersebut dengan melaporkan apabila mengetahui anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir.
“Bagi masyarakat yang mengetahui atau memiliki keluarga yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir, silakan segera menghubungi layanan Polisi 110 atau Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing,” kata Ribut.
Ia memastikan setiap informasi yang diterima akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan rumah sakit yang telah bekerja sama.
“Jangan sampai ada anak yang sebenarnya bisa ditangani tetapi tidak mendapatkan pelayanan karena keterbatasan informasi atau akses. Mari bersama-sama kita temukan, kita dampingi, dan kita berikan penanganan yang terbaik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Muhammadiyah Dukung Penguatan Deteksi Dini
Wakil Ketua I MPKU Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes., mengapresiasi langkah Polda Jateng yang menggandeng Muhammadiyah dalam program tersebut.
Menurut Fachmi, pengalaman Polda Jateng dalam menjalankan active case finding melalui program TOSS TB dapat menjadi model untuk memperkuat penemuan kasus CTEV di masyarakat.
Kolaborasi antara kepolisian, jaringan fasilitas kesehatan Muhammadiyah-Aisyiyah dan pemerintah daerah dinilai dapat memperluas jangkauan deteksi dini, terutama terhadap anak-anak yang belum mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
“Melalui peran Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, deteksi dini, edukasi, pendampingan dan rujukan diharapkan dapat diperkuat sehingga semakin banyak anak memperoleh penanganan sejak dini dan terhindar dari dampak kecacatan jangka panjang,” kata Fachmi.
Program Polda Jateng Peduli CTEV sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif antara institusi kepolisian, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan dapat diarahkan pada persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Kapolda Jateng menegaskan pihaknya terbuka untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia berharap Program Polda Jateng Peduli CTEV tidak berhenti pada peluncuran, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk memastikan tidak ada anak dengan kelainan kaki bawaan lahir yang kehilangan kesempatan mendapatkan penanganan hanya karena keterbatasan informasi maupun akses pelayanan. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: Hadi Lempe






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.