Revitalisasi SMKS Muttaqien Purwakarta Dipertanyakan, Proyek Sepi Aktivitas
- account_circle Raffa Christ Manalu
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Program revitalisasi sarana pendidikan di SMKS Muttaqien, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sindangkasih, Kabupaten Purwakarta, menyisakan sejumlah pertanyaan. Dalam pantauan di lokasi selama sepekan terakhir, tidak terlihat aktivitas pengerjaan proyek di area sekolah.
PURWAKARTA, HITV — Terpantau saat HITV lakukan telusuran ternyata gerbang sekolah juga tertutup dan terkunci. Tidak terlihat pekerja maupun pihak yang dapat memberikan penjelasan mengenai perkembangan pekerjaan revitalisasi tersebut.
Kondisi itu menjadi perhatian karena revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Program tersebut mencakup rehabilitasi ruang kelas serta sejumlah fasilitas pendukung pendidikan, seperti laboratorium, toilet, dan ruang UKS.
Secara umum, program revitalisasi diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman sekaligus mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Pelaksanaannya juga melibatkan unsur sekolah dan masyarakat melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan pengawasan dinas pendidikan serta instansi terkait.
Namun, kondisi di SMKS Muttaqien menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pekerjaan revitalisasi telah berjalan.
Apalagi, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut disebut untuk sementara dipindahkan ke kampus STT Muttaqien di Jalan Baru Purwakarta selama proses rehabilitasi berlangsung.
Informasi tersebut disampaikan seorang guru SMKS Muttaqien ketika ditemui di kampus STT Muttaqien. Menurut dia, pemindahan kegiatan belajar mengajar dilakukan karena proses rehabilitasi ruang kelas masih berlangsung.
“Untuk sementara kegiatan KBM dipindahkan di sini selama proses pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas selesai,” ujarnya.
“Ketika ditanyakan mengenai keberadaan kepala sekolah, guru tersebut mengatakan Kepala SMKS Muttaqien Asep Saepul Malik sudah meninggalkan lokasi.
“Bapak tidak ada, Bang. Beliau sudah pulang. Nanti saya coba kasih tahu kedatangannya melalui chat WhatsApp,” katanya, Minggu lalu.
Upaya HITV untuk memperoleh penjelasan langsung dari Asep Saepul Malik hingga berita ini disusun belum membuahkan hasil.
Beberapa kali upaya menghubungi kepala sekolah melalui sambungan telepon seluler maupun pesan WhatsApp telah dilakukan. Namun, belum ada respons yang diterima.
Belum adanya keterangan dari pihak sekolah membuat sejumlah informasi penting mengenai proyek tersebut masih belum terjelaskan. Di antaranya nilai anggaran revitalisasi, sumber dan skema pendanaannya, jadwal pelaksanaan, target penyelesaian pekerjaan, serta susunan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Pertanyaan tersebut menjadi relevan mengingat program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 merupakan program yang menggunakan anggaran pemerintah. Karena itu, informasi mengenai pelaksanaan kegiatan, penggunaan anggaran, maupun mekanisme pengawasan pada prinsipnya penting diketahui publik sesuai ketentuan dan mekanisme keterbukaan informasi yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh penjelasan dari pihak SMKS Muttaqien mengenai kondisi lokasi yang tampak sepi dari aktivitas pengerjaan selama pantauan lapangan.
HITV membuka ruang bagi pihak sekolah, P2SP, maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai pelaksanaan revitalisasi tersebut.
Keterangan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait akan menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai pelaksanaan program revitalisasi SMKS Muttaqien Purwakarta. (*/)
Penulis: Raffa Christ Manalu
Editor: AYS
- Penulis: Raffa Christ Manalu





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.