Minggu, 25 Okt 2026
dark_mode

Ribuan Warga Padati Kota, Karnaval Budaya Bhinneka Tunggal Ika Belitung 2026 Berlangsung Meriah

  • account_circle Iswandi
  • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
  • print Cetak

HITVBERITA.COM | BELITUNG — Kota Tanjungpandan pecah. Ribuan warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Belitung tumpah ruah menyaksikan Karnaval Budaya Bhinneka Tunggal Ika Kabupaten Belitung Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (24/10/2026).

Mengusung tema “Keberagaman Budaya Nusantara”, karnaval budaya tahunan ini menjelma menjadi pesta rakyat yang menampilkan kekayaan adat, seni, dan tradisi dari Sabang sampai Merauke.

Peserta Tampilkan Kekayaan Nusantara

Pantauan di lapangan, karnaval diikuti oleh puluhan kontingen. Mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar, sanggar seni, komunitas, hingga perwakilan kecamatan se-Kabupaten Belitung.

Masing-masing kontingen menampilkan kreasi terbaiknya. Busana adat Melayu Belitung yang megah berpadu dengan busana adat Jawa, Dayak, Batak, Minang, Bugis, Bali, hingga Papua. Iring-iringan dilengkapi dengan tarian, musik tradisional, dan atribut budaya yang sarat makna.

Rute Ikonik Keliling Kota Tanjungpandan

Rangkaian karnaval dimulai dari titik start di kawasan Gedung Olahraga (GOR) Tanjungpandan. Dari GOR, peserta bergerak melintasi Jalan A. Yani dan Jalan Pangeran Diponegoro menuju Lampu Merah Kampung Ujung.

Selanjutnya parade berbelok ke Jalan Sriwijaya menuju Lampu Merah Rahat, melewati Bundaran Satam sebagai ikon kota, kemudian menyusuri Jalan Veteran dan finis di kawasan wisata Pantai Tanjung Pendam.

Sepanjang rute tersebut, antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Warga berdiri berjejer di tepi jalan, mengabadikan momen dengan gawai, dan memberikan aplaus meriah kepada para peserta.

Rawat Kebhinekaan dan Dongkrak Pariwisata

Karnaval Budaya Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar tontonan. Kegiatan ini bertujuan untuk merawat nilai-nilai toleransi, memperkuat persatuan dalam keberagaman, serta menjadi wadah edukasi budaya bagi generasi muda.

Selain itu, even ini juga menjadi strategi promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah, dengan menjadikan budaya sebagai daya tarik utama Kabupaten Belitung.

Hingga akhir acara, karnaval berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan pengawalan dari aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol-PP, serta panitia pelaksana. Kemeriahan ditutup di garis finis Pantai Tanjung Pendam dengan sambutan hangat dari masyarakat yang telah menanti.

Karnaval tahun ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman bukan pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat Belitung dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

(ISWANDI)

  • Penulis: Iswandi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less