Rabu, 30 Sep 2026
light_mode

Dana BOSP SMPN 11 Depok Rp2,07 Miliar: Angka Penggunaan Sebesar Rp549 Juta Mengalir ke Perpustakaan

  • account_circle Erwin Lubis
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • print Cetak

Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) atau Dana BOS di SMP Negeri 11 Kota Depok tahun anggaran 2025 menyisakan sejumlah pertanyaan yang membutuhkan penjelasan berbasis dokumen.

DEPOK, HITV — Berdasarkan data yang diterima Media HITV, sekolah dengan 1.645 siswa penerima tersebut tercatat memperoleh dana BOSP sebesar Rp2.072.470.419 dalam dua tahap pencairan.

Tahap pertama tercatat cair pada 21 Januari 2025 sebesar Rp1.036.350.000. Sementara tahap kedua tercatat pada 17 September 2025 sebesar Rp1.036.120.419.

Namun, ketika angka penerimaan tersebut dibandingkan dengan rincian penggunaan, muncul perbedaan pencatatan.

Total rincian penggunaan dua tahap tercatat mencapai Rp2.072.700.000, atau terdapat selisih sekitar Rp229.581 dibandingkan total dana yang tercatat diterima.

Perbedaan tersebut belum dapat dimaknai sebagai penyimpangan. Akan tetapi, dalam pengelolaan dana publik, setiap perbedaan angka perlu dapat dijelaskan melalui dokumen anggaran, pembukuan, dan laporan pertanggungjawaban.

Rp549,87 Juta untuk Pengembangan Perpustakaan

Salah satu pos yang paling menonjol adalah pengembangan perpustakaan.

Pada tahap pertama, anggaran yang tercatat mencapai Rp344.850.500, sedangkan tahap kedua sebesar Rp205.026.800.

Jika dijumlahkan, nilainya mencapai Rp549.877.300.

Nominal tersebut cukup besar sehingga menjadi salah satu titik penting yang perlu ditelusuri. Pertanyaan utamanya bukan semata mengenai besarnya anggaran, melainkan apa yang dibeli, berapa volumenya, siapa penyedianya, berapa harga satuannya, serta bagaimana barang atau pekerjaan tersebut direalisasikan.

Apabila anggaran tersebut digunakan untuk buku, rak, meja, kursi, perangkat teknologi, atau kebutuhan perpustakaan lainnya, maka dokumen pengadaan, faktur, bukti pembayaran, berita acara serah terima, hingga kondisi fisik barang menjadi bagian penting dalam proses verifikasi.

Dengan demikian, angka Rp549,87 juta tersebut idealnya dapat ditelusuri dari dokumen perencanaan hingga bentuk fisiknya di sekolah.

Pemeliharaan Sarana-Prasarana Rp334,18 Juta

Pos besar lainnya adalah pemeliharaan sarana dan prasarana, yang tercatat mencapai Rp334.181.586.

Pada tahap pertama dialokasikan Rp106.838.760, sedangkan tahap kedua meningkat menjadi Rp227.342.826.

Perbedaan nilai antar-tahap tersebut membutuhkan penjelasan mengenai pekerjaan yang dilakukan.

Mulai dari jenis pekerjaan, lokasi, volume, waktu pelaksanaan, metode pengadaan, hingga pihak yang mengerjakan perlu dapat dicocokkan dengan dokumen pertanggungjawaban.

Lebih penting lagi, realisasi fisiknya perlu dilihat di lapangan.

Apakah pekerjaan yang tercantum dalam dokumen benar-benar telah dilaksanakan? Apakah volumenya sesuai? Dan apakah nilai yang dibayarkan sesuai dengan barang atau pekerjaan yang diterima sekolah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi, bukan tuduhan terhadap pihak tertentu.

Honor Rp235,5 Juta, Siapa Penerimanya?

Data juga mencatat pembayaran honor sebesar Rp235.500.000.

Rinciannya, Rp124.500.000 pada tahap pertama dan Rp111.000.000 pada tahap kedua.

Untuk memastikan akuntabilitas, diperlukan penjelasan mengenai siapa penerima honor tersebut, periode pembayaran, besaran masing-masing pembayaran, tugas yang menjadi dasar pemberian honor, serta dokumen pendukungnya.

Data penerima dan dasar pembayaran menjadi penting karena pos honor menggunakan dana yang bersumber dari anggaran publik.

Anggaran Asesmen Tembus Rp204,09 Juta

Pos asesmen atau evaluasi pembelajaran juga tercatat cukup besar, yakni Rp204.094.250.

Tahap pertama sebesar Rp97.743.050 dan tahap kedua Rp106.351.200.

Besarnya anggaran tersebut perlu dibaca bersama dengan rincian kegiatan yang dibiayai.

Dokumen kegiatan, jumlah peserta, jenis asesmen, kebutuhan yang dibeli, penyedia barang atau jasa, serta bukti transaksi menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa angka dalam laporan memiliki dasar realisasi yang jelas.

Administrasi Kegiatan Rp215,19 Juta

Sementara itu, belanja administrasi kegiatan sekolah tercatat mencapai Rp215.191.200.

Tahap pertama sebesar Rp94.279.100 dan tahap kedua Rp120.912.100.

Nominal tersebut juga memerlukan rincian agar publik dapat mengetahui jenis belanja apa saja yang dimasukkan dalam pos administrasi serta kegiatan apa yang menjadi dasar pengeluarannya.

Semakin besar nilai belanja, semakin penting pula keterlacakan dokumennya.

Selisih Pencatatan Muncul di Kedua Tahap

Persoalan lainnya terdapat pada perbandingan antara dana yang tercatat diterima dengan rincian penggunaan pada masing-masing tahap.

Pada tahap pertama, dana yang tercatat diterima sebesar Rp1.036.350.000, sedangkan total rincian penggunaan mencapai Rp1.031.522.433. Terdapat selisih Rp4.827.567.

Pada tahap kedua, dana yang tercatat diterima sebesar Rp1.036.120.419, sementara rincian penggunaan mencapai Rp1.041.177.567.

Artinya, pada pencatatan tahap kedua, nilai penggunaan tercatat lebih besar sekitar Rp5.057.148 dibandingkan dana yang tercatat diterima pada tahap tersebut.

Jika kedua tahap digabungkan, perbedaan pencatatan menjadi sekitar Rp229.581 antara total dana diterima dan total rincian penggunaan.

Sekali lagi, angka tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya penyimpangan.

Perbedaan dapat saja berkaitan dengan mekanisme pencatatan, saldo, pembebanan lintas tahap, atau komponen administratif tertentu. Karena itu, jawabannya harus dikembalikan kepada dokumen sumber.

RKAS hingga Bukti Transfer Perlu Dibuka untuk Verifikasi

Penelusuran pengelolaan BOSP tidak berhenti pada tabel anggaran.

Dokumen seperti RKAS/ARKAS, Buku Kas Umum, laporan realisasi, SPJ, kuitansi, faktur, bukti transfer, dokumen pengadaan, serta berita acara serah terima barang atau pekerjaan merupakan bagian penting untukmencocokkan antara rencana, pembayaran, dan realisasi.

Khusus untuk pengembangan perpustakaan dan pemeliharaan sarana-prasarana, pemeriksaan kondisi fisik juga menjadi relevan.

Sebab, pertanggungjawaban dana publik pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai angka di atas kertas, melainkan mengenai kesesuaian antara anggaran, transaksi, barang atau pekerjaan yang diterima, dan manfaatnya bagi peserta didik.

Kepala SMPN 11 Depok Belum Memberikan Klarifikasi

Media HITV telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala SMPN 11 Depok, Agus Prasetio, terkait data penerimaan dan penggunaan Dana BOSP tahun 2025 tersebut.

Namun, hingga berita ini disusun, Agus Prasetio belum memberikan keterangan kepada Media HITV dan belum berhasil ditemui untuk memberikan klarifikasi.

Keterangan dari pihak sekolah diperlukan untuk menjelaskan sejumlah poin, terutama realisasi anggaran pengembangan perpustakaan sebesar Rp549,87 juta, pemeliharaan sarana-prasarana Rp334,18 juta, pembayaran honor Rp235,5 juta, asesmen Rp204,09 juta, serta perbedaan pencatatan dana antar-tahap.

Konfirmasi tersebut penting agar pemberitaan tidak hanya bertumpu pada data yang diterima redaksi, tetapi juga memuat penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran.

Data Bukan Vonis

Besarnya anggaran pada suatu pos tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran.

Namun, ketika dana publik dikelola hingga miliaran rupiah, setiap angka semestinya memiliki jejak administrasi yang dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.

Karena itu, perbedaan pencatatan maupun nilai besar pada sejumlah pos belanja perlu ditempatkan sebagai objek verifikasi, bukan sebagai vonis.

Media HITV akan tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah, keberimbangan, konfirmasi, serta hak jawab dan hak koreksi.

CATATAN REDAKSI: Data dan angka dalam pemberitaan ini bersumber dari data yang diterima Media HITV. Redaksi tidak menyimpulkan adanya penyimpangan dalam pengelolaan Dana BOSP SMPN 11 Depok.

Redaksi membuka ruang seluas-luasnya kepada Kepala SMPN 11 Depok, bendahara BOSP, Dinas Pendidikan Kota Depok, maupun pihak terkait lainnya yang dipandang perlu, untuk menyampaikan klarifikasi, koreksi, dan hak jawab atas data yang diberitakan. (/*)

Penulis: Erwin Lubis
Sumber: HITV Kota Depok
Editor: AYS

  • Penulis: Erwin Lubis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran Rp 175 Juta untuk Taman Bermain TK Negeri Pembina Purwakarta Diduga Membengkak

    Anggaran Rp 175 Juta untuk Taman Bermain TK Negeri Pembina Purwakarta Diduga Membengkak

    • 0Komentar

    Penulis: Abdul Hapid HITVBERITA.COM | Purwakarta — Revitalisasi fasilitas taman bermain di TK Negeri Pembina Purwakarta, Jawa Barat, memicu sorotan tajam publik. Anggaran yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 175 juta hanya untuk beberapa unit permainan sederhana, jumlah yang dinilai janggal dan tidak masuk akal. Harga Pasar vs Anggaran Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana ratusan juta […]

  • Polda Babel Ungkap Keberhasilan Gagalkan Penyelundupan 90,151 Ton Pasir Timah Ilegal

    Polda Babel Ungkap Keberhasilan Gagalkan Penyelundupan 90,151 Ton Pasir Timah Ilegal

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Polda Bangka Belitung merilis keberhasilan pengungkapan kasus penyelundupan pasir timah ilegal periode bulan Agustus 2026. Ada 4 kasus penyelundupan yang berhasil digagalkan khususnya diwilayah Kabupaten Belitung. Hal ini disampaikan Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Tribrata Polda, Jumat (21/8/26) siang. Dalam konferensi pers, […]

  • Kinerja Ombudsman Sumut Disorot, Sejumlah Pengaduan Dilaporkan ke Inspektorat Pusat

    Kinerja Ombudsman Sumut Disorot, Sejumlah Pengaduan Dilaporkan ke Inspektorat Pusat

    • 0Komentar

    Kinerja Ombudsman Perwakilan Provinsi Sumatera Utara tengah menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah laporan pengaduan bahkan telah disampaikan ke Inspektorat Ombudsman RI di Jakarta, menyusul dugaan maladministrasi dalam penanganan laporan publik. SERDANG BEDAGAI, HITV— Laporan tersebut datang dari organisasi masyarakat sipil hingga warga. Salah satunya Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Hukum dan Lingkungan yang berbasis di […]

  • Empat Peserta Lulus Administrasi Calon Sekda Purwakarta

    Empat Peserta Lulus Administrasi Calon Sekda Purwakarta

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Purwakarta  – Panitia Seleksi (Pansel) resmi mengumumkan nama-nama peserta yang lulus administrasi seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Senin 3 November 2025. Pengumuman nama-nama peserta yang lulus administrasi tertuang dalam surat pengumuman Nomor: 02/PANSEL-JPT/KAB-PWK/2025 yang ditandatangani Ketua Pansel, Dedi Supendi. Tercatat ada empat nama pejabat yang lulus […]

  • MA Muhammadiyah 3 Kanor Boarding School , Didik. Siswa yang Cerdas, Trampil dan Berakhlaqul Karimah

    MA Muhammadiyah 3 Kanor Boarding School , Didik. Siswa yang Cerdas, Trampil dan Berakhlaqul Karimah

    • 1Komentar

    HITV Berita.com | Bojonegoro – Boarding School adalah Institusi Pendidikan yang menyediakan asrama atau tempat tinggal bagi siswanya. Bording School ini, berbeda dengan kegiatan Pesantren, dimana Pesantren merupakan institusi pendidikan dan tempat tinggal bagi para santrinya, pesantren ini lebih berfokus pada pendidikan agama Islam, jadi perbeda an utama dari kedua institusi tersebut ada lah pada […]

  • The Great Lillian Hall 2025 English Subtitles Magnet

    The Great Lillian Hall 2025 English Subtitles Magnet

    • 2Komentar

    ➡ TORRENT (MAGNET) LINK Great Lillian Hall: Director of Michael Cristofer. With Jessica Lange, Kathy Bates, Lily Rabe, Jesse Williams. Lillian Hall, actress Broadway, never missed the performance during her long famous career. However, her trust is attacked for tests. People and events conspire to take away her ability to do what she loves most. […]

expand_less