Duka Kalimantan untuk Prof. Birutė Mary Galdikas: Dari Masyarakat Adat hingga Pemerintah, Penghormatan Mengalir Penuh Empati
- account_circle Kistolani Mangun Jaya
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- print Cetak

Di Pangkalan Bun, prosesi pemakaman Prof. Birutė Mary Galdikas, berlangsung khidmat dan sarat makna, diiringi ritual adat Dayak sebagai bentuk penghormatan terakhir. (dok/foto/Kisto)
Suasana haru terlihat dari para pelayat yang datang dari berbagai latar belakang.
Mereka bukan hanya mengenang seorang ilmuwan, tetapi juga sosok yang telah menyatu dengan alam dan masyarakat Kalimantan.
Kepergian Birutė Mary Galdikas meninggalkan duka yang dalam, namun juga semangat yang tak padam.
Kini dari hutan Kalimantan hingga panggung dunia, jejak perjuangan Birute Mary Galdikas akan terus hidup—dalam ilmu pengetahuan, dalam kesadaran manusia, dan dalam setiap upaya menjaga alam agar tetap lestari. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: Humas PSI Pangkalan Bun
- Penulis: Kistolani Mangun Jaya







Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.