Duka Kalimantan untuk Prof. Birutė Mary Galdikas: Dari Masyarakat Adat hingga Pemerintah, Penghormatan Mengalir Penuh Empati
- account_circle Kistolani Mangun Jaya
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Di Pangkalan Bun, prosesi pemakaman Prof. Birutė Mary Galdikas, berlangsung khidmat dan sarat makna, diiringi ritual adat Dayak sebagai bentuk penghormatan terakhir. (dok/foto/Kisto)
Penghormatan juga datang dari pemerintah pusat. Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menyampaikan belasungkawa dan penghargaan atas kontribusi besar almarhumah dalam mengangkat isu konservasi Indonesia ke panggung dunia.
Sebagai bentuk penghormatan langsung, Kementerian Kehutanan menugaskan Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, untuk melayat ke rumah duka di Pangkalan Bun.
Kehadiran perwakilan kementerian menjadi simbol bahwa dedikasi Birutė Mary Galdikas tidak hanya dikenang di tingkat lokal, tetapi juga dihormati secara nasional.
Selama hidupnya, almarhumah dikenal luas melalui kiprahnya di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, yang menjadi pusat penelitian dan konservasi orangutan dunia.
Berkat kerja keras dan konsistensinya, kawasan tersebut kini menjadi ikon penting dalam upaya pelestarian satwa liar dan ekosistem hutan tropis.
- Penulis: Kistolani Mangun Jaya







Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.