Duka Kalimantan untuk Prof. Birutė Mary Galdikas: Dari Masyarakat Adat hingga Pemerintah, Penghormatan Mengalir Penuh Empati
- account_circle Kistolani Mangun Jaya
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Di Pangkalan Bun, prosesi pemakaman Prof. Birutė Mary Galdikas, berlangsung khidmat dan sarat makna, diiringi ritual adat Dayak sebagai bentuk penghormatan terakhir. (dok/foto/Kisto)
Di Pangkalan Bun, prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan sarat makna, diiringi ritual adat Dayak sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Masyarakat adat turut hadir, mengantarkan kepergian almarhumah dengan doa dan tradisi yang mencerminkan penghargaan tinggi terhadap jasa-jasanya menjaga keseimbangan alam.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) juga menunjukkan empati mendalam. Wakil Bupati Suyanto bersama jajaran hadir langsung, mewakili suara masyarakat yang merasa kehilangan sosok inspiratif.

Dalam suasana haru, Wakil Bupati Suyanto mengajak semua pihak untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis almarhumah sejak memulai penelitiannya pada 1971. (dok/foto/kisto)
Beliau bukan hanya ilmuwan, tetapi juga penjaga alam Kalimantan. Warisan ilmu dan semangatnya harus kita jaga bersama,” ungkapnya.
- Penulis: Kistolani Mangun Jaya






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.