Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Gerakan Bersama Anak Kepri Kecam Pernyataan Endipat Wijaya, Dinilai Cederai Adab dan Marwah Melayu

  • account_circle Ruslan
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • print Cetak

Pernyataan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kepulauan Riau, Endipat Wijaya, kembali menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, kecaman datang dari Gerakan Bersama (Geber) Anak Kepri yang menilai ucapan legislator tersebut telah melampaui batas etika pejabat publik, sekaligus mencederai nilai kemanusiaan dan marwah adat Melayu.

TANJUNGPINANG | HITV — Aksi penyampaian sikap itu digelar secara tertib pada Sabtu (13/12/2025) di depan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau, kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang. Massa aksi membawa sejumlah spanduk bertuliskan penolakan terhadap pernyataan Endipat Wijaya, di antaranya “Aksi Protes Anak Kepri Menyikapi Pernyataan Endipat Wijaya, Legislator Dapil Kepri” dan “Si Paling-Paling”.

Gerakan ini melibatkan sejumlah organisasi masyarakat, antara lain Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Provinsi Kepri, Generasi Anak Melayu (Geram) Kepri, serta Aliansi Anak Melayu Kepulauan (AAMUK). Mereka sepakat bahwa polemik tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui klarifikasi normatif, melainkan membutuhkan pertanggungjawaban etik dan politik.

Koordinator Geber Anak Kepri, Sholikin, menegaskan bahwa pernyataan Endipat tidak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai wakil rakyat Kepulauan Riau di tingkat nasional.

“Ini bukan lagi persoalan pendapat pribadi. Endipat Wijaya berbicara sebagai anggota DPR RI yang dipilih oleh rakyat Kepri. Ketika ucapannya melukai solidaritas kemanusiaan dan nilai adat Melayu, maka publik berhak menuntut pertanggungjawaban,” ujar Sholikin.

Sikap senada disampaikan Ketua JPKP Provinsi Kepri, Adiya Prama Rivaldi. Ia menilai kasus ini menjadi ujian bagi DPR RI dan partai politik dalam menegakkan standar etika pejabat publik.

“Kami melihat kecenderungan pembiaran terhadap pelanggaran etik oleh elite politik. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI tidak boleh diam. Jika dibiarkan, DPR justru meruntuhkan wibawanya sendiri,” kata Adiya.

Ia menambahkan, sensitivitas budaya dan kemanusiaan seharusnya menjadi dasar utama bagi siapa pun yang mewakili Kepulauan Riau di parlemen nasional.

Sementara itu, Ketua Generasi Anak Melayu Kepri, Aryandi, mengajak masyarakat untuk bersikap kritis terhadap agenda reses Endipat Wijaya di wilayah Kepulauan Riau.

“Reses adalah mandat rakyat. Jika wakil rakyat tidak menjaga adab dan tutur kata, maka rakyat juga memiliki hak politik untuk menyatakan penolakan. Ini adalah bentuk perlawanan konstitusional,” ujarnya.

Menurut Aryandi, penolakan terhadap agenda reses bukanlah tindakan anarkis, melainkan pesan politik bahwa masyarakat Kepri menuntut wakil rakyat yang beradab dan berempati.

Ketua Koordinator Aliansi Anak Melayu Kepulauan, Said Ahmad Syukri, menegaskan bahwa pernyataan Endipat bertentangan dengan nilai dasar masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi empati, adab, dan solidaritas antarsesama.

“Orang Melayu beradat dan berperikemanusiaan. Ketika ada wakil rakyat yang ucapannya melukai saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, itu jelas mencederai marwah Melayu Kepri,” katanya.

Atas dasar itu, Gerakan Bersama Anak Kepri mendesak Fraksi Partai Gerindra DPR RI untuk meminta Endipat Wijaya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kepulauan Riau. Mereka juga meminta Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra memberikan teguran keras sebagai bentuk disiplin internal.

Meski bersikap kritis, Geber Anak Kepri menegaskan bahwa aksi tersebut tidak dilandasi kebencian personal.

“Kami tidak membenci Bang Endipat. Justru karena kepedulian terhadap Kepri dan adat Melayu, kami bersuara. Diam berarti membiarkan marwah kami diinjak,” ujar Sholikin menutup pernyataannya. (/*/*/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Kepri

  • Penulis: Ruslan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengurai Istilah “Anomali”: Dari Asing Menjadi Bahasa Kita

    Mengurai Istilah “Anomali”: Dari Asing Menjadi Bahasa Kita

    • 0Komentar

    Oleh: R Ahdiyat TIDAK sedikit masyarakat awam yang masih bingung ketika mendengar istilah “anomali.” Dalam sebuah penelusuran di lapangan, hanya sekitar 20 persen warga yang benar-benar paham apa arti kata ini. Sisanya mengaku asing, bahkan ada yang mengira istilah tersebut berasal dari bahasa Barat dan belum tentu resmi menjadi bagian dari Bahasa Indonesia. Padahal, anomali […]

  • Percepat Pembukaan Akses Daerah Terisolir, Pemkab Tapteng Kerahkan 47 Unit Alat Berat

    Percepat Pembukaan Akses Daerah Terisolir, Pemkab Tapteng Kerahkan 47 Unit Alat Berat

    • 0Komentar

    TAPANALI TENGAH | HITV – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) mengerahkan sebanyak 47 unit alat berat untuk mempercepat pembukaan akses di daerah yang terisolir di wilayah Kabupaten Tapteng. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Tapteng Masinton Pasaribu di Pandan, Tapteng, pada Rabu 10 Desember 2025. “Pemkab Tapteng kerahkan sebanyak 47 unit alat berat untuk membuka […]

  • GK Center Apresiasi Jokowi dan Siap Dukung Kepemimpinan Prabowo-Gibran

    GK Center Apresiasi Jokowi dan Siap Dukung Kepemimpinan Prabowo-Gibran

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚. 𝐂𝐨𝐦| Jakarta – Dukungan dan ucapan terima kasih terhadap Presiden Joko Widodo terus mengalir, kali ini datang dari Galang Kemajuan (GK) Center, relawan pendukung setia Presiden Jokowi. Ketua Umum GK Center, Kelik Wirawan, menyampaikan apresiasi besar atas dedikasi dan pengabdian Jokowi bersama Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin selama dua periode. Kelik menyatakan bahwa para […]

  • BPK Oi Inhil Taja Lomba Miniatur Masjid

    BPK Oi Inhil Taja Lomba Miniatur Masjid

    • 0Komentar

    Badan Pengurus Kota (BPK) Oi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar buka puasa bersama sekaligus membahas teknis pelaksanaan Lomba Miniatur Masjid yang direncanakan berlangsung pada 19 Maret 2026 bekerja sama dengan PHBI Kecamatan Tanah Merah yang dilaksanakan di Pondok Perintis, Sabtu (14/3/2026). INHIL | HITV – Koordinator BPK Oi Inhil Bidang Akhlak, Junaidi, menjelaskan bahwa miniatur […]

  • Pemkab Purwakarta Genjot Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Demi Pelayanan Optimal

    Pemkab Purwakarta Genjot Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Demi Pelayanan Optimal

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Purwakarta mengoptimalkan anggaran guna mempercepat pembangunan. Fokus utama diarahkan pada penyediaan infrastruktur yang layak bagi masyarakat, tidak hanya perbaikan tetapi memperkuat aspek pemeliharaan. HITVBERITA.COM | Purwakarta – Kepala DPUTR Kabupaten Purwakarta, Didi Garnadi menjelaskan, pihaknya telah merumuskan alokasi anggaran khusus untuk program pembangunan […]

  • Dugaan Ketidakberesan Dana BOS, Kepala SMKN 1 Plered Dinilai Arogan Hadapi Media

    Dugaan Ketidakberesan Dana BOS, Kepala SMKN 1 Plered Dinilai Arogan Hadapi Media

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Kepala Sekolah SMKN 1 Plered, Kabupaten Purwakarta, Ajang Sarif Hidayat, menuai sorotan publik setelah dinilai bersikap arogan saat dikonfirmasi mengenai dugaan kejanggalan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun anggaran 2023 dan 2024. HITVBERITA.COM | Purwakarta — Alih-alih memberikan klarifikasi, Ajang justru melontarkan pernyataan yang dianggap tidak pantas. “Saya bukan orang Batak. […]

expand_less