Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden!

  • account_circle
  • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
  • print Cetak

Gus Miftah Maulana Habiburrahman, pendakwah kondang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Keputusan ini disampaikan Gus Miftah dalam konferensi pers di pesantren yang ia asuh pada Jumat, 6 Desember 2024. (Dok/Foto/RA)

HITVBERITA.COM | JAKARTA – Dalam pernyataannya itu, Gus Miftah menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan mendalam tanpa tekanan dari pihak manapun. Ia menegaskan bahwa langkah ini dilandasi rasa hormat dan tanggung jawab kepada Presiden Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia.

“Dengan kerendahan hati, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden. Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran, tanpa paksaan siapa pun, demi rasa cinta dan tanggung jawab terhadap Bapak Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat,” ujar Gus Miftah.

Kontroversi yang Mewarnai Pengunduran Diri

KEPUTUSAN ini muncul setelah Gus Miftah terlibat dalam kontroversi di sebuah pengajian, di mana ia menggunakan kata-kata yang dianggap merendahkan seorang penjual es teh bernama Sunhaji.

Insiden ini pun selanjutnya memicu reaksi negatif dari masyarakat, termasuk gelombang kritik di media sosial dan juga internal Partai Gerindra.

Sebuah petisi daring bertajuk “Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden” di platform Change.org berhasil mengumpulkan lebih dari 254 ribu tanda tangan dalam waktu singkat, mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap sikapnya.

Respon Pemerintah dan Presiden Prabowo

PRESIDEN Prabowo Subianto melalui Seskab Mayor Teddy Indra Wijaya telah memanggil Gus Miftah untuk membahas insiden tersebut.

Menurut Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Ujang Komaruddin, Presiden sangat memperhatikan aspirasi masyarakat dan berkomitmen untuk mendengar masukan dari berbagai lapisan masyarakat.

“Semua aspirasi warga negara Indonesia, baik dari kalangan atas, menengah, maupun bawah, akan ditampung dan menjadi perhatian Presiden,” ujar Ujang.

Perjalanan Gus Miftah di Pemerintahan

SEBAGAI Utusan Khusus Presiden, Gus Miftah dikenal aktif mempromosikan kerukunan beragama di berbagai daerah. Namun, insiden ini menunjukkan tantangan besar dalam menjaga kepercayaan publik sebagai figur negara.

Pengunduran diri Gus Miftah menjadi momen refleksi, baik bagi dirinya maupun pemerintah, untuk memastikan kebijakan dan tindakan yang lebih responsif terhadap sensitivitas masyarakat.

(HI/Network)

Pewarta: R. Ahdiyat
Editor: AYS Prayogie

  • Penulis:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesantren Terpadu Fathuna,  Didik Generasi Bangsa yang Islami

    Pesantren Terpadu Fathuna, Didik Generasi Bangsa yang Islami

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM-Bogor,Pesantren adalah sebuah lembaga Pendidikan Islam Tradisional, dimana para siswanya tinggal bersama dan belajar bersama, dibawah bimbingan Guru atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ustadz/Ustadzah dan Kyai/Nyai. Pesantren, sering disebut juga Pondok Pesantren, yang dapat diartikan sebagai tempat para Santri untuk belajar dan mengaji ilmu pengetahuan agama Islam. Di Pesantren ini, para santrinya, akan mendapatkan […]

  • Tinjau IKN Bersama Para Kepala Daerah, Mendagri: Kita Harus Bangga Membuat Sejarah Hari Ini!

    Tinjau IKN Bersama Para Kepala Daerah, Mendagri: Kita Harus Bangga Membuat Sejarah Hari Ini!

    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM| Penajam Paser Utara – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau infrastruktur embung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (13/8/2024). Foto Bersama Dengan Latar Belakang Gedung IKN (Dok/Foto/HtTv) Peninjauan itu dilakukan Mendagri bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)/ Plt. Kepala Otorita Ibu […]

  • SMAN 53 Jaktim Sekolah Laboratorium Pancasila Pertama di DKI Jakarta

    SMAN 53 Jaktim Sekolah Laboratorium Pancasila Pertama di DKI Jakarta

    • 0Komentar

    Penulis: Abdul Rosad Menanam jiwa kebangsaan agar semangat hidup bersama dan bergotong royong untuk membangun negeri perlu diterapkan sejak dini kepada kaum muda. HITVBERITA.COM | Jakarta – Seperti pendidikan Pancasila yang diterapkan SMA Negeri 53 Jakarta Timur. Sekolah yang telah menyandang Adiwiyata, sekolah pertama di DKI Jakarta yang memiliki Laboratorium Pancasila. Untuk mengetahui lebih jauh […]

  • Disdik Purwakarta Terbitkan Izin LPK Azumy, Pejabat Terancam Hukuman Penjara!

    Disdik Purwakarta Terbitkan Izin LPK Azumy, Pejabat Terancam Hukuman Penjara!

    • 0Komentar

    Keputusan kontroversial Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta yang memberikan izin operasional kepada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Azumy Gakuin Center untuk beralih status menjadi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Azumy Gakuin Center, menimbulkan sorotan tajam dari berbagai kalangan. HITVBERITA.COM | Purwakarta – Sebelumnya, LPK Azumy yang berlokasi di Kecamatan Pesawahan, Purwakarta, telah mendapat teguran keras dari […]

  • Reses DPRD Jateng, Agus Wijayanto Serap Aspirasi Warga Desa Sibrama

    Reses DPRD Jateng, Agus Wijayanto Serap Aspirasi Warga Desa Sibrama

    • 0Komentar

    Aspirasi warga Desa Sibrama, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, soal minimnya penerangan jalan, kondisi aula desa yang sempit, dan sistem irigasi yang belum optimal, langsung ditanggapi Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai Demokrat, Dr. Agus Wijayanto. BANYUMAS | HITV – Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai Demokrat, Dr. Agus Wijayanto, SH, MKn, berlangsung […]

  • Sekolah Umum dan Madrasah Dilarang Menjual Pakaian Seragam

    Sekolah Umum dan Madrasah Dilarang Menjual Pakaian Seragam

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM JAKARTA | Banyaknya informasi yang diterima oleh Ombudsman RI tentang adanya Kewajiban membeli seragam kepada Pihak Sekolah, sebagai syarat wajib daftar ulang dan dalam penerimaan siswa baru, maka Ombudsman RI pun mengingatkan pihak sekolah maupun Komite Sekolah/Madrasah, tentang Larangan berjualan bahan dan baju seragam sekolah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Ke-Asistenan Pencegahan Mal Administrasi […]

expand_less