Jelang Idul Adha, Penjual Sapi Kurban di Purwakarta Keluhkan Daya Beli Turun Hingga 30 Persen
- account_circle Raffa Christ Manalu
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

Khadapi salah satu penjual sapi kurban di kampung Ciseureuh, Desa Cibodas, Kabupaten Purwakarta. (dok/foto/raffa)
Menjelang perayaan Idul Adha 2026, sejumlah penjual hewan kurban jenis sapi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat.
PURWAKARTA | HITV – Penurunan pembelian sapi kurban tahun ini diperkirakan mencapai 20 hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan harga sapi dan pakan jadi pemicu utama lesunya pasar kurban.
Salah satunya dirasakan Khadapi, pemilik Dafi Farm di Kampung Ciseureuh, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Minggu 10/5/2026. Di kandangnya, Khadapi menyediakan 24 ekor sapi berbagai jenis, mulai Limosin, Simental, Pegon, hingga sapi Madura yang didatangkan dari Pulau Jawa dan Lampung.
“Sekarang tinggal 10 ekor karena sisanya sudah dibeli dan dipesan pelanggan,” ujarnya.
Harga sapi yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp23 juta untuk Limosin dan Simental berbobot di bawah 400 kg, hingga Rp75 juta untuk Simental keturunan asli berbobot 800 kg.
Menurut Khadapi, harga sapi tahun ini naik rata-rata Rp1 juta sampai Rp4 juta per ekor untuk semua jenis. Kenaikan juga terjadi pada biaya pakan.
“Penjualan tahun ini memang turun sekitar 20 sampai 30 persen. Harga sapi naik, begitu juga harga pakan,” keluhnya.
Meski begitu, ia tetap optimistis penjualan akan naik mendekati hari-H. Saat ini sekitar 60 persen stok sapinya sudah terjual.
Untuk menarik pembeli, Dafi Farm memberi sejumlah layanan tambahan. Sapi yang sudah dibeli tetap dipelihara di kandang hingga waktu pengantaran, lengkap garansi kesehatan, garansi kematian, hingga garansi bobot. Sapi juga diberi pakan organik rumput pakcong yang ditanam sendiri karena kandungan proteinnya tinggi.
“Kalau lima hari sebelum lebaran bobot sapi turun, harga akan dikurangi. Tapi kalau bobotnya naik, pembeli tidak dikenakan biaya tambahan,” pungkas Khadapi. (tr)
- Penulis: Raffa Christ Manalu






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.