Kesultanan Gowa dan Diplomasi Budaya di Tengah Dinamika Modern
- account_circle AYS Prayogie
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Penerus Kesultanan Gowa ke-39, Andi Idris Manginruru A. Idjo Daeng Buang Karaengta Katangka, bersama dengan tokoh masyarakat asal Gowa sekaligus dewan pendiri organisasi Persaudaraan Timur Raya (PETIR), Daeng Lukman Wijaya. (Dok,/Foto/AYS)
Kesultanan Gowa sendiri merupakan salah satu kerajaan besar di Nusantara yang memiliki pengaruh kuat dalam sejarah kawasan timur Indonesia.
Berdiri sejak sekitar tahun 1320 M dan mencapai masa kejayaan pada era Sultan Hasanuddin, kerajaan ini dikenal sebagai kekuatan maritim besar sekaligus pusat perdagangan di kawasan timur Nusantara.
Meski kekuasaan politik kesultanan berakhir pada 1957, semangat pelestarian adat dan budaya Gowa tetap bertahan hingga sekarang. Dalam konteks itulah, berbagai pertemuan lintas komunitas seperti yang dilakukan bersama PETIR dipandang menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi nilai sejarah, adat, dan persaudaraan antargenerasi. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: Humas Kominfo DPN PETIR
- Penulis: AYS Prayogie





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.