Koperasi Merah Putih, Napas Baru Ekonomi dari Desa Keciput
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 21 Jul 2025
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dari pendopo sederhana di tepi pantai Tanjung Kelayang, semangat besar untuk membangun ekonomi bangsa kembali disuarakan. Senin (21/7/2025) pagi, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung menjadi saksi peluncuran kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Mock Up) Percontohan. Sebuah inisiatif nasional yang kini hadir dalam wujud nyata di pelosok negeri.
Penulis: ISWANDI
HITVBERITA.COM | Belitung— Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah simbol dari ikhtiar kolektif menuju kemandirian ekonomi, sebagaimana digaungkan dalam Asta Cita kedua dan keenam Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto— yakni swasembada pangan berkelanjutan dan pembangunan dari desa.
“Ini bukan hanya percontohan, tapi juga tumpuan,” tegas Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, dalam sambutannya di hadapan ratusan tamu undangan yang terdiri dari unsur Forkopimda, DPRD, mitra BUMN, kepala desa, camat, hingga perwakilan kementerian.
Sebanyak 42 koperasi desa dan 7 koperasi kelurahan Merah Putih kini telah terbentuk dan memiliki badan hukum di Belitung, menyusul instruksi nasional yang tertuang dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2025 dan berbagai regulasi turunan dari Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa. Desa Keciput dipilih sebagai percontohan karena dinilai siap secara struktur, manajemen, dan komitmen masyarakatnya.
Dalam momentum ini, penandatanganan berita acara peluncuran dilakukan oleh Bupati, Wakil Bupati Syamsir, serta unsur kemitraan dari perbankan dan BUMN. Acara yang semarak dengan tarian penyambutan dan sesi foto bersama ini juga tersambung langsung secara virtual dengan peluncuran nasional oleh Presiden Prabowo dari Klaten, Jawa Tengah, yang menandai dimulainya program serentak di 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.
Kepala Dinas KUKMPTK Kabupaten Belitung, Syamsudin, SE, menyampaikan bahwa koperasi-koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian lokal.
“Kita ingin koperasi menjadi pusat pertumbuhan desa yang transparan, akuntabel, dan gotong royong,” ujarnya.
Program ini juga tidak berdiri sendiri. Dukungan luas datang dari berbagai pihak. Dari sektor perbankan ada Bank BRI, BNI, Mandiri, hingga Bank Sumsel Babel.
Sementara dari BUMN, tercatat nama-nama besar seperti PT Pertamina, Bulog, Kimia Farma, Pos Indonesia, dan ID Food sebagai sponsor aktif yang diharapkan turut mendorong penguatan ekosistem koperasi dari hulu hingga hilir.
Bupati Djoni mengingatkan bahwa koperasi bukan barang baru, tapi semangatnya harus diperbarui. “Ekonomi kita saat ini belum mencapai target nasional, dan ini adalah cara kita bersama untuk mencapainya. Bukan hanya dari besarnya fiskal, tapi dari kekompakan kita,” katanya penuh harap.
Peluncuran ini juga menjadi momentum untuk membangun optimisme baru. Dari Desa Keciput, Belitung, harapan tentang koperasi yang menjadi pusat pertumbuhan lokal itu digantungkan tinggi—menuju transformasi ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan. (**)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar