Panas di Internal Golkar Purwakarta: Mesakh vs Dias, Antara Kontestasi dan Bayang-bayang Aklamasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pertarungan memperebutkan kursi Ketua DPD Golkar Purwakarta antara kedua kandidat diperkirakan akan berlangsung ketat. Mesakh dengan dukungan kedekatan elite, sementara Dias bertumpu pada mesin organisasi. (Dok/Foto/Raffa)
Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta kian menghangat menjelang musyawarah daerah (Musda). Dua nama kader internal, Mesakh Supriadi dan Dias Rukmana Praja, mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Anne Ratna Mustika.
PURWAKARTA, HITV — Keduanya mulai intens menggalang dukungan. Dinamika ini tak hanya mencerminkan kontestasi internal, tetapi juga menguji soliditas partai berlambang beringin di tingkat daerah.
Mesakh Supriadi, anggota DPRD Purwakarta yang berlatar belakang pengusaha, dikenal sebagai kader loyal. Namanya kerap dikaitkan dengan lingkar politik Dedi Mulyadi, yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat. Kedekatan itu dinilai menjadi salah satu modal politik penting dalam peta persaingan.
Di sisi lain, Dias Rukmana Praja menawarkan kekuatan berbeda. Sebagai Sekretaris DPD Golkar Purwakarta sekaligus Wakil Ketua DPRD, ia memiliki kendali struktur dan jejaring internal yang matang. Aktivitasnya yang konsisten di tubuh organisasi membuatnya dipandang sebagai figur yang memahami denyut partai dari dalam.
Pertarungan keduanya diperkirakan berlangsung ketat. Mesakh dengan dukungan kedekatan elite, sementara Dias bertumpu pada mesin organisasi.
Namun, di tengah menguatnya konsolidasi, muncul pula wacana aklamasi—opsi yang kerap menjadi jalan pintas dalam dinamika politik internal partai.
Sejumlah kader mengingatkan agar proses Musda tidak kehilangan esensi demokrasi. “Jangan sampai keyakinan kader ternodai oleh pembiasan kebijakan yang mengatasnamakan kedekatan, bukan kepentingan kader,” ujar seorang kader senior yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (3/5/2026).
Musda Golkar Purwakarta kini berada di persimpangan: menjadi arena kompetisi sehat yang menguatkan legitimasi kepemimpinan, atau justru berujung kompromi politik melalui aklamasi. Di tengah itu, harapan kader sederhana—siapa pun yang terpilih, proses harus tetap berpijak pada aturan organisasi dan menjaga keutuhan partai. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Jabar
- Penulis: Redaksi






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.