Selasa, 3 Nov 2026
dark_mode

Pendanaan Donor Menyusut, PKBI Bandung Perkuat Sinergi Penanggulangan HIV

  • account_circle Alam Massiri
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • print Cetak

Upaya penanggulangan HIV di Kota Bandung menghadapi tantangan baru.

BANDUNG, HITV – Di tengah masih tingginya kebutuhan layanan bagi masyarakat dan kelompok rentan, dukungan pendanaan dari donor internasional yang selama ini menopang berbagai program mulai berkurang.

Situasi tersebut mendorong Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Bandung menggalang kolaborasi lintas sektor melalui kegiatan Media Conference yang digelar di Kedai Kopi Ambara Biru, Jalan Panaitan, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).

Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil (OMS), komunitas pendamping, lembaga filantropi, hingga kalangan media massa. Tujuannya satu, memastikan program penanggulangan HIV tetap berjalan dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan.

Direktur PKBI Kota Bandung, Nunuk K, mengatakan bahwa keberlanjutan program HIV tidak lagi dapat bergantung pada satu sumber pendanaan. Karena itu, sinergi seluruh pihak menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi sangat penting agar program-program yang selama ini berjalan tetap dapat berlanjut dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan,” kata Nunuk.

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para peserta sepakat bahwa penanganan HIV membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi, pemberdayaan masyarakat, pengurangan stigma, hingga dukungan sosial bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).

Perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, Tasaniya Ghaisani, mengingatkan bahwa Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius dalam pengendalian HIV. Karena itu, kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk memperluas deteksi dini serta meningkatkan akses layanan kesehatan.

Sementara itu, Rosan J. Ishak dari Grapiks menekankan pentingnya peran organisasi berbasis komunitas yang selama ini berada di garis depan dalam menjangkau kelompok-kelompok yang sulit mengakses layanan kesehatan formal.

“Komunitas memiliki kedekatan dengan kelompok sasaran sehingga mampu menjalankan fungsi pencegahan, edukasi, hingga pendampingan secara lebih efektif,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Arif Gunawan dari Female Plus. Menurut dia, program berbasis komunitas telah terbukti efektif menjangkau populasi kunci dan kelompok rentan sehingga keberlangsungannya perlu mendapat dukungan bersama.

Di sisi lain, peluang penguatan pendanaan lokal turut menjadi perhatian. Perwakilan Baznas Kota Bandung, Meiki Muttaqien, menilai skema pendanaan sosial dan program pemberdayaan masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung keberlanjutan program HIV di masa mendatang.

Selain aspek pendanaan dan layanan, peran media juga mendapat sorotan khusus dalam forum tersebut. Media dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman publik yang benar mengenai HIV sekaligus mengikis stigma dan diskriminasi yang masih dialami sebagian ODHIV.

Perwakilan Pengurus Pusat Media Independen Online (PP MIO) Indonesia, Alam, menegaskan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang.

“Pemberitaan yang berbasis data dan mengedepankan perspektif kemanusiaan akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendukung upaya penanggulangan HIV secara lebih efektif,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Arianto Prabowo dari Inti Muda Jawa Barat, Ary Hidayatulloh dari Diskominfo Kota Bandung, Doni Romdoni dari Srikandi Pasundan, serta jurnalis Dian Pratiwi.

Melalui forum tersebut, PKBI Kota Bandung berharap lahir komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan penanggulangan HIV ke depan. Dengan kolaborasi yang solid, keberlanjutan program diharapkan tetap terjaga meski dukungan donor asing semakin berkurang.

Bagi para peserta, menjaga keberlangsungan layanan HIV bukan semata tanggung jawab pemerintah atau organisasi tertentu. Tantangan tersebut merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Jabar

  • Penulis: Alam Massiri

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMAN 1 Plered Kekurangan Ruang Kelas, Kepsek Harapkan Perhatian Dinas Pendidikan Jabar

    SMAN 1 Plered Kekurangan Ruang Kelas, Kepsek Harapkan Perhatian Dinas Pendidikan Jabar

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu SMAN 1 Plered, salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Purwakarta, saat ini menghadapi tantangan serius dalam penyediaan sarana ruang belajar. Pada 2024, jumlah peserta didik tercatat mencapai 1.163 siswa, sekolah ini hanya memiliki 20 ruang kelas, termasuk laboratorium,dan perpustakaan. HITVBERITA.COM | Purwakarta -Kondisi ini tentu tidak sebanding dengan jumlah siswa […]

  • 0x1c8c5b6a

    0x1c8c5b6a

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • 1Komentar

    0x1c8c5b6a

  • Haedar Nashir dan Martabat Pers Indonesia

    Haedar Nashir dan Martabat Pers Indonesia

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • 0Komentar

    Oleh: AYS Prayogie | Ketua Umum Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia) Ada momentum yang terasa melampaui seremoni. Penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus kepada Prof. Dr. KH Haedar Nashir di Auditorium Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Cirendeu, Tangerang Selatan, pada 13 Agustus 2026, bagi saya merupakan salah satu momen yang menyisakan kesan mendalam. BUKAN […]

  • Hari Anak Nasional 2025, Jasa Raharja Ajak Anak Jadi Duta Keselamatan Lalu Lintas

    Hari Anak Nasional 2025, Jasa Raharja Ajak Anak Jadi Duta Keselamatan Lalu Lintas

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • 0Komentar

    Jasa Raharja DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya libatkan anak sebagai Duta Keselamatan Lalu Lintas. (Dok/Foto/Raffa/HITV) Penulis: Raffa Christ Manalu Jasa Raharja Kantor Wilayah (Kanwil) Utama DKI Jakarta melibatkan 100 anak sekolah menjadi Duta Informasi Keselamatan Lalu Lintas pada Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2025. Adapun 100 anak tersebut adalah siswa dari SMPN 118, […]

  • Setahun Kasus Tabrak Lari di Lingga Mandek, Kanit Lantas Dianggap Tak Responsif

    Setahun Kasus Tabrak Lari di Lingga Mandek, Kanit Lantas Dianggap Tak Responsif

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    LINGGA | HITV – Setahun setelah kasus tabrak lari yang menewaskan Junhong, ibu dari Eka, penanganan perkara itu mandek tanpa kejelasan. Keluarga korban menyebut Kanit Lantas Polres Lingga, Soufi Maulana, yang sejak awal menangani penyelidikan, kini tak merespons permintaan klarifikasi apa pun. Telepon dan pesan via  WhatsApp keluarga kepada Soufi berulang kali tidak dijawab. Kondisi […]

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    Dugaan tindak pidana penipuan yang melibatkan seorang perempuan berinisial CP tengah ditangani Unit Reserse Kriminal Polsek Sagulung.  BATAM, HITV — Kasus ini mencuat setelah seorang warga, Christin Ruth Natalia, melaporkan kerugian yang dialaminya hingga ratusan juta rupiah Peristiwa bermula pada Desember 2024, ketika CP menawarkan skema pinjaman uang dengan jaminan berupa sertifikat rumah toko (ruko). […]

expand_less