Selasa, 4 Agu 2026
light_mode

Pendanaan Donor Menyusut, PKBI Bandung Perkuat Sinergi Penanggulangan HIV

  • account_circle Alam Massiri
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • print Cetak

Upaya penanggulangan HIV di Kota Bandung menghadapi tantangan baru.

BANDUNG, HITV Di tengah masih tingginya kebutuhan layanan bagi masyarakat dan kelompok rentan, dukungan pendanaan dari donor internasional yang selama ini menopang berbagai program mulai berkurang.

Situasi tersebut mendorong Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Bandung menggalang kolaborasi lintas sektor melalui kegiatan Media Conference yang digelar di Kedai Kopi Ambara Biru, Jalan Panaitan, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).

Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil (OMS), komunitas pendamping, lembaga filantropi, hingga kalangan media massa. Tujuannya satu, memastikan program penanggulangan HIV tetap berjalan dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan.

Direktur PKBI Kota Bandung, Nunuk K, mengatakan bahwa keberlanjutan program HIV tidak lagi dapat bergantung pada satu sumber pendanaan. Karena itu, sinergi seluruh pihak menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi sangat penting agar program-program yang selama ini berjalan tetap dapat berlanjut dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan,” kata Nunuk.

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para peserta sepakat bahwa penanganan HIV membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi, pemberdayaan masyarakat, pengurangan stigma, hingga dukungan sosial bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).

Perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, Tasaniya Ghaisani, mengingatkan bahwa Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius dalam pengendalian HIV. Karena itu, kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk memperluas deteksi dini serta meningkatkan akses layanan kesehatan.

Sementara itu, Rosan J. Ishak dari Grapiks menekankan pentingnya peran organisasi berbasis komunitas yang selama ini berada di garis depan dalam menjangkau kelompok-kelompok yang sulit mengakses layanan kesehatan formal.

“Komunitas memiliki kedekatan dengan kelompok sasaran sehingga mampu menjalankan fungsi pencegahan, edukasi, hingga pendampingan secara lebih efektif,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Arif Gunawan dari Female Plus. Menurut dia, program berbasis komunitas telah terbukti efektif menjangkau populasi kunci dan kelompok rentan sehingga keberlangsungannya perlu mendapat dukungan bersama.

Di sisi lain, peluang penguatan pendanaan lokal turut menjadi perhatian. Perwakilan Baznas Kota Bandung, Meiki Muttaqien, menilai skema pendanaan sosial dan program pemberdayaan masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung keberlanjutan program HIV di masa mendatang.

Selain aspek pendanaan dan layanan, peran media juga mendapat sorotan khusus dalam forum tersebut. Media dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman publik yang benar mengenai HIV sekaligus mengikis stigma dan diskriminasi yang masih dialami sebagian ODHIV.

Perwakilan Pengurus Pusat Media Independen Online (PP MIO) Indonesia, Alam, menegaskan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang.

“Pemberitaan yang berbasis data dan mengedepankan perspektif kemanusiaan akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendukung upaya penanggulangan HIV secara lebih efektif,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Arianto Prabowo dari Inti Muda Jawa Barat, Ary Hidayatulloh dari Diskominfo Kota Bandung, Doni Romdoni dari Srikandi Pasundan, serta jurnalis Dian Pratiwi.

Melalui forum tersebut, PKBI Kota Bandung berharap lahir komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan penanggulangan HIV ke depan. Dengan kolaborasi yang solid, keberlanjutan program diharapkan tetap terjaga meski dukungan donor asing semakin berkurang.

Bagi para peserta, menjaga keberlangsungan layanan HIV bukan semata tanggung jawab pemerintah atau organisasi tertentu. Tantangan tersebut merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Jabar

  • Penulis: Alam Massiri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Kobar Musnahkan 267 Barang Bukti dari 70 Perkara Pidum

    Kejari Kobar Musnahkan 267 Barang Bukti dari 70 Perkara Pidum

    • 0Komentar

    KOTAWARINGIN BARAT | HITV – Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat (Kobar) memusnahkan 267 barang bukti dari 70 perkara tindak pidana umum, Kamis (11/12/2025), di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kobar. Pemusnahan dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan eksekusi perkara. Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat, Dr. Nurwinardi, menyatakan bahwa kegiatan tersebut menunjukkan keseriusan Kejaksaan dalam menuntaskan […]

  • Magazine Dreams 2025 DVDRip Dow𝚗load Magnet

    Magazine Dreams 2025 DVDRip Dow𝚗load Magnet

    • 1Komentar

    ➡ TORRENT LINK Dreams magazines: Elij Binum Regiser. With Jonathan Magers, Harrison Pagem, Harriet Seno Harris, Hayle Bennett. The favorite bodybuilder is as possible as with the predets of his physical body, and with his own intrauterine demons, to get the advantage. Magazines Dreams 2025 Free View Dreams 2025 stores, where is the Switter Dreams […]

  • Temuan 10 Ton Kayu di Pesisir Desa Resang: Indikasi Pelanggaran Hukum, Pelaku Terancam Pidana Berat

    Temuan 10 Ton Kayu di Pesisir Desa Resang: Indikasi Pelanggaran Hukum, Pelaku Terancam Pidana Berat

    • 0Komentar

    Temuan tumpukan kayu dalam jumlah besar di pesisir Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, memunculkan dugaan kuat adanya pelanggaran hukum di sektor kehutanan. LINGGA, HITV — Dari hasil penelusuran awal di lapangan yang dilakukan oleh Tim Investigasi Gabungan Media pada Senin malam (27/4) sekitar pukul 21.14 WIB, di dapati adanya tumpukan kayu diperkirakan mencapai […]

  • RT/RW Desa Bintan Buyu Keluhkan Insentif Tertunggak, Ismeth Abdullah: “Ini Tidak Boleh”

    RT/RW Desa Bintan Buyu Keluhkan Insentif Tertunggak, Ismeth Abdullah: “Ini Tidak Boleh”

    • 0Komentar

    Anggota DPD RI asal Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, menyoroti belum dibayarnya insentif RT/RW di Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, selama tiga bulan terakhir. BINTAN, HITV—Anggota DPD RI asal Kepulauan Riau itu menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan karena menyangkut hak perangkat lingkungan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Ismeth […]

  • Forum Ormas Purwakarta Kecam Proyek Lippo Land

    Forum Ormas Purwakarta Kecam Proyek Lippo Land

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | PURWAKARTA – Forum Ormas dan LSM Kabupaten Purwakarta yang terdiri dari Ormas Gibas Resort Purwakarta, Marcab LSM Barak Indonesia, MPC Ormas Pemuda Pancasila, dan DPD LSM Laskar NKRI mengecam proyek perumahan “Hunian Warisan Bangsa” dibawah naungan pengembang properti terkemuka Lippo Land. Forum Ormas dan LSM Kabupaten Purwakarta ini menilai pengembang Lippo Land telah […]

expand_less