Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Pergantian Kapolresta Barelang Diikuti Peralihan Penanganan Dua Kontainer Ballpres

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • print Cetak

Penanganan kasus dua kontainer berisi ballpres (pakaian bekas – Red) hasil penindakan Polresta Barelang kembali menjadi sorotan publik. Dua kontainer yang ditindak hampir dua bulan lalu itu kini telah diserahkan ke Bea Cukai Batam, bertepatan dengan pergantian jabatan Kapolresta Barelang dari Kombes Pol Zainal Arifin kepada pejabat baru.

BATAM | HITV — Secara prosedural, pelimpahan penanganan perkara dari kepolisian kepada Bea Cukai sebagai penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) tidak menyalahi aturan.

Namun, kecepatan proses serah terima barang bukti tersebut memunculkan spekulasi di tengah masyarakat, terutama karena berlangsung bersamaan dengan mutasi jabatan Kapolresta Barelang.

Situasi ini menjadi perhatian publik karena, hingga kini, sejumlah pejabat kepolisian di wilayah Kepulauan Riau yang juga terkena mutasi—seperti Kapolres Bintan dan Kapolres Karimun—belum melaksanakan serah terima jabatan. Kondisi tersebut memicu pertanyaan mengenai urgensi dan latar belakang percepatan pelimpahan penanganan dua kontainer tersebut.

Ismail Ratusimbangan, Ketua Umum Aliansi LSM dan Ormas Peduli Kepri, menilai bahwa secara hukum tidak ada persoalan apakah kasus tersebut ditangani kepolisian atau Bea Cukai. Namun, yang terpenting adalah kejelasan pertanggungjawaban hukum atas masuknya barang bekas ke wilayah Indonesia.

“Publik menunggu kejelasan siapa yang bertanggung jawab. Barang bekas dilarang masuk ke Indonesia, apalagi jika melalui jalur hijau. Dokumen apa yang digunakan? Ini yang harus dibuka secara terang,” ujar Ismail.

Ia menambahkan, kasus ini semestinya menjadi momentum evaluasi penegakan hukum terhadap praktik penyelundupan. Selama ini, menurut dia, banyak kasus penyelundupan yang hanya berujung pada penyitaan barang, tanpa kejelasan pelaku utama yang diproses hukum.

“Ini yang membuat kepercayaan publik melemah. Barang diamankan, tetapi pelaku seolah menghilang. Penanganan dua kontainer ini harus tuntas dan transparan,” kata Ismail.

Publik berharap Bea Cukai Batam dapat menyelesaikan kasus tersebut secara profesional dan akuntabel. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting agar tidak menimbulkan preseden buruk, terutama di tengah komitmen pemerintah dalam memberantas penyelundupan sebagai bagian dari agenda besar penataan ekonomi dan penegakan hukum nasional. (/*/*/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Kepri

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pramono Anung Buka Pre-Event Road to Wonder ITB Ultra Marathon Ketiga

    Pramono Anung Buka Pre-Event Road to Wonder ITB Ultra Marathon Ketiga

    • 0Komentar

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat membuka secara resmi *Pre-Event Road to Wonder ITB Ultra Marathon* ketiga yang berlangsung di Graha BNI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2025). HITVBERITA.COM | Jakarta — Ajang ini menjadi pemanasan menuju lomba utama yang mempertemukan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan komunitas lari dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam […]

  • Menkes Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis, Sasar 53 Juta Pelajar Diawali dari Kota Bandung

    Menkes Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis, Sasar 53 Juta Pelajar Diawali dari Kota Bandung

    • 0Komentar

    Penulis Raffa Christ Manalu Pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar resmi dimulai hari ini, Senin 4 Agustus 2025. Program ini ditandai dengan kunjungan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin ke SMPN 5 Kota Bandung. HITVBERITACOM | Bandung – Program pemeriksaan kesehatan gratis ini menargetkan 53 juta pelajar dari 230 ribu sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. “Di […]

  • Keluarga Korban Tabrak Lari Tuntut Keadilan, Proses Hukum Mandek

    Keluarga Korban Tabrak Lari Tuntut Keadilan, Proses Hukum Mandek

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Kasus tabrak lari yang menewaskan Jun Hong atau yang akrab disapa Ibuk Ami di Jalan Kelurahan Raya hingga kini belum menemukan titik terang. Meski sudah berbulan-bulan berlalu, keluarga korban menilai proses hukum berjalan lamban dan tak kunjung memberi kepastian. HITVBERITA.COM | Lingga — Keluarga menyebut ada satu nama yang diduga sebagai pelaku, […]

  • Kades Mekarjaya dan Ketua GTI DPC Kabupaten Garut Hadiri Penanaman 1000 Pohon Di Kampung Jayasena Cikajang

    Kades Mekarjaya dan Ketua GTI DPC Kabupaten Garut Hadiri Penanaman 1000 Pohon Di Kampung Jayasena Cikajang

    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati “Hari Pohon Sedunia” yang diaktualisasikan lewat gerakan nyata dalam upaya melestarikan kualitas lingkungan hidup agar tetap sehat, asri dan hijau, pada hari Kamis, tanggal 21 November 2024, Warga Kampung Jayasena bekerjasama dengan para stakeholder terkait, melakukan aksi “Penanaman 1000 Pohon” di wilayah Kampung Jayasena, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa […]

  • GMBI Jakarta Timur Pertanyakan “Mati Suri” Penanganan Dugaan Korupsi di Kejari

    GMBI Jakarta Timur Pertanyakan “Mati Suri” Penanganan Dugaan Korupsi di Kejari

    • 0Komentar

    Sudah lebih dari setahun laporan dugaan penyimpangan proyek infrastruktur di Jakarta Timur diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur. Namun, hingga kini perkara tersebut belum ada kejelasan. HITVBERITA.COM | JAKARTA — Terkait adanya kejanggalan itu, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Jakarta Timur pun kembali mendatangi kantor kejaksaan untuk menanyakan kelanjutan kasus tersebut, Selasa […]

  • Tegaskan Keaslian Surat Tanah Adat di Kobar:: Kuasa Hukum Brata Ruswanda Hadirkan Saksi dari Kepolisian!

    Tegaskan Keaslian Surat Tanah Adat di Kobar:: Kuasa Hukum Brata Ruswanda Hadirkan Saksi dari Kepolisian!

    • 0Komentar

    Penulis: KISTOLANI MANGUN JAYA Sidang lanjutan sengketa tanah seluas 10 hektare yang terletak di Jalan Padat Karya, Gang Rambutan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas II B Pangkalan Bun, Kamis (10/7/2025). HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun – Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Erick Ignatius Christoffel bersama […]

expand_less