Peringati Hari Anti Narkoba Internasional 2025, LCW Gelar Seminar Nasional Bahas Ancaman Narkoba di Dunia Pendidikan!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
- visibility 38
- print Cetak

Reporter: Bae Bahthy
Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2025, Media Lintas Corruption Watch (LCW) yang merupakan anggota MIO INDONESIA, berhasil dengan sukses menggelar Seminar dan Dialog Interaktif bertema “Generasi Muda Indonesia Emas: Sehat dan Berprestasi Tanpa Narkoba”, yang dihelat pada Kamis (26/6/2025), di Tavia Heritage Hotel, Jakarta.
HITVBERITA.COM | Jakarta – Kegiatan yang mengangkat isu krusial seputar pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan dan masyarakat ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, Taruna Politeknik Pelayaran Banten, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Kegiatan acara Seminar dan Dialog Interaktif diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai latar belakang. (Dok/Foto/MIO)
KETUA penyelenggara kegiatan yang juga Pemimpin Redaksi Media LCW, Peter M. Siahaya, SE., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang bahaya laten narkoba yang mengancam masa depan generasi muda. Hadir pula Pemimpin Umum Media LCW, L. Reimon Soumahuw, yang turut mendukung penuh penyelenggaraan acara.
Acara seminar dan dialog interaktif dibuka secara resmi oleh Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno.
Dalam sambutannya, jenderal penuh pemilik bintang empat emas tersebut, menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan sebagai ancaman global yang kian mengkhawatirkan.

Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno saat berikan sambutan sekaligus membuka acara seminar dan dialog interaktif. (Dok/Foto/MIO)
“Dampak buruk narkoba tidak hanya dirasakan oleh penggunanya, tetapi juga oleh keluarga, lingkungan sekitar, dan sistem kesehatan secara menyeluruh,” ujar mantan Menko Polhukam RI di era pemerintahan periode pertama Presiden Jokowi.
Ia menambahkan, ketergantungan narkoba menyebabkan gangguan fisik dan mental serta memicu perilaku berisiko yang dapat menghancurkan masa depan seseorang.
Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara tersebut, antara lain Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie, Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir. Agung Karang, Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Drs. Lasman Siahaan, SH, MH, serta Ketua Umum Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI) Dr. Anto Suroto, SH, SE, MM.

Diskusi santai di VIP Room: Para tokoh yang ikut bagian dalam acara Seminar dan Dialog Interaktif. (Dok/Foto/MIO)
SESI seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Laksamana Pertama Dr. Dwi Hartono, SPd, MAP, M.Tr.Opsla (Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bidang Wawasan Nusantara Lemhannas RI); Kombes Pol Heru Suprihasto, SH, MH (Penyidik Utama Polri di Deputi Berantas); serta Prof. Dr. Ilyas Indra, SH, MH. Diskusi dipandu langsung oleh Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie sebagai moderator.

Kiri ke Kanan: Prof. Dr. Ilyas Indra, Kombes Pol Heru Suprihasto, Laksamana Pertama Dr. Dwi Hartono, dan AYS Prayogie selaku moderator. (Dok/Foto/Bae)
DALAM paparannya, Dwi Hartono menjelaskan bahwa psikotropika bekerja langsung pada sistem saraf pusat dan menyebabkan perubahan signifikan pada aktivitas mental serta perilaku seseorang.
“Amfetamin, yang seharusnya digunakan untuk mengobati ADHD, sering disalahgunakan karena efek stimulan yang kuat. Ekstasi (MDMA) pun memiliki efek euforia, namun dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan otak,” ujarnya.

Narasumber Pertama: disampaikan oleh Laksamana Pertama Dr. Dwi Hartono, SPd, MAP, M.Tr.Opsla – Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bidang Wawasan Nusantara Lemhannas RI. (Dok/Foto/MIO)

Brigjen TNI AL Dr. Dwi Hartono, SPd, MAP, M.Tr.Opsla (Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bidang Wawasan Nusantara Lemhannas RI) tengah berdiskusi dengan Ketua Umum MIO INDONESIA, AYS Prayogie SH. (Dok/Foto/MIO)
SEMENTARA itu, Kombes Pol Heru Suprihasto, SH, MH menegaskan pentingnya menjauhi narkoba karena menurutnya hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan ketergantungan.
“Yang tersedia hanya metode pemulihan. Oleh karena itu, lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya.
SEMINAR berlanjut pada sesi kedua yang dipimpin oleh Binsar Siagian, SH, dengan menghadirkan narasumber Dik Dik Kusnadi, Bc.IP., SSos, MM, serta Prof. Dr. H. Fachrudin Arbah, M.Pd.

Dik Dik Kusnadi, Bc.IP., SSos, MM saat pemaparan. (Dok/Foto/MIO)
DISKUSI pada sesi kedua ini memperluas pembahasan terkait peran pendidikan, komunitas, dan keluarga dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.
Di akhir kegiatan, dilaksanakan peluncuran buku “Gerakan Nasional Berantas Narkoba” yang disampaikan oleh Dr. Mudji Sabar, MBA, CMA.
Buku tersebut merupakan hasil kerja sama IPJI, MIO INDONESIA, dan GPIB, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

lounching Buku Gerakan Nasional Brantas Narkoba ditandai dengan penyerahan damie buku kepada Dik Dik Kusnadi untuk diteruskan ke lembaga BNN. (Dok/Foto/MIO)
KEGIATAN ditutup dengan pemberian plakat kepada para narasumber dan tamu undangan, serta sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen kolektif dalam memberantas narkoba di Indonesia. (**)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar