Selasa, 11 Agu 2026
light_mode

Pitra Romadoni Nasution Pimpin Prodi Hukum UAN, Bawa Dunia Praktik Masuk Ruang Akademik

  • account_circle AYS Prayogie
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Dunia pendidikan hukum Universitas Abdi Nusantara (UAN) memasuki babak baru. Pengacara senior Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH. resmi dipercaya memimpin Program Studi Sarjana Hukum UAN untuk periode lima tahun ke depan.

JAKARTA, HITV Penunjukan Pitra bukan sekadar pergantian kepemimpinan program studi. Kehadiran praktisi hukum tersebut membawa gagasan untuk memperkecil jarak antara teori yang dipelajari mahasiswa di ruang kuliah dan realitas hukum yang dihadapi masyarakat maupun para praktisi di lapangan.

Pitra resmi diangkat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Sarjana Hukum berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Abdi Nusantara Nomor 09/SK/ADM-R/UNIV-AN/VIII/2026. SK tersebut ditetapkan di Jakarta pada 10 Agustus 2026, dengan masa jabatan terhitung sejak 11 Agustus 2026 hingga 10 Agustus 2031.

Amanah tersebut menempatkan Pitra pada posisi strategis dalam menentukan arah pengembangan pendidikan hukum UAN sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional yang semakin kompleks.

Tak Cukup Hanya Menguasai Teori

PITRA berpandangan, pendidikan hukum tidak boleh berhenti pada kemampuan mahasiswa memahami pasal, teori, maupun peraturan perundang-undangan.

Mahasiswa hukum, menurut dia, harus dibentuk menjadi individu yang mampu membaca persoalan, mengurai masalah hukum, menyusun argumentasi, memahami proses peradilan, membuat dokumen hukum serta mempertanggungjawabkan pendapatnya berdasarkan ilmu pengetahuan dan ketentuan hukum.

“Kampus bukan hanya tempat mempelajari hukum, tetapi tempat melahirkan generasi penegak hukum yang berilmu, berintegritas, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan,” ujar Pitra.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan arah yang ingin dibangun Pitra selama memimpin Prodi Sarjana Hukum UAN.

Pengalaman sebagai praktisi hukum hendak ditempatkannya bukan sebagai sekadar latar belakang, melainkan sebagai instrumen untuk memperkaya proses pembelajaran mahasiswa.

Sebab, persoalan hukum yang dihadapi masyarakat sering kali jauh lebih kompleks dibandingkan contoh kasus yang terdapat dalam buku atau ruang perkuliahan.

Buka Ruang Lebih Besar bagi Praktisi

KARENA itu, Pitra ingin membawa atmosfer dunia praktik lebih dekat dengan kehidupan akademik mahasiswa.

Kajian perkara aktual, diskusi hukum, seminar nasional, kuliah praktisi, simulasi persidangan, legal drafting, penelitian hingga berbagai forum akademik menjadi bagian dari pendekatan yang ingin dikembangkan.

Model tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya memahami “apa bunyi hukumnya”, tetapi juga mampu menjawab pertanyaan yang lebih penting: bagaimana hukum diterapkan dan bagaimana argumentasi hukum dibangun ketika berhadapan dengan persoalan nyata.

Menurut Pitra, kolaborasi akademisi dan praktisi menjadi penting untuk menciptakan pendidikan hukum yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Praktisi dapat membawa pengalaman lapangan ke ruang kelas, sedangkan lingkungan akademik memberikan landasan ilmiah agar pengalaman tersebut dapat dianalisis secara objektif dan sistematis.

“Mahasiswa hukum harus berani berpikir, berani berargumentasi dan berani mempertanggungjawabkan pendapatnya berdasarkan ilmu dan hukum. Kita ingin mereka lulus bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa kemampuan,” katanya.

Tantangan Profesi Hukum Semakin Berat

Perubahan zaman juga membuat tantangan profesi hukum semakin kompleks.

Transformasi digital, perubahan regulasi, perkembangan teknologi, dinamika sistem peradilan serta munculnya berbagai persoalan hukum baru menuntut lulusan hukum memiliki kemampuan beradaptasi.

Dalam situasi tersebut, kampus tidak hanya dituntut mencetak lulusan yang memahami teori hukum, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi, analisis, integritas dan keberanian mengambil sikap berdasarkan prinsip hukum.

Pitra menilai pembentukan karakter tidak dapat dipisahkan dari pendidikan hukum.

Sebab, kemampuan intelektual tanpa integritas berpotensi kehilangan makna ketika seseorang memasuki profesi yang berkaitan langsung dengan kepentingan dan keadilan masyarakat.

Karena itu, mahasiswa perlu dipersiapkan sejak dini untuk memahami bahwa profesi hukum bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga memiliki tanggung jawab sosial.

Gelar S.H. Bukan Titik Akhir

Lulusan Sarjana Hukum memiliki ruang pengabdian yang luas. Selain profesi advokat dan bidang hukum lainnya, mereka dapat berkarier di pemerintahan, lembaga negara, perusahaan, bidang legal, akademik maupun sektor lain yang membutuhkan kompetensi hukum.

Namun, bagi Pitra, gelar akademik bukanlah tujuan akhir.

Gelar Sarjana Hukum harus menjadi pintu masuk menuju kemampuan profesional yang lebih luas.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa agar sejak berada di bangku kuliah mulai membangun kapasitas, memperluas wawasan, berani berdiskusi dan memahami persoalan hukum yang berkembang di masyarakat.

“Menjadi mahasiswa hukum bukan semata-mata memilih sebuah program studi. Ini adalah proses mempersiapkan diri untuk memahami hak, kewajiban, keadilan dan berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Mengajak Generasi Muda Masuk Dunia Hukum

PITRA juga membuka ruang bagi generasi muda yang memiliki cita-cita menekuni dunia hukum.

Ia mengajak calon mahasiswa untuk menjadikan pendidikan sebagai fondasi sebelum memasuki dunia profesi yang menuntut kompetensi sekaligus integritas.

“Saya mengajak generasi muda yang mempunyai cita-cita di dunia hukum untuk bergabung dan belajar bersama di Universitas Abdi Nusantara. Mari kita bangun kemampuan sejak dari kampus. Siapa pun bisa memiliki cita-cita besar, tetapi cita-cita itu harus dipersiapkan dengan ilmu, kerja keras dan integritas,” tutur Pitra.

Kepemimpinan Pitra di Prodi Sarjana Hukum UAN pada akhirnya akan diuji bukan hanya dari program yang dirancang, tetapi dari seberapa jauh pendidikan tersebut mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan karakter.

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap penegakan hukum yang semakin tinggi, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kelak berada di berbagai lini profesi hukum.

Pitra ingin Prodi Sarjana Hukum UAN menjadi salah satu ruang yang mempertemukan ilmu, pengalaman dan integritas.

Bukan hanya mencetak lulusan yang mampu menyandang gelar Sarjana Hukum, tetapi menyiapkan manusia yang mampu menggunakan ilmunya untuk membaca persoalan, menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

“Datang untuk belajar hukum, tumbuh menjadi insan hukum, dan pulang membawa kemampuan untuk memperjuangkan keadilan,” pungkas Pitra. (\•/)

Editor: AYS Prayogie
Sumber: Humas MIO Indonesia

  • Penulis: AYS Prayogie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rayakan Kemerdekaan, Kades Pangauban Gelar Lomba Berhadiah Umrah dan Sapi

    Rayakan Kemerdekaan, Kades Pangauban Gelar Lomba Berhadiah Umrah dan Sapi

    • 0Komentar

    Penulis: Dinar Firmansyah Editor: Kang Aden Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Kepala Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, H. Asep Peri Herdiansyah bersama istri tercinta Hj. Ida Farida Feri, menggelar serangkaian kegiatan dan perlombaan spektakuler yang mengundang antusiasme tinggi dari warga. HITVBERITA.COM | Garut – Berbagai lomba yang diselenggarakan […]

  • Mari Elka Pangestu, Dilantik Sebagai Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional

    Mari Elka Pangestu, Dilantik Sebagai Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Jakarta – Pada hari ini, Selasa 5 Nopember 2024, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, secara resmi Melantik Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Beserta Anggotanya, bertempat di Istana Negara Jakarta. Pelantikan tersebut dilakukan, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 150/P/2024 tentang Pengangkatan Wakil Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional. Usai acara Pelantikan, Mari Elka […]

  • Pasca Longsor Gunung Kuda, Menteri LHK Akan Panggil Sejumlah Pihak!

    Pasca Longsor Gunung Kuda, Menteri LHK Akan Panggil Sejumlah Pihak!

    • 0Komentar

    Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. (Dok/Foto/Raffa) Reporter: Raffa Christ Manalu    Menyusul tragedi longsor di kawasan tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukuhpuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang menimbulkan korban jiwa, Kementerian Lingkungan Hidup akan memanggil sejumlah pihak terkait. HITVBERITA.COM | Purwakarta — Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq […]

  • Pasangan Ambu Anne-Budi Hermawan Dartar ke KPU Purwakarta Pada 28 Agustus 2024

    Pasangan Ambu Anne-Budi Hermawan Dartar ke KPU Purwakarta Pada 28 Agustus 2024

    • 0Komentar

    HiTVBerita.Com | Purwakarta – Calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwakarta, pada 28 Agustus 2024. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat mengadakan rapat koordinasi dengan jajaran pengurus DPD Golkar Purwakarta, pada Senin, 26 Agustus 2024. Menurut Anne Ratna […]

  • Ditlantas Polda Babel Bagikan 100 Paket Takjil Berbuka Puasa, Sasar Jamaah Masjid Hingga Pengendara

    Ditlantas Polda Babel Bagikan 100 Paket Takjil Berbuka Puasa, Sasar Jamaah Masjid Hingga Pengendara

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Direktorat Lalu Lintas Polda Bangka Belitung menggelar kegiatan bagi-bagi takjil kepada masyarakat di bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Total ada sebanyak 100 paket takjil yang dibagikan ke masyarakat di depan Masjid Nurul Iman Kelurahan Bacang Kota Pangkalpinang, Selasa (4/3/25) sore. Direktur Lalu Lintas Polda Babel Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan kegiatan […]

  • Polres Purwakarta Gelar Panen Raya Jagung di Cikumpay

    Polres Purwakarta Gelar Panen Raya Jagung di Cikumpay

    • 0Komentar

    Polres Purwakarta menggelar Panen Raya Jagung Hibrida di Kampung Cikumpay RT 15/RW 04, Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Selasa (2/6/2026). PURWAKARTA | HITV – Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional tahun 2026 sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan kelompok tani. Program ketahanan pangan melalui budidaya jagung […]

expand_less