Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Semiotika Lidah Kekuasaan

Semiotika Lidah Kekuasaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
  • visibility 32
  • print Cetak

Oleh: Kamaruddin Hasan

Bahasa adalah cermin jiwa. Dalam ruang kekuasaan, bahasa tidak sekedar alat komunikasi, melainkan simbol yang mewakili kehormatan, tanggung jawab, dan kepercayaan publik. Setiap kata yang lahir dari lidah seorang pejabat menjadi tanda-tanda tentang siapa dirinya, bagaimana ia memandang rakyat, serta sejauh mana ia memahami amanah yang diemban.

Belakangan ini, beberapa pernyataan dari anggota DPR menuai sorotan tajam. Kesalahan bicara atau nada arogansi yang terucap, meski mungkin lahir tanpa kesengajaan, telah memantik reaksi keras di ruang publik. Hal ini menunjukkan bahwa rakyat tidak hanya mendengar kata-kata, tetapi juga menafsirkan makna yang tersirat di baliknya.

Dalam semiotika kekuasaan, bahasa pejabat adalah simbol keterhubungan antara rakyat dan penguasa. Bila bahasa itu lembut, penuh penghargaan, dan sarat empati, maka rakyat akan merasakan kehadiran wakilnya. Namun bila bahasa itu melukai, bernada tinggi dan merendahkan, maka yang terbaca adalah jarak, ketidakpedulian, bahkan pengkhianatan terhadap amanah keterwakilan.

Oleh karena itu, yang dibutuhkan dalam kehidupan kebangsaan kita adalah kesadaran bersama bahwa lidah kekuasaan harus menjadi lidah yang menyejukkan, bukan memecah; lidah yang menguatkan kepercayaan, bukan menumbuhkan luka. Para pemimpin, pejabat, dan wakil rakyat seyogianya menyadari bahwa ucapan mereka adalah cermin kehormatan bangsa, bukan hanya pribadi.

Masyarakat pun hendaknya menyikapi peristiwa ini dengan bijak. Amarah boleh hadir sebagai wujud kepedulian, tetapi muaranya tetap harus menuju perbaikan. Kita semua, baik rakyat maupun pemimpin, perlu sama-sama menjaga bahasa agar ia tidak menjadi bara yang membakar, melainkan cahaya yang menerangi jalan kebangsaan.

Pada akhirnya, semiotika lidah kekuasaan mengingatkan kita bahwa kata-kata bisa menjadi doa, bisa pula menjadi luka. Dalam Islam, lisan adalah amanah. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim).

Bahkan Al-Qur’an menegaskan,

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sesungguhnya setan menimbulkan perselisihan di antara mereka.” (QS. Al-Isra: 53).

Pesan ini sederhana namun sangat dalam: setiap kata adalah tanggung jawab. Bagi seorang pemimpin, ucapan bukan hanya milik pribadi, melainkan cermin amanah yang dipikulnya. Karena itu, marilah kita bersama-sama menjaga bahasa: agar lidah kekuasaan tidak berubah menjadi lidah arogansi, tetapi menjadi lidah yang menebar kasih, keadilan, dan kebaikan.

Dengan begitu, bahasa tidak lagi menjadi bara yang membakar, melainkan cahaya yang menerangi jalan bangsa menuju persaudaraan dan kemuliaan.
Wallahu a’lam bisshawab.

(Penulis, Guru Besar Ilmu Pendidikan dan Keguruan UNM serta Rektor Institut Teknologi, Bisnis, dan Administrasi Al Gazali Barru)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mafia Migas Karimun Bagian 2 — “Uang di Balik Seragam”

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Investigasi Ketika aparat menjadi pagar makan tanaman di lautan perbatasan.   HITVBERITA.COM |Karimun — Di tengah sunyi malam di perairan Karimun, dua kapal berhadapan di tengah laut. Drum-drum minyak berpindah tangan dalam gelap. Warga setempat menyebutnya jual minyak tengah laut — tapi di balik istilah sederhana itu, tersimpan jaringan besar yang disebut melibatkan […]

  • Kejari dan Polresta Banyumas Beri Penyuluhan Hukum di Kemranjen

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Fandi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Penyuluhan ini menyoroti pengelolaan dana desa yang akuntabel serta pencegahan tindak pidana kekerasan seksual, dengan menghadirkan narasumber dari Kejari dan Polresta Banyumas. BANYUMAS | HITV – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyumas bekerja sama dengan Polresta Banyumas memberikan penyuluhan hukum bagi aparatur desa, lembaga desa, dan masyarakat di GOR Desa Sibalung, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu […]

  • Aniaya Istri Siri Dan Anak Kandungnya, Pria Di Bangka Selatan Diamankan Satreskrim Polres Bangka Selatan

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Seorang pria berinisial OI alias Kiki (37) diamankan Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangka Selatan Sabtu (31/8/24) pagi. Warga Kelurahan Teladan Toboali Kabupaten Bangka Selatan ini diamankan dikediamannya usai melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau penganiayaan. “Pelaku sudah dilakukan penahanan di Mapolres Bangka Selatan. Penahanan pelaku ini […]

  • Prof Sutan Nasomal Dorong Transparansi Dana Media di Lembaga Publik Daerah

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Ruslan
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Tokoh pers internasional sekaligus pakar hukum internasional, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH, menegaskan pentingnya transparansi pengelolaan anggaran media di seluruh lembaga publik, baik vertikal maupun horizontal, di tingkat daerah. JAKARTA | HITV— Prof. Dr. Sutan Nasomal, menilai keterbukaan tersebut mutlak diperlukan demi menjaga hubungan yang sehat dan profesional antara pemerintah daerah dan insan […]

  • Bupati Garut Sambut Tim Evaluasi Anugerah Gapura 2025

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Abdul Hapid
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Garut | HITV – Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan Tim Evaluasi Kinerja Desa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka Program Anugerah Gapura Sri Baduga 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jumat (5/12/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Garut menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim evaluasi yang akan melakukan penilaian terhadap Desa […]

  • KPP Bogor Raya Desak Pemerintah Blacklist Kontraktor Bermasalah!

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Penulis: ERWIN LUBIS Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bogor, Rabu (16/7/2025), menuntut Pemerintah Kota Bogor mengevaluasi kembali penunjukan PT Aulia Berlian Konstruksi sebagai pelaksana proyek revitalisasi SD Negeri Cimanggu. Mereka menilai perusahaan tersebut memiliki rekam jejak buruk dalam sejumlah proyek sebelumnya. HITVBERITA.COM | Bogor— Dalam aksi […]

expand_less
Exit mobile version